Shin Tae Yong, Pelatih Piala Dunia yang Cekcok dengan PSSI

CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2020 17:47 WIB
Pelatih Timnas Indonesia senior yang baru Shin Tae-Yong menghadiri acara perkenalan ke media di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2019). PSSI resmi mengontrak pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-Yong selama empat tahun ke depan. Shin Tae Yong dalam pusaran konflik dengan PSSI. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Shin Tae Yong sedang dalam hubungan yang tidak sehat dengan PSSI. Juru taktik berusia 51 tahun itu berselisih dengan PSSI karena komentarnya di media Korea Selatan.

Shin Tae Yong merupakan pelatih dengan karier gemilang semasa menjadi pemain. Selain juara di level domestik, pelatih kelahiran Yeongdeok itu juga pernah menjuarai Liga Champions Asia.

Shin Tae Yong mengawali karier sepak bola bersama Ilhwa Chunma FC setelah pindah dari Universitas Yeungnam pada Januari 1992.


Belum lama gabung Ilhwa Chunma, Shin Tae Yong langsung mempersembahkan trofi Piala Liga Korea 1992. Prestasi lebih besar diraih Shin Tae Yong dengan memboyong gelar Liga Korea atau K-League 1993.

Selama 13 tahun bersama Ilhwa Chunma yang kemudian berganti nama menjadi Cheonan Ilhwa Chunma hingga Seongnam Ilhwa Chunma, Shin Tae Yong total memberikan 14 trofi.

Selain 11 piala dari level domestik dengan enam di antaranya merupakan gelar Liga Korea, Shin Tae Yong juga meraih gelar Liga Champions Asia 1995 dan Piala Super Asia 1996.

Tidak saja prestasi bersama klub, Shin Tae Yong juga mengoleksi sejumlah gelar individu. Mulai dari Pemain Muda Terbaik hingga Pemain Terbaik Liga Korea, dan top skor Liga Korea. Shin Tae Yong kemudian menutup kariernya sebagai pemain dengan berseragam Brisbane Roar pada 2005.

Pensiun di Brisbane Roar sebagai pemain pada 2005, Shin Tae Yong langsung menjadi asisten pelatih di klub tersebut pada tahun itu juga. Posisi asisten pelatih itu dijabat Shin Tae Yong hingga 2008.

South Korea's coach Shin Tae-yong oversees a training session at the Rostov Arena on June 22, 2018, the eve of the Russia 2018 World Cup Group F football match between South Korea and Mexico in Rostov-On-Don. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)Shin Tae Yong bawa Korea Selatan kalahkan Jerman. (JOE KLAMAR / AFP)

Shin Tae Yong lalu kembali ke Seongnam Ilhwa Chunma pada 2009-2012. Mulanya Shin Tae Yong merupakan pelatih sementara, sejak 2009 hingga Februari 2010.

Saat menjadi pelatih definitif, Shin Tae Yong sukses memberikan gelar Liga Champions Asia 2010, yang kemudian dilanjutkan dengan meraih Piala Federasi Korea Selatan (KFA) 2011.

Mengilap bersama Seongnam Ilhwa, Shin Tae Yong ditarik ke timnas Korea Selatan pada Januari 2014, mulanya sebagai asisten pelatih. Pada Agustus 2014, Shin Tae Yong jadi pelatih sementara timnas.

Ia menjadi pelatih resmi Taegeuk Warriors pada 2015. Tidak ada turnamen utama yang dimenangi Shin Tae Yong bersama timnas Korea Selatan.

[Gambas:Video CNN]


Salah satu catatan mengilap saat melatih timnas ketika tampil di Piala Dunia 2018 di Rusia. Di Grup F Piala Dunia 2018, Korea Selatan berada di peringkat ketiga klasemen akhir dengan torehan tiga poin.

Satu-satunya kemenangan tersebut diraih dengan mengalahkan timnas Jerman yang notabenenya juara bertahan 2-0.

Performa Shin Tae Yong dan Korea Selatan di Rusia itu membuat PSSI kepincut merekrutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Kesepakatan PSSI dengan Shin Tae Yong terjadi pada akhir 2019 dengan penandatanganan kontrak selama empat tahun. Dalam kontrak itu Shin Tae Yong menangani tiga level, timnas senior, Timnas Indonesia U-23, dan Timnas Indonesia U-19 yang diproyksikan ke Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Shin Tae Yong belum banyak berbuat untuk Timnas Indonesia. Setelah memulai beberapa kali latihan sejak Januari 2020, persiapan Skuad Garuda di tiga level terhenti karena pandemi virus corona.

Meski demikian, ketika persiapan Timnas Indonesia akan dimulai kembali, Shin Tae Yong justru cekcok dengan PSSI.

Shin Tae Yong tidak saja meminta Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan. Negeri Ginseng itu dianggap aman dari virus corona. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki penambahan pasien positif baru yang cukup banyak setiap harinya.

Hubungan Shin Tae Yong memanas lantaran komentarnya di media Korea Selatan. Dalam pemberitaan-pemberitaan di media Korsel, Shin Tae Yong mengungkapkan sejumlah keluhan seperti ketidaknyamanan bekerja sama dengan PSSI, komentar tentang kepergian Ratu Tisha dari posisi Sekjen, dan keinginan untuk menggelar latihan di Korea Selatan.

PSSI pun menolak keinginan Shin Tae Yong membawa Timnas Indonesia ke Korea Selatan. Selain itu, Satgas Timnas Indonesia juga mengancam akan memecat Shin Tae Yong karena tidak ingin menggelar latihan di Indonesia.

Puncaknya, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menceritakan perselisihannya dengan Shin Tae Yong melalui situs resmi badan sepak bola Indonesia, Sabtu (20/6). Beberapa poinnya, Indra Sjafri mengklarifikasi tudingan indisipliner dari Shin Tae Yong dan menyebut mantan pelatih timnas Korea Selatan itu pembohong.

(sry/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK