Klarifikasi Bayu Gatra Diminta Pulang oleh Ibu Saat Tarkam

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 18:45 WIB
Gelandang PSM Makassar, Bayu Gatra memberikan klarifikasi terkait video viral ia diminta pulang sang ibu saat main Tarkam. Bayu Gatra memberi klarifikasi terkait video viral saat main tarkam dia diminta pulang ibunya. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gelandang PSM Makassar, Bayu Gatra Sanggiawan memberikan klarifikasi terkait video viral ia diminta pulang sang ibu saat sedang bermain Tarikan Kampung (Tarkam).

Kepada CNNIndonesia.com Bayu menjelaskan perihal yang terjadi pada saat ia mengikuti pertandingan Tarkam di Jember, Jawa Timur, Selasa (17/11). Menurut Bayu, pertandingan itu merupakan laga uji coba antara Predator FC yang isinya kumpulan pemain liga di Jember.

Sedangkan lawannya yakni Bedudu FC yang isinya sejumlah pemain Persewangi Banyuwangi, Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, Gresik serta banyak juga pemain liga 3. Saat laga terhenti Predator FC menang 2-0 atas Bedudu FC.


"Yang saya sesalkan penonton masuk lapangan dan memukul temen saya. Setelah saya telusuri ternyata yang masuk lapangan itu pejudi yang kalah," kata Bayu.

Lebih lanjut, Bayu yang merupakan eks pemain Timnas Indonesia U-19 itu menegaskan bahwa permintaan pulang dari sang ibu bukan lantaran melarangnya main Tarkam, melainkan karena keadaan yang sudah makin rusuh.

"Lalu mama saya takut, minta saya pulang karena sudah tidak kondusif situasinya. Tapi dia tidak tahu di belakang tenda itu juga belum aman. Saya bilang ke mama saya 'sudah mah di sini saja' karena saya takut nanti kena pukul juga. Soalnya sudah ada enam orang teman saya yang kena pukul," kata Bayu.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Sejak awal pertandingan sudah turun hujan yang membuat Bayu meminta ke panitia untuk menunda pertandingan ke Kamis (19/11). Tapi pemain yang dari luar Pulau Jawa disebut Bayu tidak mau karena mereka takut berutang saat menunggu jadwal pertandingan baru.

"Ini kan uji coba, friendly match. Saya juga tidak dapat apa-apa dari pertandingan itu, tidak dikasih uang juga. Tapi saya emosi ini uji coba suporter masuk lapangan. Pas saya tanya, panitia bilang cuma penghibur. Suporter boleh fantik tapi jangan merugikan orang lain," ujarnya.

Alhasil pertandingan tetap dilanjutkan saat hujan dan kemudian berhenti ketika suasana rusuh semakin tidak kondusif.

"Saya juga dulu berawal dari tarkam sebelum saya top. Saya paham mana yang risiko mana yang enggak," ujarnya.

"Makanya saya tidak mau tarkam kalau tidak di babak semifinal. Karena kalau masih penyisihan yang main orang ngawur. Kalau sudah semifinal biasanya sudah masuk orang pengalaman minimal sudah pernah main di liga," ujar Bayu.

Buat Bayu, Tarkam bisa berdampak positif untuk pemain profesional karena bisa menjaga penampilan dan performa selama kompetisi tidak ada.

"Di rumah saja juga butuh pertandingan untuk mengasah kemampuan, feeling bola. Tidak cuma latihan, virtual, gym saja, beda," tutur Bayu.

(ttf/ptr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK