Andi Gilang: Bayar Fidiah Demi Meraih Prestasi di Moto3
CNN Indonesia
Jumat, 14 Mei 2021 09:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Andi Gilang kesulitan menjalani puasa di tengah latihan dan balapan Moto3 2021. (Dok. Honda Team Asia)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Indonesia di Moto3 2021, Andi Gilang, mengaku selalu kesulitan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Demi target meraih prestasi di Moto3, Gilang memilih untuk bayar fidiah.
Gilang merupakan satu-satunya wakil Asia Tenggara di ajang Moto3 musim ini. Pembalap 23 tahun itu musim ini membalap untuk tim Honda Team Asia di kelas Moto3.
Gilang sudah berkarier di ajang balap motor di Eropa sejak 2016 pada ajang FIM CEV Moto3 Junior. Setelah tampil penuh di kelas Moto2 pada musim 2020, pembalap kelahiran 14 Agustus 1997 itu turun kasta dan menjadi rookie di Moto3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memiliki karier sebagai pembalap membuat Gilang jarang berkumpul dengan keluarga di bulan Ramadan. Tidak terkecuali tahun ini. Bukan hanya jarang berkumpul dengan orang-orang tercinta, Gilang juga selalu kesulitan menjalani puasa.
Gilang mengatakan waktu puasa yang lama dan kesibukan menjalani latihan serta balapan membuatnya sulit untuk menjalani puasa.
"Agak susah juga kalau mau jalani puasa normal, karena buka puasanya jam 9 malam [di Spanyol]. Waktunya lebih panjang. Gilang juga tidak pernah berhenti latihan sama tim, jadi benar-benar tidak ada hari libur," ujar Gilang kepada CNNIndonesia.com.
Demi memenuhi ambisi tampil di ajang MotoGP, Gilang berusaha keras memberikan yang terbaik saat latihan dan balapan. Keluarga pun mendukung karier Gilang.
Pembalap kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, itu mengatakan sang ibu selalu membayar fidiah untuknya.
Grafik penampilan Andi Gilang terus meningkat di Moto3 2021. (Dok. Honda Team Asia)
"Dalam sepekan saya paling libur sekali, sisanya latihan terus. Pada saat latihan itu, kalau saat latihan benar-benar berat banget, saya tidak kuat kalau harus puasa. Tapi, ibu di Indonesia selalu [bayar] fidiah untuk ganti Gilang tidak puasa," ucap Gilang.
Tahun ini Gilang harus kembali merayakan Lebaran tanpa keluarga. Di tengah perayaan Idulfitri, Gilang harus fokus persiapan jelang tampil di Moto3 Prancis 2021 yang akan berlangsung di Sirkuit Le Mans, 14-16 Mei.
Lihat lanjutan artikel ini di halaman kedua
Pandemi Covid-19 memberi berkah tersendiri bagi Andi Gilang. Pasalnya, tahun lalu Gilang bisa berkumpul dengan keluarga merayakan Lebaran di Indonesia karena jadwal Moto3 2020 yang diundur karena pandemi virus corona.
"Tahun kemarin kebetulan sempat Lebaran bersama keluarga waktu awal-awal musim sempat ditunda. Itu terakhir. Tapi, sebelum itu dua tahun sebelumnya saya tidak lebaran sama keluarga. Kebetulan pas balap di luar negeri," ujar Gilang.
Rencananya, Gilang akan melakukan video call dengan keluarga dan istri pada hari raya Idulfitri untuk melepas rasa kangen. Ini adalah kali pertama Gilang menjalani hari raya Lebaran tanpa sang istri, Syifa Putri Sakura.
"Rencananya Gilang mau video call sih bareng istri sama keluarganya dan keluarga Gilang," ujar Gilang.
Terkait hal yang dirindukan saat hari saya Idulfitri, Gilang mengaku rindu makan makanan khas Lebaran. Salah satunya kuliner khas Bugis, nasu likku.
"Banyak sih yang dirindukan, seperti opor ayam, selain itu ada ciri khas makanan Bugis, namanya nasu likku. Itu ayam dimasak pake rempah-rempahnya banyak," ucap Gilang.
Gilang saat ini sedang bersiap tampil pada ajang Moto3 Prancis 2021 di Sirkuit Le Mans, Minggu (16/5). Meski belum meraih poin, performa Gilang terus meningkat di Moto3 musim ini.
Sempat finis di posisi 21 dan 22 pada dua balapan di Sirkuit Losail, Qatar, penampilan Gilang meningkat dengan finis ke-18 pada balapan Moto3 Portugal dan Spanyol.
Gilang masih berambisi menjadi pembalap pertama Indonesia yang bisa dapat poin di ajang Grand Prix sejak Doni Tata di Moto2 Australia 2013.
Pembalap Indonesia di Moto3 2021, Andi Gilang, mengaku selalu kesulitan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Demi target meraih prestasi di Moto3, Gilang memilih untuk bayar fidiah.
Gilang merupakan satu-satunya wakil Asia Tenggara di ajang Moto3 musim ini. Pembalap 23 tahun itu musim ini membalap untuk tim Honda Team Asia di kelas Moto3.
Gilang sudah berkarier di ajang balap motor di Eropa sejak 2016 pada ajang FIM CEV Moto3 Junior. Setelah tampil penuh di kelas Moto2 pada musim 2020, pembalap kelahiran 14 Agustus 1997 itu turun kasta dan menjadi rookie di Moto3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memiliki karier sebagai pembalap membuat Gilang jarang berkumpul dengan keluarga di bulan Ramadan. Tidak terkecuali tahun ini. Bukan hanya jarang berkumpul dengan orang-orang tercinta, Gilang juga selalu kesulitan menjalani puasa.
Gilang mengatakan waktu puasa yang lama dan kesibukan menjalani latihan serta balapan membuatnya sulit untuk menjalani puasa.
"Agak susah juga kalau mau jalani puasa normal, karena buka puasanya jam 9 malam [di Spanyol]. Waktunya lebih panjang. Gilang juga tidak pernah berhenti latihan sama tim, jadi benar-benar tidak ada hari libur," ujar Gilang kepada CNNIndonesia.com.
Demi memenuhi ambisi tampil di ajang MotoGP, Gilang berusaha keras memberikan yang terbaik saat latihan dan balapan. Keluarga pun mendukung karier Gilang.
Pembalap kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, itu mengatakan sang ibu selalu membayar fidiah untuknya.
Grafik penampilan Andi Gilang terus meningkat di Moto3 2021. (Dok. Honda Team Asia)
"Dalam sepekan saya paling libur sekali, sisanya latihan terus. Pada saat latihan itu, kalau saat latihan benar-benar berat banget, saya tidak kuat kalau harus puasa. Tapi, ibu di Indonesia selalu [bayar] fidiah untuk ganti Gilang tidak puasa," ucap Gilang.
Tahun ini Gilang harus kembali merayakan Lebaran tanpa keluarga. Di tengah perayaan Idulfitri, Gilang harus fokus persiapan jelang tampil di Moto3 Prancis 2021 yang akan berlangsung di Sirkuit Le Mans, 14-16 Mei.
Lihat lanjutan artikel ini di halaman kedua
Rindu Nasu Likku Saat Lebaran
Andi Gilang rindu makanan saat hari raya Idulfitri. (Dok. Honda Team Asia)
Pandemi Covid-19 memberi berkah tersendiri bagi Andi Gilang. Pasalnya, tahun lalu Gilang bisa berkumpul dengan keluarga merayakan Lebaran di Indonesia karena jadwal Moto3 2020 yang diundur karena pandemi virus corona.
"Tahun kemarin kebetulan sempat Lebaran bersama keluarga waktu awal-awal musim sempat ditunda. Itu terakhir. Tapi, sebelum itu dua tahun sebelumnya saya tidak lebaran sama keluarga. Kebetulan pas balap di luar negeri," ujar Gilang.
Rencananya, Gilang akan melakukan video call dengan keluarga dan istri pada hari raya Idulfitri untuk melepas rasa kangen. Ini adalah kali pertama Gilang menjalani hari raya Lebaran tanpa sang istri, Syifa Putri Sakura.
"Rencananya Gilang mau video call sih bareng istri sama keluarganya dan keluarga Gilang," ujar Gilang.
Terkait hal yang dirindukan saat hari saya Idulfitri, Gilang mengaku rindu makan makanan khas Lebaran. Salah satunya kuliner khas Bugis, nasu likku.
"Banyak sih yang dirindukan, seperti opor ayam, selain itu ada ciri khas makanan Bugis, namanya nasu likku. Itu ayam dimasak pake rempah-rempahnya banyak," ucap Gilang.
Gilang saat ini sedang bersiap tampil pada ajang Moto3 Prancis 2021 di Sirkuit Le Mans, Minggu (16/5). Meski belum meraih poin, performa Gilang terus meningkat di Moto3 musim ini.
Sempat finis di posisi 21 dan 22 pada dua balapan di Sirkuit Losail, Qatar, penampilan Gilang meningkat dengan finis ke-18 pada balapan Moto3 Portugal dan Spanyol.
Gilang masih berambisi menjadi pembalap pertama Indonesia yang bisa dapat poin di ajang Grand Prix sejak Doni Tata di Moto2 Australia 2013.