Bhayangkara FC Klub Baru yang Sukses Buat Kejutan di Liga 1

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 11:45 WIB
Pesepak bola Bhayangkara FC Dendy Sulistyawan (kedua kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya seusai menjebol gawang PSM Makassar pada laga pertama perempat final Piala Indonesia di Stadion PTIK Jakarta, Sabtu (27/3/2019). Bhayangkara FC menang 4-0 atas PSM Makassar. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pd. Bhayangkara FC meraih gelar Liga 1 2017. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bhayangkara FC merupakan klub sepak bola yang mewakili institusi Kepolisian Republik Indonesia di kompetisi Liga 1. Nama Bhayangkara FC pertama kali menghiasi sepak bola tanah air tahun 2016.

Bhayangkara bermula dari dualisme terjadi di Persebaya Surabaya. Tim Bajul Ijo memutuskan tampil di Liga Primer Indonesia dengan memakai nama Persebaya 1927 di bawah PT Persebaya Indonesia.

Kemudian klub bernama Persikubar Kutai Barat diboyong ke Surabaya dan diubah namanya menjadi Persebaya Surabaya yang tampil di Divisi Utama. Kesamaan nama itu membuat Persebaya tidak diizinkan mengikuti turnamen Piala Presiden 2015.

Hal itu membuat dilakukan penambahan nama menjadi Persebaya United untuk bisa memuluskan keinginan tampil di turnamen Piala Presiden 2015. Sejak lolos ke babak 8 besar, BOPI meminta mereka untuk menanggalkan nama Persebaya karena hak paten logo dan nama ada di tangan Persebaya 1927 dan mereka kemudian mengubah nama menjadi Bonek FC.

Bhayangkara FC vs Timnas U22Bhayangkara FC baru mulai meramaikan kompetisi tanah air tahun 2016. (Dok. Bhayangkara FC)


Pada gelaran turnamen Piala Jendral Sudirman 2015, kelompok suporter Persebaya mengecam penggunaan Bonek FC sebagai nama klub. Nama Bonek FC kemudian berubah lagi menjadi Surabaya United pada 28 Oktober 2015.

Pada 12 April 2016, Surabaya United melakukan merger dengan tim baru PS Polri yang tampil di Piala Bhayangkara 2015 dan diberi nama Bhayangkara Surabaya United. Selang lima bulan kemudian, klub tersebut kembali mengubah nama menjadi Bhayangkara FC sampai saat ini.

Dibandingkan dengan klub-klub sepak bola legendaris Indonesia seperti Persija Jakarta, Arema FC, dan Persib Bandung, Bhayangkara FC merupakan klub baru yang masih 'bau kencur'. Meski saat itu masih berstatus pendatang baru, Bhayangkara FC mampu bersaing dan cukup diperhitungkan lawan-lawannya.

Pada kompetisi Liga 1 2017 atau dua tahun setelah menggunakan nama Bhayangkara FC, klub berjuluk The Guardian tersebut berhasil meraih gelar juara di bawah kepelatihan Simon McMenemy. Bahkan di musim berikutnya, Bhayangkara FC masih memastikan posisi tiga besar di akhir musim 2018 di bawah Persija Jakarta yang tampil sebagai juara dan PSM Makassar sebagai runner up.


Banner Live Streaming MotoGP 2020


Pada musim kompetisi 2019, Bhayangkara FC juga masih eksis di urutan keempat klasemen Liga 1 di bawah Bali United, Persebaya, dan Persipura Jayapura. Namun, The Guardian berhasil melewati peringkat tim-tim besar sepak bola Tanah Air, seperti Persib (6), Arema FC (9) dan Persija (10).

Mengawali musim 2020, Bhayangkara FC yang kini dilatih pelatih muda asal Inggris, Paul Munster berhasil meraih gelar juara di turnamenpramusimSiem Reap Super Asia Cup di Kamboja. Nama-nama tenardijagat sepak bola nasional khususnya Timnas Indonesia, juga menjadi bagian dariskuat The Guardian musim ini.

Sebut saja Andik Vermansah, Adam Alis, Hargianto, Nurhidayat Haji Haris, Putu Gede Juni Antara, Sani Rizki, Saddil Ramdani dan Awan Seto Raharjo.

Meski telah menjelma sebagai klub papan atas yang menakutkan bagi lawan, Bhayangkara FC belum memiliki basis suporter yang kuat. Itu terlihat dari sedikitnya kehadiran Bharamania yang datang ke stadion pada saat laga kandang maupun tandang.

[Gambas:Video CNN]

(TTF)