Pihak Liga Sepak Bola Profesional Skotlandia (SPFL) mengadakan pertemuan pada Senin (18/5) pagi dan memutuskan liga berakhir.
Lihat juga:Briggs: Resmi, Saya Akan Lawan Mike Tyson |
Penghentian liga memastikan Celtic sebagai juara dengan perhitungan poin rata-rata sebagai penentu posisi final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Celtic menjadi juara untuk kali kesembilan secara beruntun, kesebelasan Hearts dipastikan terdegradasi karena menempati posisi juru kunci. Ini merupakan kali pertama Hearts melorot ke divisi Championship sejak 2014.
Kompetisi lain yang levelnya berada di divisi Premiership, seperti Championship, League One dan League Two juga dipastikan dihentikan.
"Kita semua akan lebih senang melihat liga dimainkan di lapangan, di stadion, dan di hadapan suporter. Ini bukan cara yang diinginkan oleh siapapun untuk mengakhiri liga, namun mengingat keadaan buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya, dewan sepakat ini adalah satu-satunya cara praktis untuk melangkah," kata Ketua SPFL Murdoch MacLennan.
"Covid-19 mendatangkan malapetaka pada kompetisi olahraga di seluruh dunia dan dampaknya akan terasa untuk waktu yang lama. Pembatasan Pemerintah Skotlandia dan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan pemain dan penonton membuat SPFL tidak memiliki pilihan realistis selain menyudahi Ladbrokes Premiership sekarang dan kami berterima kasih kepada klub peserta atas dukungan mereka pada keputusan ini," sambungnya dikutip dari Sky Sports.
Keputusan Skotlandia menyudahi kompetisi sepak bola divisi teratas menyusul Perancis dan Belanda yang sudah lebih dulu memastikan tak melanjutkan liga musim ini. Sementara Jerman sudah kembali menjalankan kompetisi, negara-negara lain seperti Inggris, Spanyol, dan Italia masih menunggu kepastian.
[Gambas:Video CNN] (nva)
