Jelang El Clasico, Madrid Punya Utang Rp17 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 12:00 WIB
Real Madrid disebut memiliki utang 1.000 euro atau setara dengan Rp17,3 triliun jelang El Clasico melawan Barcelona di Stadion Camp Nou, Sabtu (24/10). Utang Madrid menumpuk jelang EL Clasico. (AP/Manu Fernandez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Real Madrid disebut memiliki utang 1.000 euro atau setara dengan Rp17,3 triliun jelang El Clasico melawan Barcelona di Stadion Camp Nou, Sabtu (24/10).

Kabar buruk menghampiri Madrid sebelum laga penting melawan Barcelona di El Clasico jilid pertama di musim ini.

Mantan presiden Madrid Ramon Calderon menyebut Los Blancos kini tidak lagi memiliki uang, namun punya utang menumpuk. Di mata Calderon, penjualan Cristiano Ronaldo pada 2018/2019 merupakan kesalahan terbesar Madrid.


"Dari kebodohan penjualan Cristiano, diketahui tim membutuhkan bantuan di posisi itu dan posisi lain," ujar Calderon dikutip dari Sport.

"Tapi, kenyataan yang menyedihkan, bahwa kotak [uang] itu tidak hanya kosong, namun juga penuh dengan faktor senilai kurang lebih 1.000 juta euro yang harus Anda bayar," kata Calderon menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Jelang melawan Barcelona, Madrid memiliki rapor buruk usai menelan dua kekalahan, 0-1 dari Cadiz di La Liga dan 2-3 dari Shakhtar Donetsk di Liga Champions. Sial bagi Sergio Ramos dan kawan-kawan, dua kekalahan itu terjadi di kandang mereka, Stadion Alfredo Di Stefano.

Meski demikian, Calderon tetap yakin Madrid bisa meraih hasil positif di El Clasico nanti.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

"Tapi kita harus optimistis, karena tim ini sudah mengalami momen buruk seperti ini dan bisa mengatasinya, meski jelas rasanya tidak bagus," ucap Calderon.

Calderon menilai pelatih Zinedine Zidane tidak layak disalahkan dalam keterpurukan Madrid saat ini. Dalam penilaian Calderon, rapor buruk Madrid saat ini merupakan imbas dari penjualan Ronaldo ke Juventus.

"Pertandingan melawan Shakhtar tidak bagus, ada banyak kesalahan, pasti juga [karena] susunan pemain. Tapi tidak ada yang bisa disalahkan secara khusus, ini adalah akumulasi dari keadaan yang telah terjadi. Sejak penjualan Cristiano yang bodoh tidak ada pemain yang mencetak gol," tutur Calderon.

(sry/ptr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK