ANALISIS

Manchester United yang Maha Membingungkan

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 07:21 WIB
Manchester United bisa menang ketika banyak yang meragukan dan malah kalah ketika mereka kebanjiran kepercayaan. Manchester United bisa menang saat tandang ke PSG. (AP/Michel Euler)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manchester United pulang dari Parc des Princes dengan senyuman. 'Setan Merah' mengalahkan Paris Saint Germain di Liga Champions ketika banyak yang tak percaya mereka bisa menang.

Dalam kondisi tak ideal lantaran awal musim yang kurang menyenangkan di Liga Inggris, Manchester United datang menghadapi tuan rumah PSG. MU jelas tidak dijagokan meskipun mereka baru saja menang 4-1 atas Newcastle United beberapa hari sebelumnya.

Namun seperti sudah jadi kebiasaan, MU justru bisa meraih kemenangan ketika mereka diragukan dan tak diunggulkan.


Tampil tanpa Harry Maguire, jenderal dan kapten di lini pertahanan, MU justru bisa tampil solid dan menggagalkan serangan-serangan Paris Saint Germain. Mereka sukses membuat PSG hanya melepaskan empat tembakan tepat sasaran selama 90 menit permainan.

Manchester United's goalkeeper David de Gea helps PSG's Kylian Mbappe to his feet during the Champions League group H soccer match between Paris Saint-Germain and Manchester United at the Parc des Princes in Paris, France, Tuesday, Oct. 20, 2020. (AP Photo/Michel Euler)Manchester United berhasil mengalahkan PSG ketika banyak yang meragukan mereka. (AP/Michel Euler)

Peluang terbaik yang dimiliki oleh PSG lewat tendangan Kylian Mbappe dan Neymar juga bisa digagalkan oleh penampilan cemerlang David de Gea di bawah mistar. Di lini depan, pergerakan cepat Anthony Martial dan Marcus Rashford beberapa kali merepotkan pertahanan PSG.

Meski gol pertama lewat penalti Bruno Fernandes terbilang keberuntungan karena wasit memutuskan penalti diulang, gol kedua Marcus Rashford layak mendapat pujian.

Rashford sukses melihat celah dan melepaskan tembakan silang mendatar yang mendarat di pojok gawang.

Gol Rashford tersebut memastikan Man Utd mengawali Liga Champions musim ini dengan kemenangan di tangan.

Kebiasaan Aneh Man Utd

Pada pertengahan musim lalu, tak ada yang percaya bahwa Manchester United bisa tampil hebat di sisa musim 2019/2020. Terlebih, Man Utd tidak bisa memboyong Erling Haaland untuk mengisi posisi striker yang sudah diidamkan.

Namun ternyata Man Utd sukses mematahkan prediksi tersebut. Man Utd jadi salah satu tim dengan performa terbaik di paruh kedua kompetisi, termasuk ketika pandemi corona melanda.

Kedatangan Bruno Fernandes mengubah permainan Manchester United. 'Setan Merah' yang awalnya diragukan bisa masuk zona Liga Champions, bisa mengakhiri musim di posisi empat besar.

Meski Man Utd gagal meraih gelar musim lalu, termasuk gagal di semifinal Piala Liga dan Piala FA, ada harapan besar bahwa Man Utd telah berubah kembali jadi tim besar yang solid.

Manchester United manager Ole Gunnar Solskjaer reacts during the English Premier League soccer match between Manchester United and Crystal Palace at the Old Trafford stadium in Manchester, England, Saturday, Sept. 19, 2020. (Shaun Botterill/Pool via AP)Ole Gunnar Solskjaer harus bisa membenahi penampilan labil Man Utd. (AP/Shaun Botterill)

Penampilan Man Utd sangat menjanjikan untuk jadi favorit juara Liga Inggris dan penantang Liverpool di musim 2020/2021. Kehadiran Donny van de Beek diyakini makin membuat lini tengah Man Utd berbahaya dibanding sebelumnya.

Tetapi ketika harapan dan kepercayaan diri penggemar tengah memuncak, skuat Ole Gunnar Solskjaer ternyata dengan mudah mematahkan harapan tersebut.

Manchester United langsung kalah 1-3 dari Crystal Palace di laga perdana Liga Inggris. Mereka kemudian hanya menang tipis 3-2 atas Brighton&Hove Albion saat tembakan lawan lima kali mengenai tiang.

Catatan paling tragis di awal musim jelas ketika mereka dibantai Tottenham Hotspur dengan skor telak 1-6. Kekalahan itu turut mendorong kehadiran Edinson Cavani dan Alex Telles di akhir penutupan bursa transfer.

Dua laga awal setelah jeda laga internasional kemudian dilalui dengan baik lewat kemenangan atas Newcastle dan Paris Saint Germain. Solskjaer sudah membuktikan bahwa kualitas terbaik dari Man Utd bisa membuat mereka meraih kemenangan menghadapi tim manapun.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Namun yang mesti diingat oleh Manchester United adalah mereka tidak bisa hanya tampil bagus ketika diragukan. 'Setan Merah' juga harus bisa menjawab dengan kemenangan ketika kepercayaan suporter pada kualitas tim tengah meninggi.

Tanpa itu, Manchester United bakal kembali gigit jari di akhir musim ini.

(nva)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK