ANALISIS

Ilmu Kebal Liverpool yang Tak Habis-habis

nva, CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 08:41 WIB
Tanpa sederet pemain inti yang biasa menjadi andalan, Liverpool memastikan melangkah ke fase gugur Liga Champions, Rabu (2/11) dini hari. Pemain-pemain muda Liverpool memainkan peran penting. (AP/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanpa sederet pemain inti yang biasa menjadi andalan, Liverpool masih bisa unjuk gigi. The Reds memastikan melangkah ke fase gugur Liga Champions, Rabu (2/11) dini hari.

Melihat daftar susunan pemain pilihan Jurgen Klopp saat Liverpool menjamu Ajax, pantas kiranya jika ada yang tidak menaruh harapan besar pada pemilik enam gelar Liga Champions.

Selain trio Diogo Jota, Mohamed Salah, dan Sadio Mane di lini serang, serta keberadaan Jordan Henderson dan Georginio Wijnaldum yang ditopang Curtis Jones, kekhawatiran muncul di lini belakang.


Fabinho yang mulai terbiasa bermain di posisi Virgil Van Dijk dan memainkan peran bek asal Belanda itu mungkin bisa membuat tenang, namun Neco Williams dan Caoimhin Kelleher adalah dua nama yang ditakutkan bisa membuat petaka.

Dua pemain muda tersebut mendapat kesempatan bermain lantaran Trent Alexander Arnold dan Alisson Becker cedera.

Williams bermain penuh ketika Liverpool kalah dari Atalanta pekan lalu sementara Kelleher belum pernah bermain di Liga Champions. Kekhawatiran yang cukup pantas mengingat ada beban Merseyside Merah belum mengamankan tempat di Liga Champions hingga matchday keempat karena kalah dari Atalanta di Anfield.

Liverpool's Georginio Wijnaldum, left, duels for the ball with Ajax's Ryan Gravenberch during the Champions League group D soccer match between Liverpool and Ajax at Anfield stadium in Liverpool, England, Tuesday, Dec. 1, 2020. (Michael Regan/Pool via AP)Liverpool menghadapi laga yang cukup alot melawan Ajax. (Michael Regan/Pool via AP)

Wasit meniup peluit, pertandingan dimulai dan Liverpool mengawalinya tanpa cela. Menit-menit awal Jones sudah mengancam gawang Ajax. Sepakan pada menit kedua bisa diamankan Andre Onana, sementara tendangan pada menit keenam bisa berbuah gol jika tidak membentur tiang.

Liverpool memanfaatkan ruang di area pertahanan lawan pada 20 menit pertama, namun gagal membawa keunggulan di papan skor.

Ajax kemudian berupaya tampil agresif dan ngotot memegang kendali penguasaan bola. Menghadapi lawan yang Liverpool bermain dengan pressing dan solid.

Williams pun mendapat ujian berat. Sisi kanan Liverpool yang ia tempati kerap mendapat tekanan dari David Neres, Ryan Gravenberch, dan Nicolas Tagliafico.

Dalam pantauan heatmap yang dirilis Whoscored, Ajax lebih memanfaatkan sisi kiri dalam melakukan pergerakan ofensif.

GIF Banner Promo Testimoni

Peran Williams pun menjadi cukup krusial setelah terbukti berhasil menetralkan ancaman-ancaman De Godenzonen yang mengincar kemenangan untuk membalaskan dendam ketika kalah di kandang sekaligus demi tambahan poin melaju ke fase gugur.

Selain Williams yang semula diragukan, Kelleher pun tampil meyakinkan di bawah mistar gawang Liverpool. Debut di Liga Champions ditandai dengan positioning dan kecekatan mengamankan bola.

Noussair Mazraoui dan Klaas Jan Huntelaar menjadi dua pemain yang harus gigit jari lantaran peluangnya dimentahkan Kelleher.

Sepakan jarak jauh Mazraoui ditepis kiper jebolan akademi Liverpool itu. Sementara peluang emas Huntelaar pada menit-menit akhir juga diblok Kelleher.

Selama 90 menit, Kelleher melakukan empat penyelamatan dari seluruh total shot on target yang dilepaskan Ajax dari 11 upaya menembakkan bola, selain enam upaya lain Ajax tercatat off target yang merupakan keuntungan tersendiri bagi Liverpool.

Liverpool's goalkeeper Caoimhin Kelleher makes a save during the Champions League group D soccer match between Liverpool and Ajax at Anfield stadium in Liverpool, England, Tuesday, Dec. 1, 2020. (Peter Byrne/Pool via AP)Caoimhin Kelleher menepis tendangan Noussair Mazraoui. (Peter Byrne/Pool via AP)

Sementara Liverpool yang cukup efektif dalam membuat peluang butuh keberuntungan untuk mencetak gol. Durian runtuh ketika Onana melepaskan bola dari Williams dan Jones menyonteknya dengan simpel.

Padahal sebelum dan sesudah gol Jones banyak kans yang didapat Liverpool namun terbuang percuma. Jones sendiri tercatat melepas empat tembakan, selain itu ada pula upaya Mane dan Salah.

Sepanjang 90 menit, Liverpool kurang lebih hanya menguasai bola sebanyak 43 persen. Namun juara Liga Inggris itu bisa melepas 15 upaya membobol gawang lawan atau unggul empat tembakan dibanding Ajax yang memiliki keunggulan possesion 57 persen.

Hasil yang diraih Liverpool pada matchday kelima Liga Champions menunjukkan The Reds masih cukup kukuh dan dalam menghadapi musim yang diterpa badai cedera.

'Ilmu kebal' Liverpool pun akan diuji pada bulan Desember yang dikenal padat dan tidak bersahabat pada tim-tim Inggris. Total hingga akhir bulan, Liverpool akan memainkan enam laga Liga Inggris dan sebuah laga sisa di fase grup Liga Champions.

(jun)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK