Bulutangkis Era Djoko Santoso, Duet Tontowi/Liliyana 'Lahir'

CNN Indonesia | Minggu, 10/05/2020 10:16 WIB
Indonesia's Tontowi Ahmad (L) and Liliyana Natsir pose with their trophies after winning their All England Open Badminton Championships mixed doubles final match against China's Zhang Nan and Zhao Yunlei in Birmingham, central England, on March 10, 2013. AFP PHOTO/BEN STANSALL (Photo by BEN STANSALL / AFP) Tontowi Ahmad/Liilyana Natsir. (AFP PHOTO/BEN STANSALL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendiang Djoko Santoso merupakan Ketua Umum PBSI era 2008 hingga 2012. Pada era Djoko Santoso duet ganda campuran terbaik dalam sejarah bulutangkis Indonesia lahir, yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Djoko Santoso meninggal dunia pukul 06.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (10/5). Mantan Panglima TNI itu dikabarkan mengalami pendarahan di otak sebelum dinyatakan meninggal.

Di dunia olahraga, Djoko Santoso pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBSI pada era 2008 hingga 2012. Ketika itu Djoko Santoso menggantikan Sutiyoso pada 2008 dan kemudian digantikan Gita Wirjawan pada 2012.


Pada era Djoko Santoso, pelatih ganda putri Richard Mainaky memutuskan untuk memasangkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Keputusan itu cukup mengejutkan, pasalnya Liliyana masih berstatus ganda campuran nomor satu dunia bersama Nova Widianto.

Djoko Santoso.Djoko Santoso. (Detikcom/Ari Saputra)
Tontowi sempat tidak memiliki pasangan setelah sempat menjadi duet Greysia Polii di Indonesia Open 2010. Keputusan menduetkan Tontowi dengan Liliyana mulai membuahkan hasil pada 2011, ketika mereka mulai menjadi juara sejumlah ajang super series.

Puncaknya Owi/Butet membawa Indonesia kembali merebut gelar All England pada 2012, setelah kali terakhir terjadi pada 2003 lewat Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

Tontowi/Liliyana pula yang mengakhiri kegagalan meraih medali emas di Olimpiade 2016 Rio. Sayang pada Olimpiade 2012 London era Djoko, Owi/Butet terhenti di babak semifinal.

Di pengujung kepengurusan Djoko Santoso di PBSI, duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tercipta. Ahsan/Hendra sukses menjadi salah satu ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, termasuk merebut tiga gelar juara dunia.

[Gambas:Video CNN] (har/har)