WAWANCARA EKSKLUSIF

Marcus Gideon: Tak Ada Rahasia Jadi Ganda Nomor Satu Dunia

CNN Indonesia | Sabtu, 16/05/2020 09:20 WIB
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon berusaha mengembalikan kok kepada ganda putra China Ou Xuan Yi dan Zhang Nan pada babak perempat final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (190/7/2019). Pasangan Kevin/Marcus melenggang ke babak semifinal setelah mengalahkan pasangan Ou/Zhan dengan skor 21-12, 21-16. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Marcus Fernaldi Gideon bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses bertahan selama bertahun-tahun jadi ganda putra nomor satu dunia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marcus Fernaldi Gideon merupakan ganda putra nomor satu dunia bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo. Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Marcus.

Duet Kevin/Marcus jadi andalan utama meraih gelar di seri turnamen BWF dalam tiga tahun terakhir. Konsistensi 'Minions' membuat mereka tak tergoyahkan dari posisi nomor satu dunia untuk waktu yang cukup lama.

Bagaimana pandangan Marcus Fernaldi Gideon terhadap Kevin Sanjaya dan perjalanan kariernya sejauh ini? Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com dengan Marcus Fernaldi Gideon:


Sebagai sosok anak dari mantan pemain [Kurniahu, pemain nasional era 80-an] dan kemudian jadi pelatih, bagaimana ayah melatih kamu?

Dari awal sudah diperkenalkan pada badminton. Sebagai pemain nasional, papa punya ekspektasi tinggi ke anaknya. Latihan pasti lebih keras, harus lebih banyak dibandingkan yang lain.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (Dok. Humas PBSI)
Bagaimana kehidupan Marcus saat kecil?

Kehidupan saya banyak di lapangan badminton, toko olahraga juga di sebelah hall, jadi di situ terus. Pulang sekolah langsung ke lapangan, kalau sudah selesai menunggu di toko sampai malam.

Apakah Marcus memiliki cita-cita lain selain jadi pebulutangkis?

Dulu tidak punya cita-cita lain, hanya ingin jadi pemain bulutangkis habis sekolah juga sering bolos hahaha..

Apakah ayah sering marah?

Awal-awal sering dimarahi karena banyak kalahnya dibanding menang, baik saat latihan dan pertandingan.

Sebagai orang tua pasti ekspektasi tinggi. Kalau dianggap tidak sesuai, diomelin. Terkadang sudah di lapangan diomelin, di rumah diomelin.

Saat kecil saya lumayan sering menangis, termasuk saat kalah pertandingan.

Apakah sempat merasa frustrasi jadi atlet?

Pasti pernah, namun sudah terlanjur memilih jadi pemain badminton, jadi saya bertekad untuk terus mencoba. Batasnya sampai seleksi nasional. Kalau gagal, berarti kuliah, namun akhirnya masuk pelatnas.

Kamu sempat main di nomor tunggal dan ganda. Apakah kamu sempat kecewa hanya main di ganda?

Saya tidak kecewa karena di nomor ganda, saya juara nasional tiga kali, sedangkan di tunggal baru sekali jadi kesempatan lebih banyak di ganda.

Siapa senior yang paling kamu takuti waktu baru masuk pelatnas?

Bang [Mohammad] Ahsan karena agak galak. Dulu senior lebih banyak, kalau sekarang senior-junior tidak terlalu terlihat. Dulu seram lihat senior, kalau mereka lewat, saya lewat jalan yang lain.

Bagaimana pengalaman duet dengan Markis Kido?

Saya banyak belajar dari dia, sosok senior yang jauh di atas saya. Saat saya masih di klub dia sudah juara di banyak turnamen. Saya banyak belajar selama di situ [berpasangan dengan Kido].

Setelah pisah sama Kido, apakah sempat bingung?

Saya biasanya sudah siapkan rencana, seperti misalnya saat keluar dari pelatnas. Saat itu saya juga sudah ada rencana. [Saat berpisah dengan Kido] waktu itu saya bicara sama Mas Chafidz [Yusuf-asisten pelatih ganda putra]. Di pelatnas sedang ada posisi kosong.

Kapan kenal Kevin pertama kali sebelum pasangan?

Belum terlalu kenal soalnya saat saya di pelatnas, dia belum masuk. Saat saya keluar, dia baru masuk. Baru kenal pas mulai pasangan.

[Gambas:Video CNN]
Berarti saat duel di final Singapore International 2011 belum kenal?

Saat itu belum kenal malah.

Waktu pertama kali dipasangkan dengan Kevin, bagaimana kamu melihat sosok Kevin?

Kevin memang dari dulu bagus. Dia masuk pelatnas juga cepat [dalam usia muda]. Skill-nya bagus, di atas rata-rata.

Apakah kamu sejak awal yakin bisa sukses saat pasangan dengan Kevin?

Saat pertama yang penting harus percaya diri dan optimistis ke depannya harus berhasil.

Masa paling berat bagi duet Kevin/Marcus?

Awal partner masih belum klop, masih belum mengerti cara main bagaimana. Saat itu agak susah, tapi lama-lama mulai mengerti, terus diskusi, dan hasilnya mulai membaik.

Turnamen apa yang jadi titik balik?

Juara Taipei GPG, Malaysia GPG, terus mengalahkan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, setelah itu jadi mulai lumayan percaya diri.

Apa rahasia di balik sukses jadi pemain nomor satu dunia?

Tak ada rahasia, latihan selalu maksimal. Berkah Tuhan juga karena tidak gampang menjaga posisi nomor satu dunia. Makin banyak tekanan dan makin susah saat berada di atas.

Koh Herry [pelatih ganda putra] sempat bilang kamu jadi salah satu pemain yang maksimal dan keras saat latihan. Bagaimana menurutmu?

Saya memang senang melakukan yang maksimal. Jadi kalau gagal, saya tidak bakal menyesal karena waktu tak bisa terulang. Jadi kalau gagal, saya tinggal melakukan evaluasi tetapi tidak banyak penyesalan.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berstatus ganda putra nomor satu dunia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berstatus ganda putra nomor satu dunia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Penyesalan terbesar kamu di dunia badminton?

Saya belum memiliki penyesalan di dunia badminton. Semua oke. Setiap kegagalan jadi proses ke depannya agar jadi bagus. Dari kegagalan, kita belajar untuk menghadapi masa depan.

Kenapa Kevin/Marcus belum bisa jadi juara dunia?

Mungkin belum beruntung. Kejuaraan dunia venue-nya beda-beda. Kadang-kadang start awal kami belum dapat, belum menguasai kondisi venue.

Apa kelemahan Marcus yang harus dibenahi?

Kelemahan masih banyak, kami harus jaga fokus. Di setiap pertandingan harus lebih fokus, lebih siap.

Apa yang terjadi dengan kekalahan beruntun dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe?

Mereka bagus dalam pertahanan, di pertemuan terakhir kami hampir menang. Kami sudah unggul, namun gagal menang. Belum rezeki saja.

Endo/Yuta itu ganda yang tidak mudah dimatikan. Yuta merupakan sosok pemain yang lincah dan cepat.

Olimpiade ditunda dan tahun depan kamu sudah 30 tahun. Bagaimana kamu melihat hal itu?

Saya biasa saja, yang lebih senior banyak, termasuk Ahsan/Hendra. Pemain Eropa dan China juga sudah banyak yang lebih tua. Permainan saat ini tidak terlalu melelahkan seperti saat dulu format 15 poin.

Kondisi badan saya masih bagus dan yang terpenting jangan sampai cedera.

Kapan Marcus akan pensiun?

Selama masih bisa main dan hasilnya masih bagus, saya ingin terus bermain.

Lebih menegangkan menunggu istri melahirkan atau jelang final All England?

Lebih tegang final All England 2017. Karena saat itu belum pernah, tiba-tiba langsung masuk final kejuaraan besar. Tegang banget sebelum final dan saya susah tidur.

Saat lahiran saya menunggu sebentar karena saat itu proses lahiran lewat cesar.

Mana yang lebih lelah, latihan fisik atau begadang menjaga anak?

Lebih lelah latihan badminton bagi saya. Kalau menjaga anak memang lelah, tetapi paling hanya waktu tidurnya yang sedikit terganggu. Tidak sampai berkeringat seperti saat latihan.

Arti dan harapan di balik nama Marcus Fernaldi Gideon Jr. untuk sang anak?

Harapannya bisa lebih baik dari papanya. Biar lebih berhasil di masa depan dibandingkan papanya.

Bagaimana berpergian dengan meninggalkan anak dan istri untuk ikut turnamen?

Saya tidak terlalu khawatir karena istri saya dokter, jadi dia sudah tahu hal-hal yang perlu dilakukan.

Ayah masih sering marah saat ini melihat permainan kamu?

Tidak, karena saya sudah masuk pelatnas. Ekspektasi papa sudah cukup sebenarnya.

Berapa nilai yang ingin kamu berikan pada perjalanan karier kamu sejauh ini?

10. Saya sudah puas dengan perjalanan karier saya selama ini.

Bagaimana latihan di tengah pandemi corona tanpa agenda turnamen yang jelas sejauh ini?

Karena saya senang dengan aktivitas yang dilakukan, jadi saya senang tetap latihan daripada di rumah tidak ada kegiatan.

Saya berharap semoga cepat beres semuanya, segalanya kembali lancar. (ptr/har)

[Gambas:Video CNN]