Biglia mengaku mengikuti serial tersebut dan menganggap perjalanan Michael Jordan di musim terakhir bersama Chicago Bulls yang didokumentasikan oleh ESPN tersebut sangat menarik untuk diikuti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biglia lalu berharap kisah Messi nanti dilengkapi kemenangan di Piala Dunia 2022.
"Adegan yang ingin saya lihat di masa depan adalah seperti saat Jordan memegang piala dan menangis. Saya ingin melihat Messi dengan trofi Piala Dunia."
"Itulah yang ingin saya lihat. Saya tahu bahwa hal itu sangat berarti untuk dirinya dan Argentina," kata Biglia.
Biglia sendiri menganggap sosok Messi tidak menampilkan keangkuhan ala bintang super.
"Messi selalu menempatkan dirinya sepertimu. Bukan hanya karena sifat rendah hati, melainkan juga karena dia ingin membuatmu nyaman. Dia ingin membangun hubungan yang bagus dengan rekan setimnya."
"Itulah yang membuat ia semakin hebat. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan dirinya sebagai pemain. Sedangkan sebagai sosok pribadi, dia 100 kali lebih baik," tutur Biglia.
Biglia lalu menggambarkan kekecewaan Messi ketika terakhir kali gagal membawa Argentina juara di Piala Dunia 2018.
"Memori bagus tentu terekam, begitu pula dengan memori buruk. Mengapa seseorang harus menderita begitu banyak? Di Piala Dunia terakhir, kegagalan kami benar-benar memukulnya. Hal itu juga membuat saya bertanya-tanya. Pertanyaan itu terus bersama saya, bukan hanya ketika di lapangan, melainkan juga di luar itu." (ptr/sry)
