Bek Barcelona Diklaim Pakai Kewarganegaraan Palsu

CNN Indonesia | Sabtu, 27/02/2021 14:23 WIB
Bek Barcelona di Liga Ekuador, Byron Castillo saat ini sedang dalam penyelidikan setelah dicurigai menggunakan kewarganegaraan palsu. Ilustrasi sepak bola. (Istockphoto/FOTOKITA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bek Barcelona di Liga Ekuador, Byron Castillo dicurigai menggunakan kewarganegaraan palsu. Saat ini status kewarganegaraan Castillo sedang dalam penyelidikan Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF).

Dalam investigasi Direkrtur FEF Jaime Jara, Castillo diindikasi memiliki kewarganegaraan Ekuador dengan menggunakan dokumen palsu. Jara mengklaim, dia memiliki bukti pemain 20 tahun itu lahir di Tumaco, Kolombia, di perbatasan dengan Ekuador.

Setelah melakukan investigasi, Jara menyerahkan semua domumen tersebut ke Komisi Disiplin FEF dan meminta Castillo dihukum karena menggunakan dokumen palsu.


Dikutip dari Sport, Jaime Jara yakin, Castillo berasal dari Kolombia, bukan Ekuador, karena dia memiliki dokumen catatan sipil Kolombia di Kota Tumaco.

Dengan terkumpulnya dokumen-dukumen tersebut, Komisi Disiplin dikabarkan akan membuat keputusan yang bisa menjadi hukuman bagi sang pemain. Meski demikian, dikatakan Jara, Castillo memiliki hak membela diri.

[Gambas:Video CNN]

Castillo merupakan salh satu pemain penting Barcelona di Liga Ekuador. Dia memenangkan gelar tahun lalu dan menjadi starter di musim ini.

Persoalan kewarganegaraan Castillo tersebut bukan baru-baru ini. Investigasi kewarganegaraan Castillo berlangsung sejak beberapa tahun belakangan.

Banner Testimoni

Akan tetapi, pada 2019 FEF mengesahkan Castillo sebagai warga Ekuador. Meski demikian, FEF mengingatkan, mereka bisa membuka kembali investigasi jika diperlukan.

Sementara itu, agen pemain Marco Zambrano menuturkan, pada 2018 Castillo telah diperiksa sebanyak enam kali, dan pihak Catatan Sipil Ekuador dua kali melakukan pengesahan.

Di lain pihak, Presiden Barcelona menyatakan pemain naturalisasi Argentina, Carlos Alejandro Alfaro Moreno disahkan sebagai pemain Ekuador oleh FEF usai proses investigasi pada 2017 usai ditransfer dari Aucas.

(sry/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK