Jan Koller, Raksasa di Dunia Sepak Bola

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 07:35 WIB
Jan Koller, Raksasa di Dunia Sepak Bola Jan Koller salah satu striker yang ikonik di era 2000-an. (AFP/VINCENZO PINTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai penggemar game sepak bola dalam dua dekade terakhir, nama Jan Koller tentu tidak asing bila berharap punya striker yang jago dalam urusan menyundul bola.

Jan Koller merupakan salah satu pemain ikonik di era 2000-an. Bila menyebut label 'pemain tertinggi di sepak bola' hal itu akan langsung tertuju pada sosok Koller.

Tinggi Koller yang menyentuh 202 cm memang membuatnya sangat menonjol di lapangan. Bobotnya yang juga hampir mendekati 100kg di masa aktif bermain membuat Koller semakin identik dengan julukan raksasa.


Nama Koller sudah mencuat sejak ia tampil bersama Anderlecht. Bersama klub top Belgia tersebut, Koller menjelma jadi mesin gol. Dalam dua musim, Koller mencetak 64 gol yang membuatnya direkrut oleh Borussia Dortmund.

Jan Koller, Raksasa di Dunia Sepak BolaJan Koller bersinar bersama Borussia Dortmund. (AFP/ANDREAS RENTZ)
Koller lalu makin dikenal luas setelah membela Borussia Dortmund. Kolaborasi Koller dengan Tomas Rosicky yang juga berasal dari Rep.Ceko berhasil mengantar Dortmund memenangkan Bundesliga 2001/2002.

Dengan tinggi badan 202cm, Koller memang piawai mencetak gol melalu sundulan. Dari data transfermarkt, setidaknya 55 gol dicetak melalui kepalanya. Namun tendangan Koller juga tak kalah berbahaya karena ia mampu menggelontorkan setidaknya 58 gol lewat tendangan kaki kanan.

Jan Koller, Raksasa di Dunia Sepak Bola
Dari gol-gol yang hadir, Koller merupakan sosok mengerikan di kotak penalti. Kehadiran Koller di kotak penalti memang sangat menonjol lantaran ia bisa dengan mudah 'ditemukan' oleh rekan-rekan setimnya yang berniat memberikan assist. Sosoknya yang kokoh dan besar membuat bek-bek lawan tidak akan mudah berduel dan bertarung memperebutkan bola dengan dirinya.

Tak hanya di klub, Koller pun jadi striker andalan Rep.Ceko yang saat itu diisi banyak pemain berkualitas macam Petr Cech, Pavel Nedved, hingga Milan Baros.

Bermula Sebagai Kiper

Dengan tubuh yang menjulang tinggi sejak awal, Koller awalnya diplot menjadi kiper. Menjalani masa junior sebagai kiper, Koller memutuskan sebagai penyerang ketika kariernya memasuki fase yang lebih serius.

Ketajamannya tidak langsung teruji di Sparta Praha sehingga ia hijrah ke Lokeren di Liga Belgia. Di klub inilah naluri gol Koller mulai terasah dan terlihat jelas sehingga membuat dirinya menjadi salah satu penyerang terkenal di Eropa.

[Gambas:Video CNN]
Kiprahnya sebagai kiper di masa junior akhirnya sempat memberikan benefit bagi Koller ketika Dortmund berada dalam kondisi terdesak. Dalam duel lawan Bayern Munchen, kiper Dortmund Jens Lehmann mendapat kartu merah dan diusir dari lapangan.

Masalah bertambah karena slot tiga pergantian sudah dihabiskan oleh Dortmund. Alhasil, Koller pun menjadi kiper di sisa pertandingan.

Jan Koller, Raksasa di Dunia Sepak BolaJan Koller jadi bomber andalan timnas Rep.Ceko. (AFP/JOE KLAMAR)
Dengan bekal ilmu sebagai kiper di masa junior, Koller tak terlihat canggung mengawal gawang Dortmund. Sejumlah umpan silang yang diarahkan ke kotak penalti Dortmund bisa dikuasai dengan baik oleh Koller.

Koller bahkan berhasil menggagalkan tembakan keras Michael Ballack yang mengarah ke gawang. Performa apik itu membuat Koller mendapatkan gelar kiper terbaik pekan tersebut. Sebuah penghargaan yang sangat janggal untuk seorang striker.

Selamat ulang tahun, Jan Koller! (ptr/ptr)