Marquez Tak Pernah Liburan Demi Punya Motor

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 17:02 WIB
Repsol Honda Team's Spanish rider Alex Marquez takes a corner during the last day of the pre-season MotoGP winter test at the Sepang International Circuit in Sepang on February 9, 2020. (Photo by MOHD RASFAN / AFP) Marc Marquez jadi penguasa MotoGP saat ini. (MOHD RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marc Marquez menyatakan keluarganya berjasa besar dalam keberhasilan dirinya menjadi pembalap terhebat di MotoGP saat ini.

Marquez mengakui bahwa orang tuanya sangat mendukung kariernya di dunia balap motor sehingga banyak pengorbanan yang dilakukan oleh Marquez dan keluarganya.


"Ada banyak orang yang membantu saya, namun orang tua dan keluarga adalah kunci. Itulah tempat semuanya berasal. Mereka bekerja lembur, tidak memiliki liburan, menabung agar bisa memberikan saya motor."


"Sampai saat ini pun saya selalu mendapatkan dukungan," ujar Marquez, dikutip dari Tuttomotoriweb.

Marquez menganggap perjuangan yang tak mudah itu turut membentuk dirinya sebagai pribadi yang kompetitif. Rasa kompetitif itu bahkan tak berubah meskipun Marquez sudah memenangkan enam gelar MotoGP sejak masuk kelas premier di 2013.

[Gambas:Video CNN]

"Seiring tahun berganti, semangat untuk tampil kompetitif tetap bersama saya. Hal itu karena hidup saya pun memang seperti sebuah kompetisi," ucap Marquez.

Kesenangan terhadap kompetisi itu juga yang membuat Marquez tidak pernah mencoba menancapkan pengaruhnya dalam penentuan rekan setim.

"Kalian bisa melihat bahwa dalam perjalanan karier saya, saya tak pernah melakukan veto terhadap rekan setim karena hal itu berarti saya takut."

"Saya memiliki rekan setim yaitu Pedrosa yang merupakan seorang juara yang hebat, Jorge Lorenzo, dan kini saudara saya [Alex Marquez]," kata Marquez.
GIF Banner Promo Testimoni


Marquez sudah mengikat kontrak dengan Honda hingga MotoGP 2024. Hal itu membuat Marquez terus difavoritkan jadi penguasa MotoGP pada beberapa musim mendatang.

Untuk tahun ini, MotoGP belum dimulai lantaran pandemi corona. (ptr/nva)