Mengenang Gol Tangan Tuhan Maradona di Piala Dunia 1986

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 13:16 WIB
Diego Maradona dikenal bukan hanya sebagai pemain terbaik dalam sejarah, tetapi juga gol 'Tangan Tuhan' yang terjadi di Piala Dunia 1986. Diego Maradona membuat gol kontroversi dengan tangan saat Argentina berjumpa Inggris di Piala Dunia 1986. (AP/).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepergian Diego Maradona membuat dunia sepak bola kehilangan. Sang fenomena dari Argentina ini dikenal bukan hanya sebagai pemain terbaik dalam sejarah, tetapi juga gol 'Tangan Tuhan'.

Gol itu terjadi ketika Argentina bertemu Inggris di perempatfinal Piala Dunia 1986. Saat itu Argentina menang 2-1.

Di menit 51, Argentina membuka keunggulan lewat gol kontroversi pemilik nama lengkap Diego Armando Maradona Franco tersebut.


Gol itu bermula dari umpan satu dua Maradona kemudian disambung dengan sepakan Jorge Valdano yang mengarah ke kotak penalti Inggris. Tanpa sengaja bola liar itu diteruskan oleh pemain belakang Inggris hingga melambung ke gawang sendiri.

Maradona berlari mengejar bola tersebut lalu melompat. Semua orang menduga Peter Shilton yang saat itu menjadi kiper andalan The Three Lions, akan memenangkan duel udara melawan Maradona, karena secara postur lebih tinggi dibandingkan El Pibe de Oro.

Tanpa diduga, Maradona dengan cerdik meninju bola dengan tangan untuk memenangkan duel udara dengan Shilton. Bola jatuh dan bergulir ke dalam gawang. Wasit asal Tunisia Bin Naser mengesahkan gol tersebut.

Banner gif video highlights MotoGP

Maradona pernah mengungkapkan cerita di balik insiden gol 'Tangan Tuhan' yang selama ini belum terungkap.

Seusai mencetak gol pertama ke gawang Inggris di laga itu, Maradona meluapkan amarahnya dan membentak rekan setimnya, Sergio Batista, ketika selebrasi.

Maradona ingin rekan-rekan setimnya tak terlihat ragu saat selebrasi untuk meyakinkan wasit bahwa gol tabunya itu sah. Pasalnya, dia sadar betul Bin Nasser dalam posisi yang tidak ideal untuk memantau insiden itu.

"Jorge Valdano juga mengatakan kepada saya [di pertandingan tersebut] bahwa itu sebenarnya handball. Saya katakan: 'Saya akan beri tahu setelah pertandingan. Jadi, berhenti merecoki gol saya!'" kata Maradona.

Maradona sendiri mengaku gol tersebut bukan suatu kebetulan belaka. Dia sudah mempelajari tipe permainan Inggris, terutama dalam bertahan.

"Ketika Kenny Sansom memberikan saya bola 'gratis', saya sudah memperkirakan apa yang akan dia lakukan. Dia pasti akan melakukan back pass ke kiper."

Argentinian forward Diego Armando Maradona runs past English defenders Terry Butcher (L) and Terry Fenwick (2nd L) on his way to scoring his second goal during the World Cup quarterfinal soccer match between Argentina and England 22 June 1986 in Mexico City.  Argentina advanced to the semifinals with a 2-1 victory.  AFP PHOTO / AFP PHOTO / STAFFGol kedua Maradona ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986 diciptakan lewat aksi solo run. (AFP PHOTO / STAFF).

Wasit memang tidak melihat bahwa Maradona menggunakan tangan kirinya untuk mencetak gol. Namun dalam tayangan ulang di cuplikan video, jelas sekali Maradona menyentuh bola dengan tangan.

"Saya sempat bertemu dengan [wasit] Ali Bin Nasser, beberapa kali di Dubai. Dia mengatakan kepada saya hakim garis melihatnya gol dan dia juga tidak melihat handball."

Tak hanya gol Tangan Tuhan saja, gol kedua Maradona ke gawang Inggris tiga menit kemudian juga menggemparkan seisi stadion. Dia berhasil membuktikan kelasnya dengan aksi solo run untuk mencetak gol kedua Argentina.

Maradona membawa bola dari tengah lapangan, melewati empat pemain Inggris hingga melesat masuk ke dalam kotak penalti. Peter Shilton coba menghalau aksi Maradona namun gagal menghentikan bola bersarang di gawangnya.

Gol kedua Maradona ke gawang Inggris itu sering disebut sebagai gol solo terbaik. Status itu sah berpredikat 'goal of the century' pada tahun 2002.

Gol Tangan Tuhan Maradona dan 'gol abad ini' tersebut kini sudah berusia 34 tahun. Dua gol yang membuat nama Maradona masih harum mewangi hingga saat ini bahkan ketika dia telah menutup mata untuk selamanya.

Maradona wafat di usia 60 tahun. Dia meninggal dunia karena mengalami serangan jantung, hanya tiga pekan setelah menjalani operasi otak.

(osc/nva)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK