Alasan Kevin/Marcus Dipecah di PBSI Home Tournament

CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2020 19:44 WIB
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon berusaha mengembalikan kok kepada ganda putra China Ou Xuan Yi dan Zhang Nan pada babak perempat final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (190/7/2019). Pasangan Kevin/Marcus melenggang ke babak semifinal setelah mengalahkan pasangan Ou/Zhan dengan skor 21-12, 21-16. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Kevin/Marcus bakal bermain dengan pasangan berbeda di PBSI Home Tournament. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga ganda putra terbaik Indonesia bakal dipecah pada PBSI Home Tournament yang akan digelar mulai Rabu (24/6).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menjelaskan, pertandingan akan lebih seru jika kekuatan tiga ganda putra utama dipisah.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dipastikan bermain dengan pasangan yang berbeda. Begitu pula dengan pasangan Hendra Setiawan/Mochamad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.


"Pasangan dipisah memang pertimbangan dari pelatih, karena kekuatan ganda putra kan ada di tiga pasangan ini. Kami juga mau bantu pemain pelapis untuk menambah pengalaman mereka, yang senior juga bisa 'gendong' yang lebih muda. Pertandingan juga jadi lebih seru, suasananya beda dari biasanya," kata Susy dikutip dari situs resmi PBSI.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Dalam turnamen internal ini Kevin akan berpasangan dengan Moh Reza Pahlevi Isfahani, sedangkan Marcus bersama Muhammad Shohibul Fikri. Hendra akan bermain dengan Pramudya Kusumawardana Riyanto, dan Ahsan bersama Juara Dunia Junior 2019, Leo Rolly Carnando.

Pasangan main Leo, Daniel Marthin, akan berduet dengan Rian. Sedangkan Fajar, pasangan tetap Rian, akan dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

"Kalau pasangannya enggak dipecah, kekuatannya kurang merata. Ini bagus untuk pemain muda, mereka dapat pengalaman main sama yang senior. Pemain senior juga bisa belajar bagaimana membimbing pemain yang lebih muda," ujar Hendra.

"Turnamen ini banyak manfaatnya buat atlet, supaya kami bisa merasakan lagi atmosfer pertandingan. Sudah lama kami tidak tanding, pasti hawa bertandingnya mulai hilang. Selain itu, turnamen internal ini bisa menghilangkan rasa jenuh juga," lanjut Hendra.

(jun/sry)

[Gambas:Video CNN]