2 Kendala yang Bikin Liverpool Gagal ke Liga Champions

jun, CNN Indonesia | Sabtu, 22/05/2021 04:20 WIB
Dua hasil negatif di laga pamungkas Liga Inggris bisa bikin mimpi Liverpool ke Liga Champions buyar. Liverpool belum sepenuhnya aman di empat besar Liga Inggris. (REUTERS/DAVID KLEIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Liverpool saat ini jadi tim favorit finis di empat besar Liga Inggris demi mengamankan tiket ke Liga Champions. Namun, ada dua kendala yang bisa bikin mimpi The Reds buyar.

Hasil pertandingan pekan ke-37 Premier League membuat persaingan ke Liga Champions makin ketat. Dua tiket tersisa masih harus ditentukan hingga laga pamungkas.

Duel Chelsea vs Leicester City yang berakhir 2-1 untuk kemenangan The Blues membuat persaingan makin menarik. Leicester harus merelakan posisi keempat dihuni Liverpoool yang sukses menggasak Burnley 3-0.


Chelsea kini menghuni peringkat ketiga dengan koleksi 67 poin. Liverpool berhak menempati posisi keempat karena unggul selisih gol atas Leicester yang mengemas nilai sama, yakni 66 poin.

Di atas kertas, Liverpool jadi tim yang paling favorit mengamankan tiket ke Liga Champions. Namun, situasi bisa berubah jika Mohamed Salah dkk menuai hasil negatif di laga pamungkas.

Berikut hal-hal yang membuyarkan mimpi Liverpool ke Liga Champions.

1. Kalah dari Palace

Di atas kertas, Liverpool memang tampak sukar dikalahkan Crystal Palace yang kini menghuni peringkat ke-14. Apalagi mereka akan tampil di Anfield dengan dukungan suporter.

Namun, Palace tentu bisa jadi batu sandungan bagi Liverpool di laga pamungkas. Terlebih mereka memiliki Christian Benteke yang bisa diandalkan menjebol gawang lawan.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Benteke yang masuk skuad timnas Belgia di Piala Eropa 2020, bisa jadi momok bagi barisan pertahanan Liverpool yang belum benar-benar solid tanpa Virgil van Dijk.

Liverpool bisa lengser dari posisi keempat jika kalah dari Palace, sementara Leicester menang atas Tottenham Hotspur.

2. Ditahan Imbang

Liverpool musim ini sering kali membuang peluang meraih kemenangan saat melawan tim semenjana. Rapuhnya lini belakang jadi celah bagi tim lawan untuk mencetak gol di menit-menit akhir.

Hal ini terjadi ketika Liverpool dipaksa bermain imbang melawan Leeds United dan Newcastle United pada April lalu. Mohamed Salah dkk sempat unggul lebih dulu namun harus puas bermain imbang.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK