Pengamat: Ketua PSSI Tak Perlu Tambah Staf Khusus

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 14:06 WIB
Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan (tengah) didampingi Anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani (kanan) berbincang dengan Asisten Pelatih Indra Sjafri (kiri) saat melepas keberangkatan para pemain Timnas Usia 19 yang akan berlatih ke Thailand di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (20/1/2020). Sebanyak 28 pemain usia 19 tahun selama dua pekan melakukan pemusatan pelatihan di Thailand yang ditangani langsung pelatih kepala Shin Tae-Yong dan asisten pelatih Indra Sjafri untuk persiapan menghadapi Piala Dunia U 21 yang akan berlangsung di Indonesia pada 2021. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama. Ketua PSSI Mochammad Iriawan (tengah) menunjuk mengangkat dua staf khusus. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat sepak bola nasional, M. Kusnaeni, menilai Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan atau Iwan Bule tidak perlu mengangkat dua staf khusus untuk memberikan masukan dan pertimbangan bagi organisasi.

Menurut Kusnaeni, yang perlu dilakukan Iwan Bule semestinya adalah lebih memperkuat organisasi dengan memaksimalkan pengurus yang ada dan penugasan yang jelas.

"Lebih penting mana, memperkuat jajaran staf ketum atau memfungsikan organisasi PSSI secara keseluruhan? Saya memilih yang kedua. Perkuat saja organisasi PSSI secara keseluruhan sehingga sanggup menghadapi tantangan yang memang berat di depan mata," kata Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).


Kepemimpinan PSSI disebut Kusnaeni bersifat kolektif. Tugas dan fungsi Ketua Umum sudah diperkuat dengan keberadaan Wakil Ketua Umum serta komite eksekutif (Exco) yang jumlahnya cukup banyak, 12 orang.

Ditambah lagi Kesekretariatan Jenderal dengan segenap jajarannya yang jumlahnya juga cukup besar.

[Gambas:Video CNN]

"Itu saja diperkuat dan difungsikan. Ketum sebaiknya tidak perlu lagi menambah staf. Cukup memaksimalkan yang ada dengan penugasan yang pas, pemilihan orang yang tepat, dan koordinasi yang lebih rapi," ujar Kusnaeni.

Meski demikian, Kusnaeni menjelaskan dalam statuta maupun peraturan organisasi PSSI tidak mengatur soal formasi maupun jumlah staf ketua umum.

Dengan begitu, apa yang dilakukan Iwan Bule dengan mengangkat dua staf khusus dianggap sah-sah saja.

Ketua Umum PSSI, dikatakam Kusnaeni, mungkin melihat tantangan PSSI saat ini sangat berat. Tidak hanya menghadapi isu pandemi virus corona, tapi juga nasib kompetisi dan persiapan Piala Dunia U-20.

"Dia merasa butuh orang-orang yang berpengalaman dan secara chemistry 'nyambung' dengan dia. Maka dipilihlah dua jenderal veteran yang memang sarat pengalaman dan sudah lama dia kenal," ungkap Kusnaeni.

Pada 28 Mei PSSI merilis keputusan Ketum PSSI mengangkat dua staf khusus. Keduanya merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI AD, yakni Mayjen TNI (Purn) Leo Siegers dan Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi.

Dilansir dari situs resmi PSSI, kedua Staf Khusus itu bertugas untuk memberikan masukan dan pertimbangan kepada Ketua Umum PSSI demi kemajuan persepakbolaan di tanah air.

"Suatu kebanggaan bagi saya dipercaya Ketua Umum PSSI untuk membantu di PSSI. Saya mencintai sepak bola sejak kecil dan mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. Tentu dengan kerja keras, kami yakin dibawah kepemimpinan Mochamad Iriawan, PSSI dan sepak bola Indonesia dapat berjaya dan meraih prestasi," kata Leo Siegers. (TTF/ptr)