Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester United tak punya alasan kalah dari Manchester City di semifinal Carabao Cup. Sebab, skuad Man City sedang pincang diterjang Covid-19.
MU dipastikan tak bisa memainkan Edinson Cavani yang masih harus menjalani sanksi larangan bertanding karena ungkapan beraroma rasial di media sosial.
Meski Cavani sudah mengklarifikasi unggahan bertuliskan 'negrito' hanyalah sebutan sayang buat rekan setimnya di timnas Uruguay, FA tetap melayangkan hukuman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, absennya Cavani tak berpengaruh besar terhadap kekuatan MU yang sedang berapi-api. Toh, mereka masih memiliki Marcus Rashford, Mason Greenwood, dan Anthony Martial di lini depan.
Kepercayaan diri skuad arahan Ole Gunnar Solskjaer juga tengah membumbung tinggi usai melewati 10 pertandingan tanpa terkalahkan di semua kompetisi.
Bruno Fernandes yang sempat dihujani kritik kini kembali bermain apik sebagai pengatur ritme permainan Setan Merah. Gelandang serang asal Portugal itu juga jeli memanfaatkan peluang untuk mencetak gol krusial bagi MU.
Sejauh ini top skor sementara MU dipegang Bruno Fernandes dengan koleksi 11 gol di mana lima di antaranya dicetak melalui titik putih.
Konsistensi MU di Liga Inggris pun berbuah manis dan berhasil membuat Liverpool ketar-ketir. Man Utd kini berada di peringkat kedua dengan jumlah poin yang sama (33) dengan pemuncak klasemen Liverpool.
MU juga siap mengambil alih puncak klasemen karena memiliki satu tabungan pertandingan lebih sedikit dari Liverpool. Situasi ini membuat suasana ruang ganti MU semringah dan memantik semangat untuk menatap persaingan juara.
Sementara kubu Man City tengah dirundung musibah lantaran lima pemain pilar mereka positif Covid-19. Mereka adalah Ederson, Gabriel Jesus, Kyle Walker, Ferran Torres, dan Eric Garcia.
 Gabriel Jesus masih menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19. (Marc Atkins/Pool via AP) |
Kelima pemain itu dinyatakan terpapar virus corona dan masih harus menjalani isolasi mandiri. Musibah ini tentu akan mengurangi kekuatan City saat menghadapi rival sekota mereka.
Meski demikian, The Citizens juga tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, mereka memiliki pelatih jenius Pep Guardiola dan para pemain pelapis berkualitas. Hanya saja mental MU lebih bagus untuk memenangkan pertandingan kali ini.
The Red Devils juga berambisi untuk membalas kekalahan pahit dari Man City di semifinal Piala Liga Inggris musim lalu. MU dipaksa menyerah dengan agregat 2-3 dari Man City dengan format dua leg.
 Man United musim lalu kalah dari Man City di semifinal Carabao Cup. (AP/Phil Noble) |
Kali ini, Man United punya peluang besar untuk membalas kekalahan tersebut dalam format satu pertandingan yang dimainkan di Old Trafford, Kamis (7/1) dini hari WIB.
Opta mencatat, MU tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir melawan City di semua kompetisi tanpa kebobolan. Rinciannya, MU dua kali menang dan sekali imbang lawan City.
Ambisi MU melangkah ke final semakin berlipat ganda setelah Tottenham Hotspur sudah lebih dulu memastikan satu tempat usai mengalahkan Bentford. Keberadaan mantan pelatih MU Jose Mourinho di kubu Tottenham juga akan menjadi bumbu penyedap jika MU lolos ke final.
Pembuktian MU dari Tudingan Raja Penalti
Bruno Fernandes jadi algojo penalti Manchester United. (AP/Clive Brunskill)
Laga melawan Man City juga bisa jadi pembuktian Solskjaer bahwa MU bukan tim beruntung dan bergantung dari hadiah penalti seperti yang dituding pelatih Liverpool Jurgen Klopp.
Belum lama ini, Klopp menyindir Man United sebagai tim yang mudah mendapatkan penalti di Liga Inggris. Komentar ini dilayangkan usai Liverpool kalah 0-1 dari Southampton dan menuding wasit tak jeli melihat beberapa pelanggaran yang seharusnya berujung penalti untuk The Reds.
"Saya mendengar bahwa Manchester United saat ini mendapatkan penalti lebih banyak saat dua tahun Ole [Gunnar Solskjaer] ada di sana dibandingkan yang didapat Liverpool semasa saya 5,5 tahun ada di sini. Saya tak tahu apakah hal ini kesalahan saya, saya tak punya jawaban kenapa hal ini bisa terjadi," kata Klopp seperti dikutip Daily Mail.
Solskjaer pun merespons dengan tenang perang urat saraf melawan Klopp. Ia hanya menanggapi klaim pelatih Liverpool itu dengan canda dan tawa.
Mungkin faktanya seperti itu," ujar Solskjaer sambil tertawa dalam konferensi pers jelang melawan Man City.
 Ole Gunnar Solskjaer dan Jurgen Klopp terlibat perang urat saraf. (AP Photo/Jon Super) |
Komentar Solskjaer ini meniru komentar mantan pelatih Liverpool Rafael Benitez dalam perdebatan cukup populer dengan pelatih legendaris MU Sir Alex Ferguson.
"Hal itu mungkin jadi jawaban saya. Sebuah fakta bahwa kami memiliki lebih banyak penalti dibandingkan mereka namun saya tak tahu berapa jumlah penalti yang mereka punya," ujar Solskjaer.
Man United tengah menjalani tren penampilan yang bagus usai tersingkir dari Liga Champions. Bruno Fernandes dan kawan-kawan tampil solid dan berusaha untuk meraih semua gelar yang bisa didapat musim ini.
Kemenangan atas Man City akan menjadi modal bagus bagi MU yang sedang haus gelar. Hasil positif di semifinal Carabao Cup tentu bisa menjaga gairah mereka untuk menggusur Liverpool dari puncak klasemen Liga Inggris.