WAWANCARA EKSKLUSIF

Osvaldo Haay: Saya Merasa Rugi Tak Gabung Timnas Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 04/09/2020 19:49 WIB
Striker Osvaldo Haay menyayangkan tidak bisa bergabung dengan Timnas Indonesia karena mengutamakan kepentingan PNS di Papua. Osvaldo Haay absen di TC Timnas Indonesia periode Agustus. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyerang Osvaldo Haay bercerita soal kegagalannya gabung dengan Timnas Indonesia dalam pemusatan latihan awal Agustus.

Pemain Persija Jakarta itu juga membantah soal tuduhan mangkir dari pemanggilan Timnas Indonesia dan latihan Macan Kemayoran.

Osvaldo bertutur memiliki sejumlah urusan yang tidak kalah penting di Papua, kuliah dan pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).


Berikut wawancara Osvaldo Haay dengan CNNIndonesia.com:

Apa tanggapan Anda usai sempat diisukan pindah dari Persija dan dicap indispliner dari Timnas oleh netizen?

Banyak yang bicarakan saya. Mereka bilang Valdo enggak disiplin. Kalau saya sendiri enggak masalah. Itu terserah mereka mau ngomong apa. Saya terima saja.

Mereka menilai, yang jelas saya enggak bisa menilai diri kita sendiri. Yang penting saya berbuat baik, pasti ada berkat yang baik juga.

Osvaldo Haay kembali bergabung latihan bersama Persija.Osvaldo Haay urus keperluan PNS dan kuliah di Papua. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

Saya sendiri yang penting baik sama orang, seperti dengan Timnas karena buat negara, sama Persija karena itu klub saya. Saya bicara baik sama mereka. Saya urus pekerjaan di Papua. Saya bilang sama mereka, saya izin, dan dizinkan. Jadi apa masalahnya?

Lebih bagus apa yang mereka bilang saya jadikan motivasi saja. Berarti mereka memperhatikan saya, itu yang jadi motivasi saya untuk menunjukkan yang terbaik dibuktikan di pertandingan. Kalau sudah kembali, fokus latihan fokus bertanding.

Apa alasan Anda tidak bergabung di TC Timnas Indonesia bersama Shin Tae Yong dan Persija?

Saat pemanggilan awal Timnas saya minta izin karena untuk urus ini semua, kuliah dan PNS. Puji Tuhan mereka tanya, apakah benar? Saya kasih buktinya semua dan mereka kasih izin. Katanya 'ya sudah urus dahulu'

Lalu di klub, Persija, sebelum latihan izin juga. Sementara saya urus berkas-berkas PNS dan kuliah dahulu dan diizinkan.

[Gambas:Video CNN]

Puji Tuhan kemarin nama saya tembus di CPNS Jayapura. Buat saya sendiri, PNS menjanjikan untuk masa depan biar masa tua ada pegangan. Walaupun sepak bola menjanjikan tapi kalau dapat PNS, kenapa tidak ambil?

Saya ditempatkan di BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Papua. Sementara masih tunggu NIP (Nomor Induk Pegawai) kemarin sudah urus berkas-berkas.

Dari jalur mana Anda bisa masuk PNS?

Dapat PNS karena waktu itu Timnas juara Piala AFF. Tapi tetap ada prosedur yang harus diikuti. Saya ikut tes dan segala macam, itu harus. Kalau enggak, ya enak banget bisa langsung masuk.

Hasil tes CPNS itu juga harus bagus supaya lolos. Enggak hanya dari jalur khusus prestasi, tapi mereka lihat juga hasil tesnya.

Bapak sama ibu senang saya main bola, dapat PNS, Puji Tuhan harus bersyukur. Ada berkat dikasih ke orang yang tidak mampu.

Apakah Anda menyayangkan tidak bisa gabung di TC Timnas Indonesia?

Saya sendiri memang ada rasa rugi tidak bisa ikut latihan bersama Shin Tae Yong. Lalu juga di klub awal latihan tidak bisa gabung. Kalau boleh bilang saya minta maaf telat gabung, tapi semua itu saya sudah izin dan disetujui.

Soalnya juga saya selesaikan dahulu supaya saat saya kembali ke Jakarta semua urusan di Papua sudah selesai. Tidak perlu bolak-balik, bisa fokus di bola. Ongkos juga mahal Papua-Jakarta, buang-buang waktu juga.

Saya juga tidak mau mengganggu program latihan pelatih. Klub kasih izin, terima kasih tim sudah kasih izin saya menyelesaikan urusan semuanya di Papua. Sekarang sudah selesai semua tinggal tunggu wisuda dan NIP keluar.

Pemain Persija Jakarta Osvaldo Haay (kiri) dan Evan Dimas berselebrasi usai menjebol gawang Borneo FC dalam pertandingan pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (1/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.  *** Local Caption ***Osvaldo Haay bantah pindah dari Persija. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Anda kuliah di mana dan bagaimana proses kuliah di sela kesibukan sebagai pesepakbola profesional?

Awal masuk kuliah 2015, selesai lulus SMA langsung daftar kuliah di Universitas Cenderawasih. Awal masuk ambil Manejemen Ekonomi. Tapi pas semester keempat pindah, karena lebih rumit saja di ekonomi, rumit soal hitung-hitungan. Jadi pindah ke yang lebih ringan ke FISIP, Antropologi. Berat juga, tapi masih bisa dimengerti.

Saya sendiri maunya jadi pengusaha. Sudah ada bayangan. Sebenarnya enggak masuk ke jurusan kuliah yang saya ambil, tapi mungkin apa yang saya dapat di kuliah bisa jadi ilmu buat saya. Siapa tahu ada pekerjaan-pekerjaan yang sama seperti kuliah, ya enak.

Seberapa penting pendidikan buat masa depan Anda?

Menurut saya pendidikan sangat penting. Bukan hanya untuk seorang atlet tapi untuk semua orang karena pendidikan mau bagaimanapun itu nomor satu. Dengan pendidikan kita bisa punya pikiran lebih luas. Jadi apa pun bisa terbuka. Dasarnya ada di pendidikan.

Orang main bola kan sekarang juga harus pintar. Orang bilang, enggak selalu yang berpendidikan itu sukses, ya memang itu lebih ke pengalaman, ya itu penting tapi dasarnya itu pendidikan juga harus seimbang.

Mungkin kalau dibilang bagus enggak bagus jadi atlet sebenarnya tergantung kita sendiri. Mungkin kalau dahulu dibilang masa depan jadi atlet agak sulit, kalau sekarang saya rasa sudah agak bagus karena sepak bola moderen lebih menjanjikan untuk masa depan.

Seperti yang kita dapat dari sepak bola, bisa jadi uangnya kita putar untuk usaha supaya masa depan ada. Kepikiran ingin berbisnis. Saya sendiri maunya buka tempat penginapan, homestay gitu nanti. Beli tanahnya dahulu.

Banner gif video highlights MotoGP

Saya sekarang masih tabung uang dahulu di orang tua. Sekarang orang tua yang mengelola. Saya enggak masalah karena orang tua yang urus.

Skripsi sudah, menyelesaikannya dibantu orang juga biar enggak terlalu susah. Hehehe. Saya kuliah di Universitas Cenderawasih kampusnya sangat mengerti saya sebagai atlet.

Jadi diberikan keringanan kalau kami lagi bermain di Timans atau di klub, yang penting ikut kelas online lalu kalau ada tugas-tugas dikerjakan. Universitas Cenderawasih enak lah. Sekarang tinggal tunggu wisuda. Puji Tuhan September ini wisuda online.

Bagaimana cara Anda mengejar ketinggalan latihan?

Saya waktu mereka latihan di timnas atau klub, saya juga di Papua latihan terus, latihan keras. Di sana ada klub bola masa saya, Tunas Muda Hamadi, pelatihnya bagus-bagus semua. Semua pelatih saya sejak kecil.

Kemarin juga ada perkumpulan eks PON Papua uji coba, ada Kakak Ricardo Salampessy, Kakak Boaz. Jadi ada latihan. Malah sebelum Timnas latihan karena corona, kami di sana tetap latihan. Jadi enggak terlalu jauh mengejar ketinggalan latihan.

Tapi kan kalau di sana sama di Timnas beda porsi latihannya. Timnas intensitasnya lebih tinggi. Di Papua bisa lebih santai. Agak capai sedikit bisa setop. Kalau di sini kan tidak bisa begitu.

(TTF/sry)