Lionel Messi tengah on fire dalam beberapa pertandingan terakhir. (REUTERS/ALBERT GEA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah sempat tampil inkonsisten di awal musim, Lionel Messi kini terlahir kembali di Barcelona. Ia menjadi beringas dan bisa jadi momen tidak tepat bagi Paris Saint Germainsaat kedua tim bersua di Liga Champions.
Catatan impresif Messi dalam beberapa laga terakhir bersama Barcelona membuat PSG ketar-ketir. Terlebih raksasa Liga Prancis itu dipastikan tak diperkuat pemain bintangnya, Neymar.
Sejauh ini Messi telah mengemas delapan gol dalam lima pertandingan terakhir Barcelona di La Liga. Ketajaman Barca sebagai sebuah tim juga sedang bagus-bagusnya. Total 26 gol tercipta dari 12 laga terakhir.
Statistik mengilap Messi jadi modal bagus Barcelona jelang melawan PSG pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou, Selasa (16/2) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Masalah internal yang sempat membuat Barcelona gontai sepertinya sudah selesai. Hubungan buruk Messi dan manajemen berangsur membaik dan membuat suasana ruang ganti Azulgrana kian bergairah.
Menurut laporan AS, kebangkitan Messi terjadi sejak pertandingan melawan Valladolid atau sebelum Natal tahun lalu. Chemistry yang terjalin manis dengan Pedri jadi salah satu faktor penyebabnya.
Kehadiran Pedri turut menjadi kunci di balik performa bagus Lionel Messi. (AP/Jose Breton)
Messi sempat kehilangan arah di awal musim lantaran tak punya tandem sebaik Luis Suarez yang dibuang ke Atletico Madrid. Kini, Messi sudah menemukan penggantinya dalam diri Pedri.
Barcelona arahan Ronald Koeman makin solid. Buktinya, mereka tak terkalahkan pada sembilan laga berturut-turut di mana tujuh di antaranya diakhiri dengan kemenangan.
Selain Messi, para pemain di lini depan seperti Pedri, Antoine Griezmann, Frenkie de Jong, dan Ousmane Dembele juga sedang berapi-api. Kelima pemain ini telah menyumbang 26 gol dari 12 pertandingan terakhir Barca.
Hanya saja, Barcelona juga sempat terjatuh ketika kalah dari Athletic Bilbao di final Piala Super Spanyol serta kalah 0-2 di leg pertama semifinal Copa del Rey. Namun khusus di Copa del Rey, Barca masih punya kans membalikkan defisit dua gol pada leg kedua nanti.
Isu pertikaian Lionel Messi dan Antoine Griezmann perlahan mulai memudar. (REUTERS/Marcelo Del Pozo)
Kunci Barca kembali menggeliat adalah menjaga Messi tetap bahagia.
"Dia benar-benar terlibat dalam permainan Barcelona. Dia terlihat bahagia di sepanjang pertandingan," kata Koeman setelah Barcelona menang 5-1 atas Deportivo Alaves.
Tak dimungkiri, Messi bermain apik saat melawan Alaves. Selain dua gol dan satu assist, Messi tampil menonjol dan amat menyatu dengan rekan setimnya.
AS bahkan menggambarkan penampilan Messi seperti anak-anak yang bermain dengan teman-temannya di teras sekolah. Pemilik nomor punggung 10 itu tampak rileks dan superior. Ia menjawab kebutuhan tim di setiap momen pertandingan dan bisa bekerja sama dengan siapapun pemain terdekatnya di lapangan.
Hubungan pemain dan pelatih juga terlihat lebih kuat dari sebelumnya. Setiap kali Messi dipercaya tampil maka pertandingan akan berbuah manis.
Messi bakal berusia 34 tahun dalam beberapa bulan ke depan, tetapi Messi menunjukkan kualitas yang sama, yakni menjadi penentu pertandingan kapan pun dia mau.
"Jika kami ingin menyingkirkan PSG, maka kami membutuhkan Messi dengan performa terbaiknya," ujar Koeman usai pertandingan melawan Alaves.
Barcelona menatap laga melawan PSG dengan modal bagus. Sebaliknya, PSG justru diterpa masalah. Pelatih Mauricio Pochettino harus kehilangan Neymar dan Angel Di Maria karena cedera.
Neymar mengalami cedera ketika memperkuat Paris Saint-Germain melawan Caen di babak 32 besar Piala Prancis. Hasil tes medis menyebut Neymar mengalami cedera panggul.
Sementara Di Maria cedera paha saat PSG menang 2-0 dari Marseille di Liga Prancis. Ini menjadi kerugian besar bagi PSG yang harus berhadapan langsung Azulgrana.
Kylian Mbappe diharapkan jadi pembeda di lapangan ketika Neymar dan Di Maria absen. Mauro Icardi, Moise Kean, Julian Draxler kemungkinan bakal jadi starter saat melawat ke Camp Nou.
PSG bertolak ke Camp Nou dengan aroma dendam. Sebab, mereka pernah disingkirkan secara dramatis pada babak 16 besar Liga Champions 2016/2017.
Itu merupakan pertemuan terakhir PSG dan Barcelona di fase gugur Liga Champions. Kala itu Les Parisiens sempat merasa di atas angin usai meraih kemenangan 4-0 di Parc des Princes.
PSG begitu perkasa di kandang lewat dua gol Di Maria, Draxler dan Edinson Cavani. Namun, asa mereka lolos ke perempat final buyar ketika berbalik jadi korban kekalahan telak di markas Barcelona.
Gelandang PSG Angel Di Maria juga harus absen karena cedera. (AP/Francois Mori)
PSG dipaksa bertekuk lutut 1-6 pada leg kedua. Neymar, yang kala itu masih memperkuat Barcelona ikut andil menyumbang dua gol, sementara empat gol lainnya terjadi berkat Luis Suarez, Messi, Sergi Roberto, dan bunuh diri Layvin Kurzawa. Sementara gol tunggal PSG dicetak Edinson Cavani.
Itu menjadi kekalahan menyakitkan yang tak mungkin dilupakan fan PSG. Menang telak di kandang, kemudian hancur babak-belur pada leg kedua.
PSG perlahan bangkit dan berhasil lolos ke final Liga Champions musim lalu. Sayang, mimpi klub kaya raya asal Prancis itu lagi-lagi kandas.
Les Rouge et Bleu harus puas finis sebagai runner up usai dikalahkan Bayern Munchen di Lisbon, Portugal. Gol semata wayang Munchen dicetak oleh mantan pemain PSG, Kingsley Coman di menit ke-69.
Kini, mimpi PSG untuk berjaya di kompetisi Eropa kembali menemui jalan terjal. Sebab, lawan yang bakal dihadapinya adalah raksasa Spanyol Barcelona.
Perjuangan PSG untuk melangkah ke perempat final juga terbilang sulit lantaran motor serangan, Neymar, mengalami cedera. Di kubu lawan, megabintang mereka Lionel Messi sedang on fire.
Bisa dibilang, PSG berada di momen tidak tepat untuk menghadapi Barcelona yang sedang berada dalam bentuk permaianan terbaiknya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah sempat tampil inkonsisten di awal musim, Lionel Messi kini terlahir kembali di Barcelona. Ia menjadi beringas dan bisa jadi momen tidak tepat bagi Paris Saint Germainsaat kedua tim bersua di Liga Champions.
Catatan impresif Messi dalam beberapa laga terakhir bersama Barcelona membuat PSG ketar-ketir. Terlebih raksasa Liga Prancis itu dipastikan tak diperkuat pemain bintangnya, Neymar.
Sejauh ini Messi telah mengemas delapan gol dalam lima pertandingan terakhir Barcelona di La Liga. Ketajaman Barca sebagai sebuah tim juga sedang bagus-bagusnya. Total 26 gol tercipta dari 12 laga terakhir.
Statistik mengilap Messi jadi modal bagus Barcelona jelang melawan PSG pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou, Selasa (16/2) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Masalah internal yang sempat membuat Barcelona gontai sepertinya sudah selesai. Hubungan buruk Messi dan manajemen berangsur membaik dan membuat suasana ruang ganti Azulgrana kian bergairah.
Menurut laporan AS, kebangkitan Messi terjadi sejak pertandingan melawan Valladolid atau sebelum Natal tahun lalu. Chemistry yang terjalin manis dengan Pedri jadi salah satu faktor penyebabnya.
Kehadiran Pedri turut menjadi kunci di balik performa bagus Lionel Messi. (AP/Jose Breton)
Messi sempat kehilangan arah di awal musim lantaran tak punya tandem sebaik Luis Suarez yang dibuang ke Atletico Madrid. Kini, Messi sudah menemukan penggantinya dalam diri Pedri.
Barcelona arahan Ronald Koeman makin solid. Buktinya, mereka tak terkalahkan pada sembilan laga berturut-turut di mana tujuh di antaranya diakhiri dengan kemenangan.
Selain Messi, para pemain di lini depan seperti Pedri, Antoine Griezmann, Frenkie de Jong, dan Ousmane Dembele juga sedang berapi-api. Kelima pemain ini telah menyumbang 26 gol dari 12 pertandingan terakhir Barca.
Hanya saja, Barcelona juga sempat terjatuh ketika kalah dari Athletic Bilbao di final Piala Super Spanyol serta kalah 0-2 di leg pertama semifinal Copa del Rey. Namun khusus di Copa del Rey, Barca masih punya kans membalikkan defisit dua gol pada leg kedua nanti.
Isu pertikaian Lionel Messi dan Antoine Griezmann perlahan mulai memudar. (REUTERS/Marcelo Del Pozo)
Kunci Barca kembali menggeliat adalah menjaga Messi tetap bahagia.
"Dia benar-benar terlibat dalam permainan Barcelona. Dia terlihat bahagia di sepanjang pertandingan," kata Koeman setelah Barcelona menang 5-1 atas Deportivo Alaves.
Tak dimungkiri, Messi bermain apik saat melawan Alaves. Selain dua gol dan satu assist, Messi tampil menonjol dan amat menyatu dengan rekan setimnya.
AS bahkan menggambarkan penampilan Messi seperti anak-anak yang bermain dengan teman-temannya di teras sekolah. Pemilik nomor punggung 10 itu tampak rileks dan superior. Ia menjawab kebutuhan tim di setiap momen pertandingan dan bisa bekerja sama dengan siapapun pemain terdekatnya di lapangan.
Hubungan pemain dan pelatih juga terlihat lebih kuat dari sebelumnya. Setiap kali Messi dipercaya tampil maka pertandingan akan berbuah manis.
Messi bakal berusia 34 tahun dalam beberapa bulan ke depan, tetapi Messi menunjukkan kualitas yang sama, yakni menjadi penentu pertandingan kapan pun dia mau.
"Jika kami ingin menyingkirkan PSG, maka kami membutuhkan Messi dengan performa terbaiknya," ujar Koeman usai pertandingan melawan Alaves.
Cedera yang dialami Neymar jadi kerugian besar bagi PSG. (AP/Michel Euler)
Barcelona menatap laga melawan PSG dengan modal bagus. Sebaliknya, PSG justru diterpa masalah. Pelatih Mauricio Pochettino harus kehilangan Neymar dan Angel Di Maria karena cedera.
Neymar mengalami cedera ketika memperkuat Paris Saint-Germain melawan Caen di babak 32 besar Piala Prancis. Hasil tes medis menyebut Neymar mengalami cedera panggul.
Sementara Di Maria cedera paha saat PSG menang 2-0 dari Marseille di Liga Prancis. Ini menjadi kerugian besar bagi PSG yang harus berhadapan langsung Azulgrana.
Kylian Mbappe diharapkan jadi pembeda di lapangan ketika Neymar dan Di Maria absen. Mauro Icardi, Moise Kean, Julian Draxler kemungkinan bakal jadi starter saat melawat ke Camp Nou.
PSG bertolak ke Camp Nou dengan aroma dendam. Sebab, mereka pernah disingkirkan secara dramatis pada babak 16 besar Liga Champions 2016/2017.
Itu merupakan pertemuan terakhir PSG dan Barcelona di fase gugur Liga Champions. Kala itu Les Parisiens sempat merasa di atas angin usai meraih kemenangan 4-0 di Parc des Princes.
PSG begitu perkasa di kandang lewat dua gol Di Maria, Draxler dan Edinson Cavani. Namun, asa mereka lolos ke perempat final buyar ketika berbalik jadi korban kekalahan telak di markas Barcelona.
Gelandang PSG Angel Di Maria juga harus absen karena cedera. (AP/Francois Mori)
PSG dipaksa bertekuk lutut 1-6 pada leg kedua. Neymar, yang kala itu masih memperkuat Barcelona ikut andil menyumbang dua gol, sementara empat gol lainnya terjadi berkat Luis Suarez, Messi, Sergi Roberto, dan bunuh diri Layvin Kurzawa. Sementara gol tunggal PSG dicetak Edinson Cavani.
Itu menjadi kekalahan menyakitkan yang tak mungkin dilupakan fan PSG. Menang telak di kandang, kemudian hancur babak-belur pada leg kedua.
PSG perlahan bangkit dan berhasil lolos ke final Liga Champions musim lalu. Sayang, mimpi klub kaya raya asal Prancis itu lagi-lagi kandas.
Les Rouge et Bleu harus puas finis sebagai runner up usai dikalahkan Bayern Munchen di Lisbon, Portugal. Gol semata wayang Munchen dicetak oleh mantan pemain PSG, Kingsley Coman di menit ke-69.
Kini, mimpi PSG untuk berjaya di kompetisi Eropa kembali menemui jalan terjal. Sebab, lawan yang bakal dihadapinya adalah raksasa Spanyol Barcelona.
Perjuangan PSG untuk melangkah ke perempat final juga terbilang sulit lantaran motor serangan, Neymar, mengalami cedera. Di kubu lawan, megabintang mereka Lionel Messi sedang on fire.
Bisa dibilang, PSG berada di momen tidak tepat untuk menghadapi Barcelona yang sedang berada dalam bentuk permaianan terbaiknya.