Mantan Atlet Tewas Tertembak dalam Kerusuhan di AS

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 11:42 WIB
Cropped shot of a man placing a white rose on a grave Ilustrasi meninggal. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan atlet american football Indiana Hoosiers, Chris Beaty, tewas pada akhir pekan lalu di tengah kerusuhan yang terjadi di Indianapolis imbas protes kematian George Floyd.

Dikutip dari CBS Sports berdasarkan laporan Indianapolis Star, Beaty mengalami beberapa luka tembak dalam insiden penembakan yang terjadi sebelum tengah malam pada Sabtu (30/5) di jalan Talbot dan Vermont. Beaty dinyatakan tewas di tempat kejadian di usia 38 tahun.

Penembakan tersebut salah satu dari dua kejadian mematikan terpisah yang terjadi di Indianapolis pada akhir pekan lalu.


Beaty adalah salah satu dari dua orang yang terbunuh pada malam itu di pusat kota Indianapolis dalam insiden yang terpisah.

Meski demikian, belum jelas apakah kematian Chris Beaty itu terkait langsung dengan aksi protes tewasnya Geogre Floyd atau tidak.

[Gambas:Video CNN]

Polisi Indianapolis mengonfirmasi pada Minggu (31/5) telah menangkap satu orang yang dikaitkan dengan insiden penembakan tersebut. Akan tetapi, pejabat kepolisian tidak mengatakan orang tersebut untuk aksi penembakan Beaty atau bukan.

Beaty merupakan sosok yang cukup dikenal di Indianapolis. Sebagai anggota tim sekolah Cathedral, Beaty menjadi bagian dari tim american football yang memenangi tiga kejuaraan negara bagian 4A pada 1996, 1998, dan 1999.


Pelatih Beaty semasa kuliah, Cam Cameron menyebut bahwa Beaty tengah berusaha menyelamatkan orang lain sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

"Chris adalah sosok hebat dan rekan setim yang baik, ia adalah pemimpin yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain, baik itu kulit hitam maupun kulit putih, sebelum dirinya sendiri."

"Sayangnya, dari kabar yang saya terima, hal itu membuatnya kehilangan nyawa. Dia kehilangan nyawa setelah menolong orang lain menuju rumah dengan aman di tengah kerusuhan," ucap Cameron dikutip dari The Indy Channel.

Kematian George Floyd oleh petugas kepolisian memantik protes dari banyak pihak, termasuk kalangan atlet. Selain atlet-atlet dari Amerika Serikat, sejumlah atlet dunia lainnya juga ikut memprotes insiden mengerikan itu, semisal Kylian Mbappe dan Memphis Depay.


Bahkan, beberapa dari mereka langsung turun ke jalan memprotes kematian Floyd itu. Enes Kanter, Lonzo Ball, hingga Malcolm Brogdon adalah atlet-atlet yang menyuarakan keresahan mereka dengan turun ke jalan. (sry/ptr)