Pada hari ini, 21 tahun silam, MU meraih kemenangan atas Munchen dengan cara yang apik. Setan Merah tertinggal 0-1 lebih dahulu lewat gol Mario Basler di menit keenam.
Basler mencetak gol pembuka dengan begitu halus lewat tendangan bebas. Sepakan pemain asal Jerman tersebut mengecoh kiper Peter Schmeichel memanfaatkan kelengahan pagar pemain-pemain MU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sadar strateginya tidak berjalan mulus, pelatih MU Sir Alex Ferguson mencoba mengubah taktik dengan memainkan Teddy Sheringham di menit ke-67 menggantikan Jesper Blomqvist.
Bermain dengan tiga striker belum juga cukup bagi MU mencetak gol balasan. Kali ini giliran Ole Gunnar Solskjaer yang masuk di menit ke-81 menggantikan Cole.
Lothar Matthaus menangis usai gagal juara Liga Champions. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG) |
MU baru bisa bereaksi pada menit-menit akhir. Sebaliknya, lini pertahanan Munchen terlihat seperti kelelahan. Meski demikian, bangku cadangan Munchen dan juga suporter mereka cukup optimistis bisa membawa pulang trofi Liga Champions.
Sampai pada akhirnya serangan MU dari sisi kiri dihalau bek Munchen dan menghasilkan sepak pojok. Dalam tendangan sudut di masa injury time itu kiper Schmeichel maju hingga kotak penalti lawan.
[Gambas:Video CNN]
Sepak pojok itu tidak mulus. Tendangan David Beckham tidak disambut sempurna rekan setimnya. Namun, pertahanan Munchen juga tidak bisa menyapu bersih bola dengan baik.
Pada akhirnya, bola buangan pemain Munchen jatuh di kaki Ryan Giggs yang langsung disepak ke arah gawang Kahn meski tendangannya tidak sempurna. Sheringham berdiri di posisi dan waktu yang tepat. Lewat sontekan kaki kanan, Sheringham yang bebas dari perangkap offside sukses mencetak gol penyeimbang di menit ke-90+1.
MU makin bergairah usai menyamakan kedudukan. Raut optimistis kini ada di kubu The Red Devils dan suporternya. Sebaliknya, Munchen dan pendukung mereka tampak cemas.
Gawang Oliver Kahn bobol untuk kedua kalinya di masa injury time yang sama. Waktu perpanjangan tiga menit habis. MU menang 2-1 dan membawa pulang trofi Liga Champions yang sebelumnya ada di depan mata Die Roten.
Trofi Liga Champions itu jadi yang kedua dalam sejarah MU setelah 1967/1968. Kemenangan dramatis yang sukses menghapus dahaga akan trofi Liga Champions selama 31 tahun.
Lihat juga:Henry Cejudo, Juara Bantam UFC Resmi Pensiun |
Sebelum juara Liga Champions, MU lebih dahulu dinobatkan sebagai kampiun Liga Inggris dan juga Piala FA.
Tiga gelar utama tersebut menjadikan Manchester United sebagai satu-satunya tim asal Inggris yang pernah meraih treble winner. (sry/ptr)
Lothar Matthaus menangis usai gagal juara Liga Champions. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG)