Kisah Khabib Nyaris Juara UFC dengan Cuma-cuma

CNN Indonesia | Kamis, 08/04/2021 15:27 WIB
Khabib Nurmagomedov nyaris menjadi juara kelas ringan UFC dengan cuma-cuma sebelum memenanginya pada 7 April 2018 melawan Al Iaquinta. Khabib Nurmagomedov nyaris juara UFC dengan cuma-cuma. (Isaac Brekken/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Khabib Nurmagomedov nyaris menjadi juara kelas ringan UFC dengan cuma-cuma sebelum memenanginya pada 7 April 2018 melawan Al Iaquinta.

Khabib kali pertama juara kelas ringan UFC usai mengalahkan Al Iaquinta di UFC 223 di Brooklyn, New York. Dalam duel itu Khabib menang angka atas Iaquinta dan berhak atas sabuk juara kelas ringan.

Cerita itu coba dibagikan Khabib lewat unggahan di Instagram miliknya. Petarung berjuluk The Eagle itu juga mengatakan nyaris juara kelas ringan dengan cuma-cuma atau tanpa pertarungan.


"Dana [White, Presiden UFC] mengatakan kepada saya, jika kita tidak menemukan siapa pun [yang mau bertarung dengan Khabib], kami akan memberikan kami gelar ini kepada kamu atas pencapaian kamu dalam olahraga ini," tulis Khabib dalam keterangan videonya.

[Gambas:Instagram]

Sebelum melawan Iaquinta, Khabib mencatatkan rekor sembilan kemenangan beruntun di UFC. Pencapaian tersebut membuat Khabib dianggap layak menjadi penantang petarung di peringkat lima besar kelas ringan pada masa itu guna memperebukan sabuk juara.

Pada waktu itu, sabuk juara kelas ringan tanpa pemilik. Sabuk kelar ringan itu dicopot dari Conor McGgregor yang lama tidak aktif di octagon.

[Gambas:Video CNN]

Awalnya UFC menjadwalkan pertarungan Khabib vs Tony Ferguson. Akan tetapi, Ferguson cedera lutut saat latihan dan mundur dari pertarungan. Posisi Ferguson digantikan Max Holloway yang merupakan juara kelas bulu.

Hanya saja, Komisi Atletik New York melarang Holloway tampil karena alasan tidak layak secara medis. Khabib pun dibiarkan tanpa lawan 24 jam sebelum acara.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Paul Felder sempat ingin menjadi penyelamat, namun NYSAC menolak lantaran peringkatnya tidak mencukupi persyaratan. UFC akhirnya merekrut Al Iaquinta yang menjadi lawan Felder di UFC 218.

Saat timbang badan, Iaquinta sempat sedikit melebih batas, tetapi UFC tetap memberikan lampu hijau guna bertarung dengan Khabib di UFC 223 dalam perebutan sabuk juara.

"Itu adalah pekan ketika tidak menemukan petarung di kelas ringan, kecuali Al Iaquinta. Saya ditawari lawan lima petarung top berbeda, tetapi semuanya gagal dengan alasan yang berbeda-beda," kata Khabib.

(sry/ptr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK