Tontowi memutuskan pensiun setelah sukses meraih banyak prestasi buat Indonesia bersama Liliyana Natsir. Mulai dari tiga kali juara All England, dua kali juara dunia dan medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.
Lihat juga:Tontowi Ahmad Resmi Pensiun dari Badminton |
"Kalau kita lihat, seorang atlet yang pensiun ketika dia sukses dan tetap di atas itu yang paling baik karena namanya masih harum. Banyak atlet yang memaksakan, sudah berumur dan sudah tidak bisa bersaing dengan pemain muda tapi memaksakan jadi drop namanya, jadi di bully, dibicarakan orang. Owi namanya masih harum sampai sekarang sama Butet [Liliyana]," kata Richard kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pesan singkatnya, Tontowi berpamitan kepada Richard dan keduanya saling memberi motivasi.
"Kami saling memberi motivasi. Saya doakan Tontowi tetap sukses ke depannya dan dia mendoakan supaya ganda campuran teap berjaya terus. Dia juga terus mendukung dan siap kapan pun saya panggil untuk kasih motivasi," ucapnya.
Namun, sebagai seorang pelatih Richard mengaku sudah terbiasa ditinggal pensiun para atletnya. Kini ia hanya mampu mengingat suka duka, senang dan susah perjalanan karier Tontowi saat berada dalam bimbingannya.
Praveen Jordan merupakan salah satu pemain yang diharapkan bisa mengikuti jejak sukses Tontowi Ahmad. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar) |
Lihat juga:FOTO: Jejak Karier Tontowi Ahmad |
"Saya sangat beruntung selama 23 tahun jadi pelatih ganda campuran sejak masa Trikus/Minarti selalu ada terus pelapisnya. Jadi saya tidak khawatir," ujar Richard (ttf/ptr)

Praveen Jordan merupakan salah satu pemain yang diharapkan bisa mengikuti jejak sukses Tontowi Ahmad. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)