Formula 1 GP China Terancam Ditunda

CNN Indonesia | Senin, 11/01/2021 12:51 WIB
Promotor F1 GP China meminta penyelenggaraan balapan jet darat di Sirkuit Internasional Shanghai ditunda, karena situasi pandemi Covid-19. Promotor F1 GP China meminta penyelenggaraan balapan di Sirkuit Shangkai 11 April ditunda karena pandemi Covid-19. (Manor Grand Prix Racing Ltd).
Jakarta, CNN Indonesia --

Promotor Formula 1 Grand Prix China meminta penyelenggaraan balapan jet darat di Sirkuit Internasional Shanghai ditunda karena situasi pandemi virus corona.

Dalam kalender F1 2021, GP China menjadi seri ketiga dari total 23 balapan dan dijadwalkan digelar pada 11 April. Tahun lalu balapan di Sirkuit Shanghai itu juga dicoret dari kalender F1 2020.

Dilansir dari Motorsport, promotor GP China telah mengajukan permohonan penundaan balapan di Shanghai.


"Kami telah mengontak (otoritas F1) lewat video conference hampir setiap pekan," ujar General Manager Juss Event, promotor GP China, Yibin Yang.

Permintaan penundaan ini lantaran situasi wabah Covid-19 di negeri Tirai Bambu. Dia ragu balapan pada 11 April di Sirkuit Shanghai bisa digelar dengan banyaknya ketidakpastian akibat Covid-19.

GIF Banner Promo Testimoni

"Saya rasa, dengan begitu banyak hal tidak pasti, sangat sulit bagi kami untuk menggelar balapan di paruh pertama musim pada April. Kami juga sudah resmi mengajukan pemunduran jadwal ini," ujarnya.

"Kami bermaksud ingin menukar waktu gelaran menjadi paruh kedua musim. Kami berharap bisa menggelar F1 pada paruh kedua F1 2021," ujarnya.

Jika otoritas F1 mengabulkan permintaan promotor GP China, berarti balapan jet darat tidak akan ada sepanjang April 2021.

Sesuai kalender 2021, setelah GP China dilanjutkan ke GP Vietnam pada 25 April. Namun, GP Vietnam dicoret karena kasus korupsi yang dilakukan salah satu orang penting di promotor lokal.

Banyak yang meyakini, sirkuit Imola (Italia) dan Portimao (Portugal) yang masuk revisi kalender 2021 lalu bisa mengisi kekosongan balapan di bulan April. Sebelumnya, kedua trek itu siap menggantikan Vietnam sekaligus menjadi awal rangkaian seri di Eropa.

(osc/jun)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK