FIFA soal Ancaman Boikot Trump: Gunakan Akal Sehat

CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2020 19:35 WIB
Journalists gather in front of FIFA's headquarters in Zurich, Switzerland December 2, 2015.    REUTERS/Arnd Wiegmann Ilustrasi FIFA. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Jakarta, CNN Indonesia -- FIFA merespons komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan memboikot sepak bola dan American football terkait dengan pembatalan kebijakan yang mengharuskan berdiri saat lagu kebangsaan.

Badan sepak bola dunia tersebut meminta kepada semua pihak untuk saling menghormati saat muncul sesuatu yang menjadi kontroversi.

"FIFA sangat menganjurkan toleransi, saling menghormati, dan akal sehat ketika masalah-masalah penting seperti itu diperdebatkan," kata FIFA kepada AP.


"FIFA tidak memiliki toleransi terhadap semua insiden diskriminasi dalam sepak bola, sebagaimana diuraikan dalam Statuta FIFA. Kita semua harus mengatakan tidak pada rasialisme dan tidak pada kekerasan," ucap FIFA menambahkan.

Donald Trump mengancam memboikot sepak bola setelah pesepakbola AS dan atlet american football bersepakat berlutut saat lagu kebangsaan menyusul tewasnya George Floyd di tangan anggota polisi Minneapolis.

Banner Live Streaming MotoGP 2020
Pernyataan Trump disampaikan melalui media sosial Twitter yang menanggapi cuitan anggota kongres Matt Gaetz , yang tidak ingin AS memiliki timnas karena para pemainnya enggan berdiri saat lagu kebangsaan.

"Saya tidak akan menonton lagi," ucap Trump.

Pada 2017 Federasi Sepak Bola Amerika Serikat membuat kebijakan agar seluruh pesepakbola berdiri saat menyanyikan lagu kebangsaan.

Peraturan tersebut muncul setelah kapten timnas putri Amerika Serikat, Megan Rapinoe, berlutut saat lagu kebangsaan sebagai dukungan kepada atlet american football Colin Kaepernick.

Pasal itu dibatalkan USSF pada minggu lalu karena perubahan sentimen di antara publik sejak kematian George Floyd yang memicu protes antirasialisme secara global. (sry/nva)

[Gambas:Video CNN]