SOROT OLAHRAGA

Bos UFC Dikritik hingga Rahasia Van Dijk Sulit Dilewati

CNN Indonesia | Senin, 04/05/2020 07:20 WIB
INGLEWOOD, CALIFORNIA - JULY 15: Dana White attends the Cedars-Sinai and Sports Spectacular's 34th Annual Gala at The Compound on July 15, 2019 in Inglewood, California.   Emma McIntyre/Getty Images/AFP Dana White. (AFP/Emma McIntyre)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White dikiritik promotor tinju senior, Bob Arum, hingga striker Manchester City Sergio Aguero ungkap alasan Virgil van Dijk sulit dilewati lawan jadi berita populer dalam 24 jam.

Promotor tinju senior, Bob Arum menganggap keputusan Dana White untuk menggelar UFC 249 pada 9 Mei mendatang sebagai kelakuan seorang koboi yang tak dapat dibenarkan.

Sementara itu, Sergio Aguero menyebut bek Liverpool, Virgil van Dijk sebagai salah satu bek yang sulit dilewati oleh striker karena memiliki banyak keunggulan.


1. Nekat Gelar UFC 249, Bos UFC Dikritik Bob Arum

Setelah gagal menggelar UFC 249 pada 18 April, White memindahkan agenda tersebut ke 9 Mei. Meski mengundurkan jadwal ke bulan Mei, pilihan White tetap tidak dianggap bijak oleh Arum.

[Gambas:Video CNN]

Arum sendiri menyatakan tidak akan menggelar laga tinju setidaknya hingga pertengahan Juni. Arum juga hanya akan menggelar

"Kami hanya akan menggelar pertarungan ketika situasi sudah aman untuk petarung dan seluruh orang yang terlibat, dan tentu juga bila sudah disetujui oleh pihak kesehatan," kata Arum.

2. Aguero Sebut Alasan Van Dijk Sulit Dilewati

Aguero tanpa ragu menyatakan Van Dijk sebagai salah satu bek terbaik di dunia saat ini. Kehebatan Van Dijk jadi salah satu kunci sukses Liverpool dalam dua musim terakhir.

"Kita semua tahu bahwa Van Dijk adalah salah satu bek terbaik di dunia. Dia kuat, tinggi, dan punya tubuh yang luar biasa."

"Dia sangat kuat saat dihadapi satu lawan satu, dia bermain dengan memanfaatkan tubuhnya. Karena dia tinggi, dia juga punya kaki yang panjang," kata Aguero pada El Chiringuito, dikutip dari Daily Mail.

3. Materazzi Mengaku Tak Hina Ibu Zidane di Final Piala Dunia

Mantan bek timnas Italia, Marco Materazzi menyatakan dia tidak pernah menghina ibu Zinedine Zidane dalam konfrontasi yang terjadi di final Piala Dunia 2006.

Materazzi menyulut kemarahan Zidane yang kemudian menanduk dirinya di babak perpanjangan waktu. Zidane mendapat kartu merah dan Italia akhirnya jadi juara Piala Dunia 2006 lewat drama adu penalti.

Materazzi membantah ia menghina ibu Zidane dalam insiden tersebut meski mengakui bahwa ia memang terlibat dalam perang kata dengan Zidane. (sry/sry)