Chelsea Bocorkan 4 Resep Kemenangan di Final Liga Champions
3. Kokoh di Belakang
Pertahanan Chelsea begitu meyakinkan sehingga The Blues jarang terlihat bermasalah di Porto.
Faktanya, Man City hanya melakukan satu tembakan tepat sasaran. Padahal Man City secara luas diakui sebagai salah satu tim dengan daya serangan paling kuat di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
N'Golo Kante menjadi pemain Chelsea yang paling banyak memenangkan duel. (Foto: Pool via REUTERS/CARL RECINE) |
Pemain belakang Chelsea mencatatkan statistik mengesankan dengan 37 kali tekel.
Trio bek tengah Chelsea juga menyelesaikan pertandingan dengan total 11 clearance.
4. Cepat Merebut Bola
Sejak awal pertandingan, Chelsea bertekad untuk memenangkan bola di seluruh sisi lapangan.
The Blues tidak mau permainan mereka didikte oleh Manchester City. Karena itu, para pemain Chelsea dengan sangat cepat akan langsung merebut bola jika kehilangan bola.
Pemain The Blues juga tidak mau membiarkan para pemain Man City lama-lama menguasai bola.
Agresivitas Chelsea dalam bertahan terbukti dengan catatan tekel yang lebih banyak dari Man City dengan catatan 37 berbanding 17.
Namun, Chelsea mampu bermain pintar dengan merebut bola tanpa harus melakukan pelanggaran. Pasalnya, Chelsea hanya melakukan 13 pelanggaraan lebih sedikit dibanding 14 pelanggaran yang dibuat Manchester City.
Gelandang box to box Chelsea, N'Golo Kante, memiliki peran besar untuk memenangkan duel melawan Man City.
Kante sukses memenangkan 10 kali duel dan menjadi yang terbanyak dari pemain manapun. Bahkan, semuanya dilakukan tanpa pelanggaran.
Chelsea membocorkan 4 kunci kemenangan di final Liga Champions 2020/2021, Minggu (30/5) dini hari WIB, lewat laman resmi klub.
Chelsea sukses mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0 pada laga final Liga Champions 2020/2021.
Kai Havertz menjadi pahlawan Chelsea saat menjuarai Liga Champions lewat gol penentu ke gawang Manchester City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Havertz jadi pembeda lewat gol cantiknya pada final Liga Champions 2021/2021 di Estadio do Dragao, Minggu (30/5) dini hari WIB.
Menerima dari umpan terobosan Mason Mount dari tengah lapangan, Kai Havertz berhasil lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Ederson Moraes.
Usai kemenangan di final Liga Champions, Chelsea mengungkap kunci kemenangan timnya.
Berikut 4 Kunci Kemenangan Chelsea di Final Liga Champions:
1. Kekuatan Bek Sayap
Chelsea mengaku sangat berhutang pada dua bek sayap mereka: Reece James dan Ben Chilwell yang tampil gemilang pada laga final Liga Champions.
Kekuatan Reece James di sektor bek sayap menjadi salah satu kunci kemenangan Chelsea atas Man City. (Foto: AP/Angel Fernandez) |
Dua bek sayap Chelsea ini sukses membuat dua penyerang sayap Manchester City: Raheem Sterling dan Riyad Mahrez mati kutu.
Biasanya dua pemain Man City ini paling berbahaya di area pertahanan lawan saat berlari dengan bola.
Tetapi, saat final Liga Champions di Porto, tidak satu pun dari mereka berhasil menggiring bola untuk melewati bek sayap Chelsea.
Tidak mengherankan jika James melakukan lebih banyak tekel daripada pemain lain di lapangan (sembilan), dengan Chilwell tertinggi berikutnya untuk Chelsea (lima).
2. Menyerang dari Area yang Tepat
Sebanyak 53 persen dari semua serangan Chelsea datang dari sayap kanan, dibandingkan dengan 24 persen dari kiri dan 23 persen di tengah.
Tanggung jawab atas poros serangan di sisi kanan ini dijalankan oleh James dan Havertz.
Hal ini menjelaskan mengapa keduanya melakukan empat dribel sukses atau lebih banyak dari pemain Chelsea lainnya.
Havertz dan Timo Werner juga sering berganti posisi terutama selama babak pertama untuk mengecoh pemain belakang.
Situasi ini sukses memancing pemain belakang Man City untuk mengawal Werner dan memberikan keleluasaan pada Havertz untuk mencetak gol.
Pertahanan Chelsea yang Meyakinkan di Final Liga Champions
Kokohnya pertahanan Chelsea menjadi kunci kemenangan atas Man City. (Foto: Pool via REUTERS/SUSANA VERA)
3. Kokoh di Belakang
Pertahanan Chelsea begitu meyakinkan sehingga The Blues jarang terlihat bermasalah di Porto.
Faktanya, Man City hanya melakukan satu tembakan tepat sasaran. Padahal Man City secara luas diakui sebagai salah satu tim dengan daya serangan paling kuat di dunia.
N'Golo Kante menjadi pemain Chelsea yang paling banyak memenangkan duel. (Foto: Pool via REUTERS/CARL RECINE) |
Pemain belakang Chelsea mencatatkan statistik mengesankan dengan 37 kali tekel.
Trio bek tengah Chelsea juga menyelesaikan pertandingan dengan total 11 clearance.
4. Cepat Merebut Bola
Sejak awal pertandingan, Chelsea bertekad untuk memenangkan bola di seluruh sisi lapangan.
The Blues tidak mau permainan mereka didikte oleh Manchester City. Karena itu, para pemain Chelsea dengan sangat cepat akan langsung merebut bola jika kehilangan bola.
Pemain The Blues juga tidak mau membiarkan para pemain Man City lama-lama menguasai bola.
Agresivitas Chelsea dalam bertahan terbukti dengan catatan tekel yang lebih banyak dari Man City dengan catatan 37 berbanding 17.
Namun, Chelsea mampu bermain pintar dengan merebut bola tanpa harus melakukan pelanggaran. Pasalnya, Chelsea hanya melakukan 13 pelanggaraan lebih sedikit dibanding 14 pelanggaran yang dibuat Manchester City.
Gelandang box to box Chelsea, N'Golo Kante, memiliki peran besar untuk memenangkan duel melawan Man City.
Kante sukses memenangkan 10 kali duel dan menjadi yang terbanyak dari pemain manapun. Bahkan, semuanya dilakukan tanpa pelanggaran.
N'Golo Kante menjadi pemain Chelsea yang paling banyak memenangkan duel. (Foto: Pool via REUTERS/CARL RECINE)
Kekuatan Reece James di sektor bek sayap menjadi salah satu kunci kemenangan Chelsea atas Man City. (Foto: AP/Angel Fernandez)