Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti meraih gelar All England 2020. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak tujuh wakil di berbagai sektor, kecuali tunggal putri, akan menjadi harapan publik badminton Indonesia dalam kejuaraan All England 2021 yang akan berlangsung 17-21 Maret. Berikut rapor tujuh wakil Indonesia di All England.
Semula Indonesia merencanakan mengirim lebih dari tujuh wakil ke All England, namun peraturan di masa pandemi tidak memungkinkan bagi atlet Indonesia yang sudah tampil di Swiss Open awal Maret lalu berlanjut ke All England.
Tim Indonesia pun dipecah. Sebagian tampil di Swiss Open, sementara yang lain berlaga di All England 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tujuh wakil Indonesia di All England 2021, dua tampil di sektor tunggal putra, tiga berlaga di ganda putra, dan masing-masing satu pasangan di ganda putri dan ganda campuran.
Berikut rapor 7 wakil Indonesia di All England:
1. Anthony Sinisuka Ginting Ginting tidak asing dengan All England. Tahun ini merupakan All England keenam bagi Ginting. Kali pertama tampil, di All England 2016, Ginting hanya sampai fase kualifikasi pertama.
Empat tahun selanjutnya Ginting selalu takluk di babak pertama. Pada 2017, setelah lolos dari kualifikasi, Ginting dikalahkan Chou Tien Chen. Setahun berselang Ginting takluk dari Tommy Sugiarto. Sementara pada 2019 dan 2020 Ginting harus mengakui keunggulan Ng Ka Long Angus dan Rasmus Gemke.
2. Jonatan Christie Sama seperti Ginting, Jojo juga memulai kiprah di All England pada lima tahun lalu dari fase kualifikasi. Debutnya di babak utama berakhir dengan kekalahan di babak pertama dari Kento Momota.
Setelah absen di 2017, Jojo menembus babak kedua pada 2018 dan 2019. Son Wan Ho dan Srikanth Kidambi menjadi penjegal Jojo dalam dua tahun beruntun. Sementara tahun lalu Jojo kalah di babak pertama dari Lee Zi Jia.
3. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon
Kali pertama tampil di All England pada enam tahun lalu, Kevin/Marcus melangkah hingga perempat final. Capaian terbaik Kevin/Marcus di All England adalah menjadi juara pada 2018 dan 2019.
Namun Kevin/Marcus juga pernah langsung terhenti pada babak pertama pada 2016 dan 2019. Ambisi Kevin/Marcus meraih juara tahun lalu kandas di babak final.
Sementara Kevin juga pernah bermain di sektor ganda campuran berpasangan dengan Greysia Polii pada All England 2016.
Marcus pun sempat berpasangan dengan Markis Kido di All England 2016 dan mencapai babak semifinal sebelum dihentikan Ahsan/Hendra.
4. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Seperti julukannya, The Daddies, bukan muka baru di dunia badminton. Ahsan dan Hendra sudah lebih dari 10 kali tampil di All England. Ahsan lebih dahulu tampil bersama Bona Septano dan Hendra berpartner dengan Markis Kido.
Ahsan/Hendra pertama main di All England pada 2013 dan langsung mencapai semifinal. Setahun berselang gelar juara berhasil mereka raih. Dalam empat penyelenggaraan All England selanjutnya, Ahsan/Hendra mentok di perempat final. Baru pada 2019 pasangan veteran ini kembali berjaya. Tahun lalu langkah Ahsan/Hendra sampai di babak perempat final.
5. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Ganda putra ketiga Indonesia ini berharap menjadi juara di All England 2021 untuk menyamai catatan Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra yang sudah mencatatkan nama sebagai kampiun All England.
Prestasi terbaik Fajar/Rian di All England adalah mencapai semifinal pada 2019 setelah gugur di babak pertama pada 2017 dan 2018. Sedangkan tahun lalu, Fajar/Rian gagal masuk perempat final.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi salahsatu andalan Indonesia di All England 2021. (dok. PBSI)
6. Greysia Polii/Apriyani Rahayu Greysia dan Apri baru bermain bersama di All England pada 2018. Setahun sebelumnya, Apri menjalani debut All England bersama Anggia Shitta Awanda. Sementara Greysia sudah mencicip All England pertama pada 2006 dan sejak saat itu sudah berganti-ganti pasangan.
Debut Greysia/Apriyani di All England 2018 ditandai hasil gagal melangkah ke babak kedua. Sanggup masuk perempat final di 2019, Greysia/Apriyani kembali kandas di babak pertama pada tahun lalu.
7. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Praveen/Melati merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berstatus sebagai juara bertahan. Praveen sebelumnya pernah merasakan juara All England 2016 bersama Debby Susanto. Sementara Melati hanya merasakan dua kali babak pertama All England bersama Ronald Alexander.
Setelah pisah dari Debby, Praveen mencapai semifinal All England 2019 bersama Melati dan dilanjutkan dengan kesuksesan menjadi juara.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak tujuh wakil di berbagai sektor, kecuali tunggal putri, akan menjadi harapan publik badminton Indonesia dalam kejuaraan All England 2021 yang akan berlangsung 17-21 Maret. Berikut rapor tujuh wakil Indonesia di All England.
Semula Indonesia merencanakan mengirim lebih dari tujuh wakil ke All England, namun peraturan di masa pandemi tidak memungkinkan bagi atlet Indonesia yang sudah tampil di Swiss Open awal Maret lalu berlanjut ke All England.
Tim Indonesia pun dipecah. Sebagian tampil di Swiss Open, sementara yang lain berlaga di All England 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tujuh wakil Indonesia di All England 2021, dua tampil di sektor tunggal putra, tiga berlaga di ganda putra, dan masing-masing satu pasangan di ganda putri dan ganda campuran.
Berikut rapor 7 wakil Indonesia di All England:
1. Anthony Sinisuka Ginting Ginting tidak asing dengan All England. Tahun ini merupakan All England keenam bagi Ginting. Kali pertama tampil, di All England 2016, Ginting hanya sampai fase kualifikasi pertama.
Empat tahun selanjutnya Ginting selalu takluk di babak pertama. Pada 2017, setelah lolos dari kualifikasi, Ginting dikalahkan Chou Tien Chen. Setahun berselang Ginting takluk dari Tommy Sugiarto. Sementara pada 2019 dan 2020 Ginting harus mengakui keunggulan Ng Ka Long Angus dan Rasmus Gemke.
2. Jonatan Christie Sama seperti Ginting, Jojo juga memulai kiprah di All England pada lima tahun lalu dari fase kualifikasi. Debutnya di babak utama berakhir dengan kekalahan di babak pertama dari Kento Momota.
Setelah absen di 2017, Jojo menembus babak kedua pada 2018 dan 2019. Son Wan Ho dan Srikanth Kidambi menjadi penjegal Jojo dalam dua tahun beruntun. Sementara tahun lalu Jojo kalah di babak pertama dari Lee Zi Jia.
3. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon
Kali pertama tampil di All England pada enam tahun lalu, Kevin/Marcus melangkah hingga perempat final. Capaian terbaik Kevin/Marcus di All England adalah menjadi juara pada 2018 dan 2019.
Namun Kevin/Marcus juga pernah langsung terhenti pada babak pertama pada 2016 dan 2019. Ambisi Kevin/Marcus meraih juara tahun lalu kandas di babak final.
Sementara Kevin juga pernah bermain di sektor ganda campuran berpasangan dengan Greysia Polii pada All England 2016.
Marcus pun sempat berpasangan dengan Markis Kido di All England 2016 dan mencapai babak semifinal sebelum dihentikan Ahsan/Hendra.
Ahsan/Hendra dan Praveen/Melati Koleksi Gelar
Foto: (Dok. PBSI)
4. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Seperti julukannya, The Daddies, bukan muka baru di dunia badminton. Ahsan dan Hendra sudah lebih dari 10 kali tampil di All England. Ahsan lebih dahulu tampil bersama Bona Septano dan Hendra berpartner dengan Markis Kido.
Ahsan/Hendra pertama main di All England pada 2013 dan langsung mencapai semifinal. Setahun berselang gelar juara berhasil mereka raih. Dalam empat penyelenggaraan All England selanjutnya, Ahsan/Hendra mentok di perempat final. Baru pada 2019 pasangan veteran ini kembali berjaya. Tahun lalu langkah Ahsan/Hendra sampai di babak perempat final.
5. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Ganda putra ketiga Indonesia ini berharap menjadi juara di All England 2021 untuk menyamai catatan Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra yang sudah mencatatkan nama sebagai kampiun All England.
Prestasi terbaik Fajar/Rian di All England adalah mencapai semifinal pada 2019 setelah gugur di babak pertama pada 2017 dan 2018. Sedangkan tahun lalu, Fajar/Rian gagal masuk perempat final.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi salahsatu andalan Indonesia di All England 2021. (dok. PBSI)
6. Greysia Polii/Apriyani Rahayu Greysia dan Apri baru bermain bersama di All England pada 2018. Setahun sebelumnya, Apri menjalani debut All England bersama Anggia Shitta Awanda. Sementara Greysia sudah mencicip All England pertama pada 2006 dan sejak saat itu sudah berganti-ganti pasangan.
Debut Greysia/Apriyani di All England 2018 ditandai hasil gagal melangkah ke babak kedua. Sanggup masuk perempat final di 2019, Greysia/Apriyani kembali kandas di babak pertama pada tahun lalu.
7. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Praveen/Melati merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berstatus sebagai juara bertahan. Praveen sebelumnya pernah merasakan juara All England 2016 bersama Debby Susanto. Sementara Melati hanya merasakan dua kali babak pertama All England bersama Ronald Alexander.
Setelah pisah dari Debby, Praveen mencapai semifinal All England 2019 bersama Melati dan dilanjutkan dengan kesuksesan menjadi juara.