Pep Guardiola Disindir Sukses karena Beruntung

CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2020 03:10 WIB
Manchester City's head coach Pep Guardiola gestures from the bench during the group C Champions League soccer match between Manchester City and Atalanta at the Etihad Stadium in Manchester, England, Tuesday, Oct. 22, 2019. (AP Photo/Dave Thompson) Pep Guardiola disindir sebagai pelatih yang beruntung ketika meraih banyak sukses selama empat tahun di Barcelona. (AP Photo/Dave Thompson).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pep Guardiola disindir sebagai pelatih yang beruntung saat meraih banyak sukses bersama Barcelona. Guardiola dianggap tinggal melanjutkan warisan Frank Rijkaard.

Guardiola tercatat sebagai pelatih Barcelona tersukses sepanjang sejarah setelah merebut 14 gelar sepanjang 2008 hingga 2012. Barcelona era Guardiola juga dianggap sebagai tim terbaik sepanjang sejarah.

Guardiola saat ini disebut sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Namun, legenda Barcelona Hristo Stoichkov menganggap Guardiola beruntung bisa melanjutkan skuat Azulgrana dari Rijkaard.


"Barcelona sudah matang. Pekerjaan Guardiola mudah, karena dia sangat tahu infrastruktur sistem tim junior. Frank Rijkaard yang membentuk skuat saat Guardiola mengambil alih," ujar Stoichkov dikutip dari Marca.

"Lionel Messi dan pemain lain debut bersama Rijkaard. Hasil spektakuler Barcelona tetap akan terjadi dengan atau tanpa Guardiola," sambung Stoichkov.

Selain Messi, Guardiola ketika itu memiliki banyak pemain hebat di skuat Barcelona, termasuk Deco, Thierry Henry dan Carles Puyol.

"Barcelona ketika itu punya Thierry Henry, Deco, Ronaldinho, Rafael Marquez, Carles Puyol dan Victor Valdes. Ada sedikit pemain yang harus dipindahkan Guardiola, tapi kemudian Andres Iniesta dan Pedro Rodriguez masuk. Kemudian Messi mendapat waktu bermain lebih banyak dan tim menjadi lengkap," ucap Stoichkov.

Sejak meninggalkan Barcelona, Guardiola tidak bisa mengulangi kesuksesan di Camp Nou meski melatih klub kaya: Bayern Munchen dan Manchester City. Guardiola hanya menjadi penguasa domestik bersama Munchen dan Man City, gagal mengulangi sukses menjadi juara Liga Champions seperti di Barcelona.

[Gambas:Video CNN] (har/jun)