Cara Liverpool Kalahkan Man City

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 15:39 WIB
Liverpool's Mohamed Salah, left, scores his side's second goal of the game during the English Premier League soccer  match at Anfield, Liverpool, England, Sunday Nov. 10, 2019. (Peter Byrne/PA via AP) Mohamed Salah bisa bikin repot pertahanan Man City. (Peter Byrne/PA via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Liverpool berpotensi mempermalukan Manchester City di Stadion Etihad, Jumat (3/7) meski sudah menjuarai Liga Inggris musim ini. Berikut cara The Reds mengalahkan Man City.

Guard of honour dari tuan rumah dan hilangnya persaingan memperebutkan gelar juara diklaim membuat pertandingan ini hanya demi gengsi semata. Demi gengsi kedua tim akan tampil dengan kekuatan terbaik.

Duel Man City vs Liverpool ini merupakan pertarungan lini depan dan pertahanan terbaik di Liga Inggris musim 2019/2020.


Man City mengoleksi 77 gol dalam 31 laga sedangkan Liverpool 70 gol. Namun pertahanan The Reds hanya kebobolan 21 kali sedangkan The Citizens 33 kali.

Sektor pertahanan itu juga yang bisa dieksploitasi tim tamu untuk membawa pulang tiga angka dalam kunjungan mereka kali ini.

Berikut cara Liverpool mengalahkan Man City di Liga Inggris dikutip dari Liverpool Echo:

1. Serangan Balik Cepat

Pelatih Man City Pep Guardiola menginginkan timnya mendominasi penguasaan bola, menyerang total, dan merebut bola dari lawan dengan cepat. Gaya bermain tersebut menuntut Man City bertahan dengan sangat tinggi.

Akan tetapi, pertahanan Man City yang tinggi itu riskan untuk pemain-pemain belakang mereka. Nicolas Otamendi, John Stones, Benjamin Mendy, dan Kyle Walker, termasuk gelandang Rodri tidak cocok dengan taktik pertahanan yang tinggi itu. Mereka cenderung membuat kesalahan saat taktik tersebut diterapkan.

Hasilnya, pertahanan Man City mudah ditembus dengan serangan balik yang cepat, seperti saat melawan Chelsea di laga sebelumnya. Dengan begitu, pemain lawan akan mudah untuk satu lawan satu dengan kiper Ederson.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

2. Andalkan Salah dan Mane

Guna memanfaatkan banyak ruang di pertahanan Man City, Liverpool bisa mengandalkan Sadio Mane dan Mohamed Salah yang memiliki kecepatan.

Sejauh ini Liverpool termasuk tim dengan komposisi yang lengkap. Mulai dari pertahanan yang rapat, lini tengah yang apik, dan serangan yang cepat.

Kualitas individu Salah dan Mane juga sangat baik. Permainan keduanya dari sisi sayap bisa membuka ruang tembak bagi pemain Liverpool lainnya saat berada di kotak penalti Man City. Terlebih lagi, Man City banyak mendapat tembakan lawan dari dalam kotak penalti.

3. Lemah di Set Piece

Tuan rumah termasuk tim yang lemah dalam set piece atau bola-bola mati. Sebanyak 21 persen dari total kebobolan mereka berasal dari set piece, baik berupa tendangan bebas atau sepak pojok. Angka itu meningkat jadi 30,3 persen jika dihitung dengan kebobolan dari penalti.

Situasi itu bisa dimanfaatkan Liverpool yang memiliki Trent Alexander-Arnold serta Virgil van Dijk. Sejauh ini Van Dijk sudah mengoleksi 4 gol yang seluruhnya lewat sundulan, sedangkan Alexander-Arnold piawai dalam tendangan bebas.

(sry/jal)

[Gambas:Video CNN]