PSSI: Belum Ada Rencana Timnas Kandang di Vietnam

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 17:31 WIB
PSSI angkat bicara soal kabar Timnas Indonesia terpaksa bermarkas di Vietnam saat melakoni laga kandang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Timnas Indonesia terpuruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI angkat bicara soal kabar Timnas Indonesia terpaksa bermarkas di Vietnam saat melakoni laga kandang Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia masih menyisakan satu laga kandang Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022, yakni saat melawan Uni Emirat Arab pada 30 Maret. Selain itu tim asuhan Shin Tae Yong akan menjalani laga tandang melawan Thailand pada 25 Maret dan Vietnam pada 7 Juni.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) Datuk Hamidin Mohd Amin mengklaim FIFA berpeluang besar menggunakan sistem bubble dengan menunjuk satu negara sebagai tuan rumah sisa laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Vietnam menjadi kandidat terkuat karena mampu mengendalikan pandemi virus corona.


Menanggapi kabar tersebut Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan sampai saat ini Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberi informasi. Situasi terakhir masih sesuai dengan jadwal awal tiga laga Timnas Indonesia, yakni dua laga tandang dan satu laga kandang di sisa pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

GIF Banner Promo Testimoni

"[Soal rencana bermarkas di Vietnam] Kita tunggu seperti apa rencana Shin Tae Yong dan Dirtek PSSI," kata Yunus Nusi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/1).

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengungkapkan belum mengetahui soal rencana Timnas Indonesia menjalani laga kandang di Vietnam.

[Gambas:Video CNN]

"Kami belum tahu tentang itu, nanti didiskusikan dengan Sekjen. Sejauh ini AFC belum memberikan update apa-apa, masih mengikuti jadwal dari sirkuler yang dikirimkan," sebut Indra Sjafri.

Timnas Indonesia saat ini menduduki peringkat buncit Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah menelan lima kekalahan. Vietnam berada di puncak dengan 11 poin, disusul Malaysia dengan 9 poin, Thailand 8 poin dan UEA dengan 6 poin.

(TTF/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK