Jakarta, CNN Indonesia -- Usai menggaet Mauricio Pochettino sebagai pelatih, PSG kini mulai membangun skuad sangar dengan berusaha merekrut Lionel Messi dari Barcelona dan berpeluang membentuk trisula lini depan bersama Neymar dan Kylian Mbappe di musim depan.
Messi yang bakal habis kontraknya Juni 2021 mendatang bisa didaratkan PSG dengan gratis. Jika benar terwujud, maka La Pulga membuat lini serang Les Parisiens makin mematikan dan menakutkan di dunia pada musim depan.
Meski sudah uzur, magis Messi belum pudar. Bersama Barcelona di bawah asuhan Ronald Koeman di musim ini, Messi perlahan menemukan kembali performanya yang sempat redup di awal musim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total sudah 12 gol sudah dilesakkan Messi, termasuk enam assist dari 20 laga di semua ajang musim ini. Rinciannya tiga gol di Liga Champions dan sembilan gol di Liga Spanyol. Dia kini menjadi top skor Liga Spanyol bersama Iago Aspas (Celta Vigo), Luis Suarez (Atletico Madrid), dan Gerard Moreno (Villarreal).
Secara keseluruhan, Messi sudah membuat 646 gol selama berkarier di Blaugrana. Sementara Neymar dan Mbappe dengan usia yang lebih muda dari Messi juga punya catatan mentereng.
Neymar sudah mencetak 254 gol dari 417 laga di sepanjang kariernya di tiga klub berbeda. Di Santos, Neymar membuat 70 gol, sementara di Barcelona 105 gol, serta 79 gol di PSG.
Mbappe juga sama. Dari 204 laga selama kariernya dia sudah mencatat total 131 gol. Bersama PSG, Mbappe mengukir 104 gol, sedangkan saat masih di Monaco dia membuat 27 gol.
 Kylian Mbappe dan Neymar bisa membentuk trisula maut jika Lionel Messi berhasil didatangkan PSG. (AP/David Ramos). |
Fleksibilitas Messi
Sejatinya kehadiran Messi bakal melengkapi trisula PSG bersama Neymar dan Mbappe. Sebab Neymar kerap bermain sebagai striker sayap kiri dan Mbappe di penyerang sayap kanan.
Sementara Messi bisa jadi false nine meski dia berposisi alami sebagai penyerang kanan. Selain striker palsu, Messi juga fasih sebagai playmaker atau berposisi sebagai second striker.
Statistik Messi menunjukkan flesibilitasnya selama di Barcelona. Dari total 646 gol yang telah diciptakan, dia paling banyak membuat gol ketika bermain sebagai sayap kanan, yakni 316 gol dan false nine dengan 274 gol.
Sementara jika diposisikan sebagai penyerang lubang (second striker) dia melesakkan 45 gol, gelandang serang 10 gol, dan sayap kiri satu gol.
Dengan tingkat fleksibilitas itu, Pochettino pun diperkirakan tak bakal pusing untuk mengutak-atik lini serangnya.
Jika Pochettino menaruh Messi di sayap kanan, Mbappe bisa jadi striker nomor 9 atau penyerang kiri. Demikian juga dengan Neymar, selain bisa bermain sebagai second striker juga cakap jadi striker tengah.
Artinya, trisula MNM juga bakal fleksibel tergantung kebutuhan Pochettino menghadapi satu pertandingan ke pertandingan lain.
Selain gahar menceploskan gol, Messi maupun Neymar dan Mbappe juga jago membuat umpan menjadi gol alias assist.
Messi selama ini sudah membuat 284 assist untuk Barcelona. Sementara sepanjang kariernya, Neymar mencatat 157 assist dan Mbappe 74 assist.
Perkiraan Formasi
Mauricio Pochettino bisa mengutak-atik lini serangnya jika Lionel Messi didatangkan. (AP/Joan Monfort).
PSG selama di bawah Thomas Tuchel sejak 2018 terbiasa bermain dengan 3-5-2. Dengan mengandalkan duet Neymar dan Mbappe, Tuchel sempat mengantar PSG ke final Liga Champions musim lalu.
Namun kedatangan Pochettino maka strategi dan formasi dipastikan berubah. Pelatih asal Argentina itu menyukai formasi 4-2-3-1.
Formasi itu yang sering jadi andalannya selama menukangi Tottenham Hotspur sejak 2014. Meski sesekali dia memakai 3-4-1-2, 4-4-2 (diamond), dan 4-3-3.
Dengan melimpahnya pemain-pemain hebat, terutama di lini serang, Pochettino diperkirakan tetap menggunakan 4-2-3-1 atau 4-3-3 sebagai pakem formasi selama menukangi Marco Verratti dkk.
 Lionel Messi akan reuni dengan Neymar jika gabung PSG. (AFP PHOTO / GERARD JULIEN) |
Hal itu terlihat ketika di laga perdananya PSG bermain imbang 1-1 melawan Saint-Etienne. Eks pelatih Espanyol itu menerapkan formasi 4-3-3.
Jika Messi benar direkrut, maka formasi yang cocok untuk PSG adalah 4-3-3. Messi, Neymar, dan Mbappe punya versatility di lini depan. Ketiganya bisa bermain di banyak posisi sebagai penyerang.
Setidaknya ada tiga komposisi yang bisa digunakan Pochettino untuk calon trisulanya dengan formasi 4-3-3, yakni Neymar-Messi-Mbappe, Neymar-Mbappe-Messi, atau Mbappe-Neymar-Messi.
Dengan kemungkinan besar trisula Messi-Neymar-Mbappe, bukan tak mungkin PSG bisa menjadi tim yang menakutkan dan menjadi raja Eropa, atau bahkan di dunia