Kaki McGregor 'Mati' Dihajar Poirier di UFC 257

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 02:11 WIB
Tak cuma menang, Dustin Porier juga membuat kaki kanan McGregor 'mati' yang kemudian jadi kunci kemenangan di UFC 257. Dustin McGregor membuat kaki Conor McGregor 'mati' sebelum memenangi petarungan dengan TKO. (USA TODAY Sports/Jeff Bottari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dustin Poirier menyelesaikan pertarungan melawan Conor McGregor di UFC 257 dengan sempurna. Tak cuma menang, Porier juga membuat kaki kanan McGregor 'mati' yang kemudian jadi kunci kemenangan The Diamond.

McGregor mengalami kekalahan TKO pertama kalinya sepanjang karier MMA. Empat kekalahan lainnya dialami McGregor karena kuncian.

Poirier tampil lebih leluasa di pertengahan ronde kedua. Salah satu momennya ketika dia mendaratkan tendangan ke arah betis kanan McGregor. Kakinya tertekuk, namun The Notorious masih mampu bertahan.


Namun tendangan itu membuat McGregor tak lagi bisa menahan pijakan dengan kakinya tersebut. Dia mulai goyah dan Poirier mengambil kesempatan untuk melancarkan serangan bertubi-tubi.

GIF Banner Promo Testimoni

McGregor kemudian jatuh. Pukulan tangan kiri Poirier kemudian membuat wasit mengakhiri laga.

Seorang dokter bernama Brian Sutterer menjelaskan betapa bahayanya cedera yang dialami McGregor. Tendangan Poirier tersebut telah membuat kaki McGregor 'mati' karena dia tak bisa lagi berpijak, dilansir dari Sport Bible.

"Perhatikan dengan tepat di mana kaki Poirier menyentuh kaki McGregor, tepat di bawah lututnya. Begitu dia membebani kaki kanan itu, dia merasa sangat tidak nyaman," jelas dokter itu melalui akun Youtube-nya.

[Gambas:Youtube]

Brian menjelaskan, tendangan Poirier persis mengenai aspek lateral tungkai bawah di dekat bagian luar betis. Tentu saja tendangan itu akan membuat rasa sakit yang luar biasa.

"Bahkan saat itu juga kita bisa melihat McGregor merasakan sakit, mengalami kesulitan memberi beban pada kaki. Dan itu baru saja terakumulasi sepanjang pertarungan, jadi kaki McGregor pada dasarnya mati," ujarnya.

"Tendangan di area ini secara khusus menargetkan sesuatu yang kami sebut saraf fibular umum. Saraf ini yang memasok kendali otot ke bagian tungkai bawah, tetapi juga beberapa sensasi.

[Gambas:Video CNN]

Brian menambahkan, bahwa banyak petarung UFC melakukan tendangan bawah dengan mengincar area betis dekat bawah lutut. Sebab tendangan itu efektif membuat lawan cedera.

"Saraf hijau [dalam video] adalah saraf fibular yang umum, dan yang penting tentang itu adalah seberapa dekat itu dengan saraf di bawah kulit," ujarnya.

"Banyak saraf besar lain di tubuh kita berada jauh di bawah kulit atau jauh di bawah otot, sehingga mereka terlindungi dengan cukup baik. Tapi khususnya saraf fibular ini sangat dekat dengan permukaan dan sangat rentan terhadap sengatan listrik dan cedera," tambahnya.

McGregor sendiri seusai pertarungan terlihat berjalan pincang saat menghampiri Poirier. Petarung asal Irlandia itu berjalan menggunakan tokat bantu.

(osc/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK