ANALISIS

Timnas Indonesia U-19 yang Kian Matang Bersama Shin Tae Yong

Juprianto Alexander, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 08:35 WIB
Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Dinamo Zagreb dalam laga uji coba di Kroasia, Senin (28/9) waktu setempat. Timnas Indonesia U-19 meraih dua kemenangan di Kroasia. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Dinamo Zagreb dalam laga uji coba di Kroasia, Senin (28/9) waktu setempat. Hasil ini membuat tim Garuda Nusantara mengakhiri pemusatan latihan (TC) di Kroasia dengan positif.

Timnas Indonesia U-19 memastikan kemenangan di laga uji coba ini berkat gol Witan Sulaeman pada menit ke-38. Pemuda asal Palu itu membobol gawang Dinamo Zagreb lewat tembakan ke pojok kanan gawang.

Keberhasilan Timnas Indonesia U-19 meraih kemenangan sepadan dengan kerja keras mereka di lapangan. David Maulana dkk berhasil menunjukkan performa terbaik mereka di laga ini.


Skuad asuhan Shin Tae Yong tetap bermain dengan pakem formasi 4-4-2. Formasi ini jadi andalan pelatih asal Korea Selatan itu sejak laga pertama melawan Bulgaria yang berakhir 0-3.

Di laga ini, para pemain Timnas Indonesia U-19 terlihat makin nyaman dengan formasi ini. Seluruh pemain mampu tampil padu saat melakukan transisi dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya.

Banner gif video highlights MotoGP

Para penggawa Timnas Indonesia U-19 tidak terlalu banyak melakukan kesalahan operan seperti di laga-laga uji coba sebelumnya. Variasi umpan pendek dan umpan panjang Timnas Indonesia U-19 juga berjalan lebih mulus.

Duo David Maulana dan Brylian Negietha Aldama di lini tengah makin serasi. Kedua pemain ini bisa saling berbagi peran dengan baik saat menyerang maupun bertahan.

Di lini serang, umpan-umpan pendek untuk membuka pertahanan lawan juga lebih banyak tercipta, khususnya dilakukan oleh Witan Sulaeman. Peran Braif Fatari juga patut dipuji karena ia bisa memerankan tugasnya dengan baik sebagai penyerang yang difungsikan lebih sebagai second striker.

Nilai plus dalam permainan Timnas Indonesia U-19 bukan hanya soal menyerang. Dari segi kemampuan bertahan, Timnas Indonesia U-19 memperlihatkan perkembangan yang terbilang signifikan.

Latihan Timnas Indonesia U-19 Jelang Lawan BulgariaTimnas Indonesia U-19 sudah berlatih hampir satu bulan di Kroasia. (Dok.PSSI)

Saat menghadapi Dinamo, tidak banyak celah di pertahanan Timnas Indonesia U-19 yang bisa dimanfaatkan pemain depan lawan. Hal ini dikarenakan seluruh pemain semakin kompak bertahan dalam sebuah unit.

Para pemain Dinamo praktis sulit mencari celah masuk dari sisi sayap karena Witan, Imam Zakiri dan Supriadi yang dimainkan di laga ini rajin menutup ruang gerak bersama Bagas Kaffa dan Pratama Arhan.

Dampak dari transisi permainan yang mulus ini membuat kinerja pertahanan Timnas Indonesia U-19 membaik. Sepanjang 90 menit permainan, tidak banyak ancaman yang bisa dilakukan oleh para pemain Dinamo.

Singkatnya para pemain Timnas Indonesia U-19 semakin matang dalam bermain menggunakan formasi 4-4-2 favorit Shin Tae Yong. Mereka kini tahu kapan harus bertahan dan kapan harus menyerang.

Latihan Perdana Timnas Indonesia U-19 di KroasiaTimnas Indonesia U-19 rencananya akan melanjutkan pemusatan latihan di Turki. (dok. PSSI)

Aspek lain yang juga menggembirakan saat menang melawan Dinamo yaitu kemampuan para pemain mengantisipasi situasi bola mati. Di awal-awal masa uji coba, terutama saat takluk dari Bulgaria dan Kroasia, Timnas Indonesia U-19 begitu mudah kebobolan dari situasi ini.

Namun, potret buruk itu tidak terlihat melawan Dinamo. Seluruh pemain berani berduel saat bola terjadi bola mati dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi situasi ini.

Hal itu bisa dilihat dari ketidakmampuan Dinamo mencetak gol dari situasi set pieces. Padahal, Dinamo mendapatkan beberapa peluang dari set pieces sepanjang 90 menit.

Kendati grafik tim terus meningkat, Timnas Indonesia U-19 tetap punya aspek yang wajib secepatnya dibenahi. Hal ini berkaitan dengan buruknya penyelesaian akhir di laga uji coba terakhir.

Timnas Indonesia U-19 hanya bisa menciptakan satu gol walau mendapatkan banyak peluang. Satu-satunya gol itu datang dari kaki Witan di babak pertama.

Padahal, Witan setidaknya mendapatkan tiga peluang di laga ini, termasuk tendangan melengkung pemain asal Palu ini di babak kedua yang masih melenceng dari sasaran.

Peluang untuk mencetak gol juga didapat Braif, Brylian, hingga Supriadi. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat kiper Dinamo hanya sekali memungut bola dari gawangnya.

Perbaikan penyelesaian akhir ini wajib masuk dalam perhatian Shin Tae Yong setelah urusan stamina dan kekompakan bermain Timnas Indonesia U-19 sudah semakin baik.

(nva)

[Gambas:Video CNN]