Tolak Penghormatan Maradona, Paula Dapena Diancam Dibunuh

jun, CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 12:48 WIB
Pesepakbola asal Spanyol Paula Dapena mendapat ancaman pembunuhan lantaran aksinya menolak memberi penghormatan untuk Diego Maradona. Banyak laga di penjuru dunia melakukan penghormatan selama semenit untuk Diego Maradona. (AP/Neil Hall)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesepakbola asal Spanyol Paula Dapena mendapat ancaman pembunuhan lantaran aksinya menolak memberi penghormatan semenit untuk mendiang Diego Maradona.

Legenda sepak bola dunia, Maradona, meninggal di usia 60 tahun usai menderita serangan jantung di rumahnya, Buenos Aires, Rabu (25/11).

Kepergian Maradona jadi kesedihan bagi dunia sepak bola dan hampir seluruh dunia memberikan penghormatan mengheningkan cipta selama semenit sebelum pertandingan dimulai.


Namun, Dapena mungkin jadi satu-satunya pesepakbola yang menolak memberi penghormatan kepada Maradona. Ia memilih untuk duduk di rumput sambil membalikkan badan ketika para pemain lain berdiri dan mengheningkan cipta selama semenit.

Aksi pemain 24 tahun itu sontak mendapat sorotan dari berbagai pihak. Sebagian memberikan dukungan dan banyak pula yang tidak menyetujui tindakan Dapena.

GIF Banner Promo Testimoni

Bahkan ia mendapat ancaman pembunuhan karena dianggap tak menghormati Maradona, legenda sepak bola Argentina yang terkenal dengan julukan "Si Tangan Tuhan".

"Selain dukungan, saya juga menerima ancaman pembunuhan dan begitu juga dengan rekan setim saya," kata Dapena kepada A Diario radio dikutip Yahoo Sports.

Meski demikian, Dapena tetap dengan pendiriannya. Ia mengaku tak menyesal dan akan melakukan lagi jika ada momen serupa untuk Maradona.

"Kami memberikan satu menit untuk diam bagi seseorang yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Bagi saya, itu adalah sebuah cita-cita feminis yang tak bisa saya izinkan: penghargaan untuk Maradona," terang Dapena.

Maradona dikenal luas sebagai pemain terhebat sepanjang masa sebelum kecanduan narkoba dan alkohol merusak kariernya. El Diego juga pernah dituduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada kekasihnya pada 2014.

Legenda timnas Argentina itu dituduh tertangkap dalam video sedang berdebat dan tampak memukul sang kekasih. Namun, Maradona membantah tuduhan tersebut dan tak pernah mendapat hukuman.

"Saya merebut telepon darinya tetapi saya bersumpah kepada Tuhan bahwa saya tidak pernah memukul seorang wanita," ujar Maradona kala itu.

Dapena punya alasan sendiri untuk menolak mengheningkan cipta untuk Maradona. Aksi tersebut jadi salah satu bentuk protes kepada FIFA yang tak menggelar peringatan semenit di Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Internasional.

Kebetulan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Internasional jatuh pada hari yang sama Maradona tutup usia.

"Beberapa hari yang lalu di hari Penghapusan Kekerasan Gender, isyarat seperti ini tidak dilakukan. Jika korban tidak dihormati dengan cara mengheningkan cipta sedetik pun, saya juga tak bersedia melakukannya untuk pelaku kekerasan," terang Dapena.

(jun/ptr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK