Bursa Transfer Liga Inggris Bisa Dibuka sampai Maret 2021

CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 21:20 WIB
Manchester City's Sergio Aguero, center, and Manchester United's Nemanja Matic, left, and Victor Lindelof compete for the ball during the English Premier League soccer match between Manchester United and Manchester City at Old Trafford in Manchester, England, Sunday, March 8, 2020. (AP Photo/Dave Thompson) Pertandingan Liga Inggris. (AP/Dave Thompson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa transfer Liga Inggris untuk musim depan berpotensi dibuka hingga Maret 2021 mendatang sebagai akibat pandemi virus corona.

Klub-klub Premier League bisa mendapatkan waktu lebih lama untuk menjual dan membeli pemain karena wabah Covid-19. Saat ini, proposal perpanjangan bursa transfer berikutnya sedang dipertimbangkan FIFA.

Salah satu faktor yang membuka peluang bursa transfer berikutnya berlangsung lebih lama adalah kondisi keuangan klub-klub yang mengalami penurunan akibat wabah ini.


Sejumlah klub di berbagai level di Liga Inggris kemungkinan akan menjual para pemainnya guna meningkatkan finansial mereka di musim 2020/2021 yang berpotensi digelar tanpa penonton.

Dikutip dari Express, FIFA tengah membahas jendela transfer awal musim yang biasanya dimulai pada Juni dibuka hingga Januari 2021 mendatang. Akan tetapi, badan sepak bola dunia itu juga memiliki kemungkinan melanjutkan bursa transfer itu hingga Maret.

[Gambas:Video CNN]

Sebelum jendela transfer diterapkan pada 2002, klub-klub memiliki kesempatan hingga hari Kamis ketiga di bulan Maret guna menyelesaikan skuat mereka.

FIFA telah berbicara dengan liga-liga top dunia, federasi, dan agen pemain tentang cara terbaik dalam mengoperasikan jendela transfer berikutnya.

Bursa transfer berikutnya dikhawatirkan sepi aktivitas karena persoalan keuangan klub. Pasar pemain bisa didominasi dengan kesepakatan pertukaran pemain guna memperkuat skuat mereka.

Di luar persoalan bursa transfer Liga Inggris, CEO Brighton and Hove Albion Paul Barber mengatakan petinggi Premier League perlu mendengarkan keprihatinan sejumlah bintang mereka seperti N'Golo Kante dan Troy Deeney.

Kante dan Deeney adalah sebagian pemain top yang menolak berlatih karena alasan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Hampir 40 ribu orang yang meninggal akibat virus ini dalam dua bulan terakhir di negara ini," ucap Barber.

"Ketika Anda memiliki latar belakang seperti itu, akan sangat tidak sensitif dan tidak sopan tanpa memperhitungkan ketakutan siapa pun," kata Barber menambahkan. (sry/nva)