Bisa dibilang, suksesnya merupakan potret nyata seorang imigran muslim dari Afrika yang bersinar di Negeri Paman Sam sebagai pebasket legendaris.
Hakeem Olajuwon, legenda Houston Rockets, tercatat salah satu center terbaik dalam sejarah NBA. Statistik blok dan steal terhadap pemain lawan luar biasa selama kariernya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Deretan Pemain Hebat yang Gagal Jadi Pelatih |
Olajuwon merupakan kelahiran Lagos, Nigeria pada 21 Januari 1963. Dia merupakan putra ketiga di antara lima anak dari pasangan Salim dan Abike Olajuwon.
Nama lengkapnya, Akeem Abdul Olajuwon. Dia lebih dikenal dengan nama Hakeem Olajuwon. Hakeem diambil dari bahasa Arab yang merupakan salah satu dari 99 nama baik Allah Subhanahu wa Ta'aala dalam ajaran Islam. Artinya adalah Yang Maha Menegakkan Keadilan.
Hakeem Olajuwon legenda Houston Rockets. (Rick Kern/Getty Images for Houston Sports Awards/AFP) |
Dikutip dari situs NBA, kata tersebut juga berarti selalu berada di atas. Nama itu disematkan sebagai doa kedua orang tua agar sang anak seperti keinginan mereka tersebut.
Doa sang orang tua ini yang menjadi kenyataan. Sang putra ketiga menjadi makmur dan terkenal di NBA.
Padahal, sang ayah sempat melarangnya jika perjuangannya belajar di Amerika Serikat hanya sekadar menjadi pebasket. Pasalnya, sang ayah melihat basket bukan hal penting dalam hidup.
Meski demikian, sang ayah akhirnya melunak setelah mendapat bujukan dari pelatih Olajuwon di Nigeria. Sang pelatih amat yakin takdirnya bersinar sebagai pebasket hebat.
Namun, seorang temannya mendekati pelatih dan meminta Olajuwon bermain di tim basket bersama mereka. Pelatih mengizinkan. Tak disangka kariernya berawal dari situ.
Dua tahun kemudian, dia mendapat beasiswa di Universitas Houston karena talentanya di olahraga basket. Dia kemudian mengganti namanya menjadi Hakeem Olajuwon dan menghilangkan kata Abdul. Sang pemain menilai pemain basket hebat akan tetap hebat, apapun namanya.
Dari tim kampus yang berlaga di Liga Basket Mahasiswa (NCAA), karier hakim terus menanjak ke NBA pada 1984. Kedatangan Olajuwon seolah menjadi ancaman bagi rival-rivalnya di NBA.
Chicago Bulls pernah mendominasi di NBA pada 1990-an. (AFP PHOTO/VINCENT LAFORET) |
Olajuwon bahkan disebut pernah masuk dalam bidikan Bulls pada 1984 untuk bergabung bersama Jordan.
"Olajuwon sebenarnya incaran utama yang diharapkan banyak orang [di Bulls], termasuk saya," kata General Manager Bulls waktu itu, Rod Thorn.
Meski demikian, Olajuwon tetap bertahan di Houston Rockets, klub yang membesarkannya sejak kali pertama menjejakkan kaki di Amerika.
[Gambas:Video CNN]
Keresahan Sebagai Pebasket Muslim di NBA
Hakim punya cerita menarik menyoal identitasnya sebagai pebasket muslim ketika mengawali karier di NBA.
"Satu-satunya pebasket muslim yang saya tahu ketika itu adalah Kareem Abdul Jabbar saat saya masih menjadi pemain. Saya amat menghormatinya," ujar Olajuwon saat wawancara kepada The Undefeated.
Abdul Jabbar bukan hanya banyak menginspirasinya di lapangan. Legenda LA Lakers ini kerap menjadi anutan Olajuwon dalam memperjuangkan Islam sebagai agama penuh damai, bukan simbol kekerasan.
"Ini mungkin karena kebodohan dalam hal beragama. Sayangnya saat ini, orang-orang mengaitkan muslim dan Islam dengan terorisme."
"Banyak sekali orang yang tidak paham Islam sebenarnya, kontribusi Islam dan umat muslim dalam peradaban manusia. Islam punya sejarah yang kaya. Ini bukan agama baru, yang baru muncul beberapa tahun ini," jelas Olajuwon. (bac/sry)
Hakeem Olajuwon legenda Houston Rockets. (Rick Kern/Getty Images for Houston Sports Awards/AFP)
Chicago Bulls pernah mendominasi di NBA pada 1990-an. (AFP PHOTO/VINCENT LAFORET)