Honda Diklaim Ingin Balas Dendam ke Lorenzo di MotoGP 2020

CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2020 20:20 WIB
Repsol Honda Team rider Jorge Lorenzo of Spain reacts in his pit during the MotoGP fourth free practice session of the Japanese Motorcyle Grand Prix at the Twin Ring Motegi circuit in Motegi, Tochigi prefecture on October 19, 2019. (Photo by Toshifumi KITAMURA / AFP) Jorge Lorenzo di Repsol Honda. (Toshifumi KITAMURA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap tes Ducati Michele Pirro menuding Honda sebagai pihak di belakang keputusan pebalap wildcard dihapus dari MotoGP 2020. Pirro mengklaim Honda ingin balas dendam terhadap Jorge Lorenzo.

Pengelola MotoGP (Dorna Sports), Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM), Asosiasi Tim MotoGP (IRTA), dan Asosiasi Tim Pabrikan (MSMA) sepakat untuk menghapus keikutsertaan pebalap wildcard di MotoGP 2020.

Kesepakatan itu diambil agar jumlah pebalap di trek bisa semakin sedikit sekaligus mengurangi risiko keselamatan di tengah pandemi virus corona.


Kesepakatan itu pula membuat Jorge Lorenzo gagal memperkuat Yamaha sebagai pebalap wildcard di MotoGP Catalunya 2020. Pirro pun menganggap kesepakatan itu diambil karena Honda ingin membalas dendam terhadap Lorenzo.

"Saya tidak tahu apakah ini cara seseorang membayar atas perbuatan mereka, tapi saya pikir ini tidak adil. Saya bisa memahami jika keputusan diambil satu bulan sebelum balapan, tapi saat ini kita tidak tahu kapan MotoGP 2020 akan dimulai," ucap Pirro dikutip dari AS.

"Mungkin Honda ingin menghukum Lorenzo setelah dia kembali ke Yamaha. Tapi saya bukan Lorenzo, yang dengan pendapatannya bisa tetap di rumah. Saya pikir saya masih bisa berbicara banyak di MotoGP," sambung Pirro.

[Gambas:Video CNN]
Lorenzo kembali ke Yamaha sebagai pebalap tes setelah dua bulan memutuskan pensiun dari MotoGP. Keputusan pensiun membuat Lorenzo mengakhiri kontrak dengan Repsol Honda di tengah jalan yang masih menyisakan satu musim.

Pirro mengklaim Honda ingin membalas dendam terhadap Lorenzo, yang dianggap sudah berbohong demi meninggalkan Repsol Honda dengan keputusan pensiun. Lorenzo pun kembali ke Yamaha, yang merupakan rival Honda.

"Sebagai pebalap yang menjalani hidup 360 kilometer per jam, keputusan ini sulit diterima. Selama 2,5 bulan saya latihan di rumah, saya merasa kecewa. Membuat keputusan seperti itu di depan [musim belum mulai] tidaklah tepat," ujar Pirro. (har/jun)