Tontowi/Liliyana lolos ke final Olimpiade dengan mengalahkan rival terkuat, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Kemenangan itu membuat langkah Tontowi/Liliyana untuk merebut medali emas Olimpiade terbuka lebar.
Lihat juga:Tontowi Ahmad Resmi Pensiun dari Badminton |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beruntung ada jeda satu hari karena setelah semifinal saya tak bisa tidur. Andai laga final langsung digelar keesokan hari, belum tentu saya bisa bermain bagus," ucap Tontowi kepada CNNIndonesia.com pada 2019.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berpasangan sejak 2010.(CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Jelang laga final saya merasakan perasaan gugup. Hal itu mendorong saya untuk mengeluarkan kata-kata yang seolah tak saya sadari. Dalam perjalanan menuju arena, setiap 50 meter saya berkata, 'Ci ayo Ci, bisa Ci, semangat Ci'. Begitu terus. Berulang-ulang. Mungkin Ci Butet sampai keheranan melihat saya," tutur Tontowi.
Dengan ketegangan yang berangsur-angsur hilang, Tontowi/Liliyana akhirnya memenangkan laga dengan skor 21-14 dan 21-12. Momen lucu kembali terjadi dalam persiapan pengalungan medali.
"Dalam persiapan pengalungan medali saya berkata pada Ci Butet, 'Ci, kok bisa tenang begitu?' Ci Butet lalu menjawab, 'Apaan! Gua juga sudah mau terkencing-kencing ini. Kalau gua grogi nanti elu kebawa'. Itu salah satu pengalaman yang lucu menurut saya," kata Tontowi.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berpasangan sejak 2010.(CNN Indonesia/Safir Makki)