Respons Klub Usai Liga 1 2020 Resmi Dibatalkan

jun, CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 18:33 WIB
Klub-klub merespons keputusan PSSI yang membatalkan kompetisi Liga 1 2020 lantaran tak kunjung mendapat izin keramaian di masa pandemi Covid-19. Liga 1 2020 resmi dibatalkan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Klub-klub merespons keputusan PSSI yang membatalkan kompetisi Liga 1 2020 lantaran tak kunjung mendapat izin keramaian di masa pandemi Covid-19.

PSSI melalui rapat Exco secara resmi menghentikan Liga 1 2020 yang tertunda sejak Maret 2020. Namun, PSSI berencana tetap menggelar kompetisi di 2021.

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menerima keputusan tersebut. Terpenting ada kepastian dari PSSI kapan kompetisi akan bergulir kembali.


"Klub dari awal minta kepastian supaya kompetisi kembali jalan, jangan menggantung seperti kemarin. Kejelasan ini bagus untuk klub mengatur finansial hak dan kewajiban supaya tahun depan lebih baik," kata Yoyok kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/1).

PSIS juga menegaskan pihaknya sudah menyelesaikan hak dan kewajiban kepada pemain dan ofisial. Klausul kondisi force majeure jadi alasan pemain tak bisa menuntut klub.

GIF Banner Promo Testimoni

"Kontrak tidak ada masalah klub dan pemain. Ada klausul terkait keadaan kahar karena pandemi. Kalau di PSIS ada titik temu, kalau liga disetop dan diganti tahun depan. Tapi di klub lain saya tidak tahu," ucapnya.

Lebih lanjut Yoyok menjelaskan salah satu amandemen kontrak yang dibuat antara manajemen PSIS dengan pemain yakni pergeseran kontrak ke 2021. PSIS menganggap di 2020 tidak ada pertandingan karena baru berjalan empat pekan.

"Kalau setiap kontrak di 2020 kita geser ke 2021. Kami sudah sepakat. PSIS dengan sponsor juga tidak masalah karena sebagian besar tidak ada pertandingan sejak awal pandemi dan kami sudah buat adendum dan clear semua. Contohnya, karena tidak ada liga maka benefit diganti apa misalnya."

[Gambas:Video CNN]

"Yang masalah kalau liga tidak disetop dan tidak ada kepastian. Klub terus menunggu dan selama menunggu pasti ada biaya juga, sementara klub tidak bisa menarik uang sponsor karena tidak ada kompetisi. Karena sekarang sudah pasti dihentikan, sponsor setop pemain setop. Jadi kami bisa fokus persiapan ke musim 2021. Sambil menunggu kepastian izin dari pihak kepolisian," jelas Yoyok.

Sementara itu, Manajer Bhayangkara Solo FC (BSFC) Nyoman Yogi Hermawan juga menyambut baik keputusan PSSI. Meski begitu, Bhayangkara belum bisa memastikan kapan pemain akan dikumpulkan kembali.

"Kami menyambut baik keputusan PSSI tersebut. Itu merupakan usulan mayoritas klub pada saat owners meeting kemarin. Tentunya sekarang menunggu info kapan kompetisi dimulai lagi setelah itu baru kami latihan," ujar Yogi.

(TTF/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK