Fury Diklaim Sepakat Hadapi Joshua di Luar Inggris

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 18:14 WIB
LAS VEGAS, NEVADA - FEBRUARY 21: Tyson Fury enters the stage against Deontay Wilder during their official weigh-in at MGM Grand Garden Arena on February 21, 2020 in Las Vegas, Nevada.   Al Bello/Getty Images/AFP Tyson Fury ingin hadapi Anthony Joshua. (Al Bello/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juara dunia tinju kelas berat WBC Tyson Fury disebut menandatangani kesepakatan yang tidak diungkapkan (NDA) untuk melawan Anthony Joshua.

Meski demikian, perjanjian itu dibuat untuk pertarungan di luar Inggris yang akan ditawarkan kepada pihak Anthony Joshua. Hal tersebut diungkapkan mantan petinju asal Inggris yang juga promotor, Frank Warren.

Rencana duel Fury vs Joshua di luar Inggris akan menjadi berita buruk bagi penggemar tinju di Negeri Ratu Elizabeth itu. Pasalnya, pecinta tinju di Inggris sangat ingin menyaksikan Fury vs Joshua di Stadion Wembley atau Stadion Tottenham Hotspur.


Akan tetapi, apabila Joshua menyetujui pertarungan itu digelar di luar Inggris, Express melaporkan duel nanti akan mewah untuk kedua petinju.

Meski demikian, Warren sedikit pesimistis pihak Joshua akan menyetujui pertarungan itu. Warren menilai, Joshua yang kini memegang sabuk juara WBA, WBO, dan IBF tidak ingin bertarung di luar Inggris.

"Kami tidak punya masalah dengan itu [NDA]. Kami menandatangani NDA dengan negara yang diharapkan akan memberikan penawaran terbaik, dan kami tidak punya masalah dengan itu," ucap Warren dikutip dari Express.

GIF Banner Promo Testimoni
"Tyson ingin bertarung, tetapi saya tidak berpikir pihak lain akan melakukannya juga," ucap Warren menambahkan.

Warren menyebut pertarungan Fury melawan Joshua adalah duel yang sangat dinantikan penggemar tinju di Inggris.

"Saya baru saja merasakan sesuatu di tulang, dan saya mendengar di balik layar, mereka tidak benar-benar menginginkan pertarungan," tutur Warren.


Selain dengan Joshua, Tyson Fury juga dijadwalkan melakoni pertandingan ketiga melawan Deontay Wilder karena kedua pihak telah menandatangani persetujuan jelang duel kedua pada Februari.

Pertarungan melawan Wilder rencananya digelar pertengahan tahun ini, namun pandemi virus corona membuat pertarungan itu ditunda. (sry/nva)

[Gambas:Video CNN]