Menurut Kusnaeni, yang perlu dilakukan Iwan Bule semestinya adalah lebih memperkuat organisasi dengan memaksimalkan pengurus yang ada dan penugasan yang jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah lagi Kesekretariatan Jenderal dengan segenap jajarannya yang jumlahnya juga cukup besar.
"Itu saja diperkuat dan difungsikan. Ketum sebaiknya tidak perlu lagi menambah staf. Cukup memaksimalkan yang ada dengan penugasan yang pas, pemilihan orang yang tepat, dan koordinasi yang lebih rapi," ujar Kusnaeni.
Meski demikian, Kusnaeni menjelaskan dalam statuta maupun peraturan organisasi PSSI tidak mengatur soal formasi maupun jumlah staf ketua umum.
Dengan begitu, apa yang dilakukan Iwan Bule dengan mengangkat dua staf khusus dianggap sah-sah saja.
"Dia merasa butuh orang-orang yang berpengalaman dan secara chemistry 'nyambung' dengan dia. Maka dipilihlah dua jenderal veteran yang memang sarat pengalaman dan sudah lama dia kenal," ungkap Kusnaeni.
Pada 28 Mei PSSI merilis keputusan Ketum PSSI mengangkat dua staf khusus. Keduanya merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI AD, yakni Mayjen TNI (Purn) Leo Siegers dan Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi.
"Suatu kebanggaan bagi saya dipercaya Ketua Umum PSSI untuk membantu di PSSI. Saya mencintai sepak bola sejak kecil dan mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. Tentu dengan kerja keras, kami yakin dibawah kepemimpinan Mochamad Iriawan, PSSI dan sepak bola Indonesia dapat berjaya dan meraih prestasi," kata Leo Siegers. (ttf/ptr)
