Bela Muslim Uighur, Griezmann Putus Kontrak Huawei

CNN Indonesia | Jumat, 11/12/2020 07:32 WIB
Striker Barcelona Antoine Griezmann memutuskan kerja sama dengan perusahaan teknologi asal China, Huawei, demi membela Muslim Uighur. Antoine Griezmann putus kontrak Huawei karena Muslim Uighur. (AP Photo/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia --

Striker Barcelona Antoine Griezmann memutuskan kerja sama dengan perusahaan teknologi asal China, Huawei, demi membela Muslim Uighur.

Dikutip dari AP, pada Kamis (10/12) waktu setempat, Griezmann mengambil langkah besar dengan tidak lagi melanjutkan kontrak bersama Huawei.

Dalam pengakuannya di akun Instagram, Griezmann menduga perusahaan raksasa asal Tirai Bambu itu berkontribusi terhadap penderitaan Muslim Uighur.


"Menyusul kecurigaan kuat, bahwa perusahaan Huawei telah berkontribusi pada pada pengembangan 'peringatan Uighur' lewat perangkat lunak pengenalan wajah, saya mengumumkan penghentian segera kemitraan saya dengan perusahaan," kata Griezmann.

[Gambas:Instagram]

Lebih dari itu, penyerang timnas Prancis tersebut juga meminta Huawei menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan tidak lagi terlibat dalam penindasan terhadap Muslim Uighur.

GIF Banner Promo Testimoni

"Saya mengambil kesempatan ini mengundang Huawei untuk tidak hanya menyangkal tuduhan ini, tetapi mengambil tindakan nyata secepat mungkin mengutuk penindasan massal ini, dan menggunakan pengaruhnya untuk berkonstribusi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia dan hak perempuan dalam masyarakat," tutur Griezmann.

Menurut laporan tersebut, Antoine Griezmann merupakan duta merek global Huawei dan telah muncul dalam iklan yang mempromosikan ponsel cerdas perusahaan tersebut.

Sebelum Griezmann, sejumlah pesepakbola lain seperti gelandang Arsenal Mesut Ozil dan striker Istanbul Basaksehir Demba Ba juga pernah memberikan dukungan terhadap Muslim Uighur. 

Investigasi AP menemukan, Pemerintah China melakukan tindakan kejam dengan memangkas tingkat kelahiran Muslim Uighur dan minoritas lain sebagai bagian dari kampanye besar-besaran mengekang populasi Muslim.

Sebaliknya, mereka mendorong kalangan mayoritas Han guna memiliki anak yang lebih banyak.

(sry/sry)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK