ANALISIS

Absen Thomas Uber Tak Berarti Indonesia Kalah Sebelum Perang

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 08:32 WIB
Indonesia memutuskan mundur dari ajang Piala Thomas Uber 2020. Keputusan yang berat untuk diambil namun paling logis untuk dijalankan. Indonesia memutuskan mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia memutuskan mundur dari ajang Piala Thomas dan Uber 2020. Keputusan yang berat untuk diambil namun paling logis untuk dijalankan.

Mengacu pada hitung-hitungan di atas kertas, Indonesia punya peluang bagus terutama untuk merebut Piala Thomas tahun ini. Skuad Merah-Putih punya materi pemain yang mentereng di nomor tunggal dan ganda.

Bahkan untuk nomor ganda putra, Indonesia punya dua pemain di posisi teratas dunia lewat kehadiran Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.


Belum lagi nama lain yang bakal menghias skuad macam Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadikan Indonesia unggulan pertama di turnamen tersebut.

Namun keputusan sudah diambil. PBSI mengumumkan Indonesia tak mengikuti turnamen tersebut.

Trofi juara memang menggoda, namun kesehatan dan keselamatan pemain jelas tetap jadi yang utama. Pedoman ini yang diyakini PBSI dalam pengambilan keputusan ini.

Susy Susanti tengah memantau jalannya latihan Tim Indonesia.Susy Susanti dan Pengurus PBSI lainnya memutuskan Indonesia absen di Piala Thomas dan Uber 2020. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)

Beda Badminton dan Olahraga Lain yang Sudah Bergulir

MotoGP, NBA, UFC, Sepak Bola Eropa, UFC, dan turnamen grand slam tenis memang sudah berjalan. Namun ada karakter kuat yang membedakan hal tersebut dari turnamen badminton, khususnya Piala Thomas dan Uber 2020.

Di MotoGP, seluruh seri sejauh ini berada di Eropa, kawasan yang dianggap sudah bisa mengontrol penyebaran virus corona. Protokol ketat diterapkan sehingga bila ada pembalap yang positif corona, ia tak akan bisa tampil di seri terdekat. Jorge Martin positif corona dan tak bisa tampil di MotoGP San Marino.

NBA juga sudah bergulir memasuki babak play-off. Namun NBA dipusatkan di satu tempat yaitu Disneyland Orlando sehingga pemain-pemain terisolasi dari kerumunan dan mereka diikat oleh protokol ketat.

Sepak bola Eropa sudah ramai tetapi laga seperti Liga Inggris dan La Liga merupakan kompetisi domestik yang bisa lebih mudah diatur dalam mobilitas para pemain.

Sementara untuk Liga Champions dan Liga Europa, UEFA kemarin sudah menetapkan laga di satu tempat dan tanpa penonton sehingga prokotol ketat dan isolasi dari 'dunia luar' bisa dilakukan dengan baik.

Grand slam US Open sudah berjalan namun tenis lebih kepada turnamen individu. Ia tidak melibatkan banyak orang di dalamnya sehingga keputusan bisa diambil dengan lebih mudah dan tak melibatkan banyak kepala.

JACKSONVILLE, FLORIDA - MAY 09: Justin Gaethje (L) of the United States punches Tony Ferguson (R) of the United States in their Interim lightweight title fight during UFC 249 at VyStar Veterans Memorial Arena on May 09, 2020 in Jacksonville, Florida.   Douglas P. DeFelice/Getty Images/AFPUFC olahraga individu yang tidak melibatkan banyak orang dalam tim sehingga keputusan lebih mudah diambil. (AFP/Douglas P. DeFelice)

Pun demikian halnya dengan UFC. UFC bahkan punya prosedur protokol kesehatan yang ketat dengan mewajibkan petarung menjalani beberapa tes PCR selama periode pertarungan. Seorang petarung bakal batal berlaga ketika ia terbukti positif corona beberapa hari sebelum pertandingan. Sebagai olahraga individu, pengaturannya bakal lebih mudah.

Hal-hal itu yang sulit ditemukan di badminton. Badminton World Federation (BWF) sebagai organisasi dunia untuk olahraga ini juga terlihat kebingungan dengan langkah yang bakal mereka ambil.

Hal ini terlihat dari penetapan BWF yang penuh keyakinan pada turnamen-turnamen seri BWF di bulan Agustus dan selanjutnya. Namun penetapan itu akhirnya berantakan karena satu per satu negara yang jadi tuan rumah bergantian mengundurkan diri dan membatalkan turnamen.

Piala Thomas dan Uber 2020 kemudian jadi harapan BWF untuk bisa kembali melakukan restart dan mengembalikan agenda turnamen.

Namun dengan situasi pandemi corona, BWF harus berjuang keras untuk mendapatkan garansi dari Aarhus, Denmark yang jadi tuan rumah turnamen.

Piala Thomas dan Uber 2020 adalah turnamen beregu yang bakal melibatkan banyak orang di tempat dan waktu yang sama. Sejumlah kejuaraan beregu di Eropa juga sejatinya sudah mengalami penundaan seperti Piala Eropa 2020 dan Piala Eropa U-19.

Pebulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melakukan servis kearah  pebulu tangkis Thailand Busanan Ongbumrungphan pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Selasa (20/8/2019). Gregoria melaju ke babak 16 besar setelah menang dengan skor 21-14, 21-10. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pd.Gregoria Mariska dan kawan-kawan tidak tampil di Piala Uber 2020. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Selain itu, Piala Thomas dan Uber 2020 bakal membuka gerbang untuk negara-negara dari Asia. Sejauh ini negara-negara Asia masih berjuang untuk menjinakkan pandemi corona dan hal ini jelas jadi pertimbangan utama.

Dengan menggelar Piala Thomas Uber 2020, lingkup peserta bakal lebih besar karena dari seluruh penjuru dunia, bukan hanya sekadar dari satu kontinental saja.

Butuh kontrol yang sangat ketat dari panitia turnamen untuk bisa memastikan bahwa tim-tim yang datang sudah terbebas dari ancaman virus corona.

Pandemi corona ini sendiri adalah situasi yang butuh pemantauan dari minggu ke minggu atau bahkan hari ke hari. Situasi bisa berubah dalam kurun waktu tersebut sehingga pelaksanaan Piala Thomas dan Uber bakal terus dipantau serius hingga hari terakhir jelang turnamen dimulai.

Risiko dari Aspek Teknis

Dalam beberapa gelaran olahraga yang sudah berjalan, ada sejumlah pemain dan atlet yang terbukti positif corona. Tentu sulit memastikan bahwa protokol ketat bakal menggaransi kompetisi tersebut 100 persen bebas corona.

Namun bila kasus positif terjadi di liga sepak bola Eropa, hal itu 'tak bakal terlalu berpengaruh' lantaran mereka adalah kompetisi jangka panjang. Pemain yang terindikasi positif corona bakal menjalani isolasi mandiri atau perawatan, tak masuk tim hingga ia dinyatakan sembuh total.

Masih banyak laga tersisa untuk sang pemain yang positif corona untuk bisa kembali tampil dan unjuk gigi di lapangan.

Sedangkan untuk MotoGP dan UFC, satu atlet yang positif dan terpaksa batal tampil, hal tersebut hanya akan mempengaruhi diri sendiri mengingat keduanya adalah olahraga individu.

Jonatan Christie kalah dari Cheam June Wi.Dari aspek teknis, sebuah tim bakal rugi besar bila seorang pemain terbukti positif corona di tengaj turnamen berlangsung. (Dok. PBSI)

Sementara itu pelaksanaan Piala Thomas dan Uber 2020 adalah kejuaraan beregu yang hanya berlangsung selama sembilan hari. Dalam situasi pandemi, tentu tiap tim harus memikirkan risiko terburuk, yaitu anggota tim terpapar virus corona.

Sulit untuk sepenuhnya bersikap optimistis saat maju mengikuti turnamen di tengah pandemi corona yang penularannya terhitung mudah.

Bila satu orang pemain terkena virus corona, tentu hal itu langsung menggoyahkan tim, baik dari sisi mental maupun teknis.

Dari sisi mental, tim tersebut bakal harus bisa bermain dengan kondisi mengetahui rekan setimnya terpapar virus corona.

Dari sisi teknis, satu orang positif corona bakal melemahkan kekuatan tim yang hanya bakal berisi 10 orang.

Situasi bakal makin buruk bila menimbang kemungkinan satu kamar penginapan ditempati oleh dua pemain. Selain itu ada aktivitas bersama yang dilakukan sepanjang persiapan tim di lokasi pertandingan.

Begitu satu orang positif corona, ada peluang pemain lain yang ada di tempat tersebut juga menyusul positif corona. Semakin banyak pemain yang terkena corona, tentu kekuatan tim bakal makin pincang dan bahkan sampai pada risiko tak bisa bertanding lantaran kekurangan orang sehat.

Dengan durasi hanya sembilan hari, pemain yang positif corona kemungkinan tak akan bisa tampil lagi dan waktu mereka di sana hanya akan dihabiskan untuk menjalani isolasi atau bahkan perawatan intensif.

Situasi bakal lebih mengecewakan bagi tim bila pemain mereka terkena virus corona di fase akhir turnamen seperti babak semifinal atau final. Belum lagi pernyataan PBSI yang menyebut mereka masih belum paham tata cara BWF tentang pihak yang bertanggung jawab andai ada kasus positif corona di tengah turnamen.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Kemungkinan-kemungkinan terburuk itulah yang bakal dihadapi Indonesia bila mengikuti Piala Thomas dan Uber. Patut diingat, Tim Indonesia bakal melalui perjalanan panjang menuju Denmark sehingga ada risiko terpapar di perjalanan sebelum risiko lain terpapar ketika pertandingan.

Indonesia sudah membuat keputusan untuk tidak mengikuti pertandingan. Keputusan itu berdasar suara hati banyak pemain yang resah pada aspek keselamatan dalam persiapan keberangkatan. Keresahan itu yang kemudian jadi dasar bagi PBSI untuk memutuskan pembatalan keikutsertaan.

Indonesia mundur bukan lantaran tak punya persiapan. Indonesia justru memutuskan mundur setelah melakukan persiapan dengan baik sambil terus memantau situasi yang berkembang.

Latihan harian sudah rutin dilakukan dan simulasi telah dijalankan. Saat akhirnya keputusan mundur diambil, itu adalah keputusan yang disuarakan setelah melihat perkembangan terakhir pandemi corona di titik ini.

Mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020 bukanlah berarti Indonesia kalah sebelum berperang.

Mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020 berarti kesadaran bahwa keselamatan dan nyawa pemain-pemain badminton Indonesia di atas segalanya, tak goyah oleh godaan membawa pulang Piala Thomas yang sudah hilang sejak terakhir kali direbut 18 tahun silam.

(nva)

[Gambas:Video CNN]