Pengaruh Corona, Harga Bintang Sepak Bola Jadi Murah

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 11:18 WIB
Penundaan kompetisi akibat pandemi virus corona berimbas kepada harga jual pemain bintang jadi murah di pasar bursa transfer. Harga jual Paul Pogba menurun drastis karena virus corona. (AP Photo/Dave Thompson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penundaan kompetisi akibat pandemi virus corona berimbas pada harga jual pemain bintang jadi murah di pasar bursa transfer.

Marca menganalisis, penangguhan kompetisi yang terjadi di seluruh dunia dipastikan berdampak besar bagi finansial klub, pelatih, dan juga pemain.

Menghentikan kompetisi di tengah jalan diyakini akan menyebabkan kerugian besar bagi klub dan juga operator liga.


Saat ini Liga Spanyol diperkirakan menelan kerugian sebesar 700 juta euro. Seluruh kompetisi Eropa diprediksi mengalami tujuh miliar euro karena minimnya pendapatan dari hak siar TV dan kesepakatan sponsor.

Pengaruh Corona, Harga Bintang Sepak Bola Jadi Murah
Kerugian lebih besar bakal dialami sejumlah kompetisi Eropa yang terancam membatalkan pertandingan di sisa musim ini. Situasi ini bisa terjadi di Liga Spanyol, Italia, dan Belanda.

Tak pelak, sebagian besar pemain juga terancam pemotongan gaji atau bahkan tidak mendapat pemasukan sama sekali selama liga dihentikan sementara.

Nilai jual pemain juga diyakini bakal anjlok seiring krisis finansial yang dialami klub. Nilai beli juga diprediksi bakal lesu karena pemasukan klub yang minim.

[Gambas:Video CNN]
Menurut CIES Football Observatory, Paul Pogba, yang kontraknya berakhir pada 2021, sekarang hanya bernilai 35 juta euro. Padahal pemain asal Prancis itu pernah menyandang pemain termahal dunia saat direkrut MU dari Juventus.

Sementara harga Eden Hazard yang dibeli 100 euro oleh Madrid kini turun menjadi 65 juta euro.

Penundaan Piala Eropa 2020 telah membuka pintu bagi liga untuk menyelesaikan kompetisi di antara Juni hingga Juli. UEFA juga berencana membatalkan Liga Champions musim ini agar tidak mengganggu jadwal kompetisi domestik.

Sementara FIFA sedang mencari solusi terbaik untuk mengatasi krisis yang terjadi di sepak bola yang terkena imbas pandemi Covid-19. (jun/jal)