Roberto Mancini mampu meramu Italia jadi tim yang solid bahkan ketika ia mengistirahatkan banyak pemain. (AP/Alberto Lingria)
Jakarta, CNN Indonesia --
Roberto Mancini memilih mengistirahatkan pemain utama pada laga lawan Wales di Euro 2020 (Euro 2021). Namun Italia tetap sukses menunjukkan kehebatan sepanjang laga.
Italia memang hanya mengakhiri laga lawan Wales dengan kemenangan tipis 1-0. Namun menilik jalannya laga, Italia benar-benar berhasil meredam permainan Wales.
Peluang paling berbahaya yang dimiliki Wales di laga itu mungkin hanya saat tendangan voli Gareth Bale di muka gawang melenceng dari sasaran dan Francesco Acerbi melakukan kesalahan yang membuat Aaron Ramsey sempat berdiri bebas namun gagal melakukan tendangan ke gawang.
Di luar itu, Italia nyaman menguasai pertandingan dan mendominasi penguasaan bola. Italia hanya menang tipis 1-0 lantaran banyaknya peluang yang gagal menjadi gol.
Italia total melepaskan 16 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran. Namun hanya sontekan Matteo Pessina memanfaatkan umpan tendangan bebas Marco Verratti.
Pada akhirnya Mancini tidak perlu khawatir dengan kemenangan tipis 1-0 atau banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi gol. Semua itu tidak terlalu penting lantaran Mancini sudah berhasil mencapai target awal di babak penyisihan grup.
Italia melakukan rotasi dalam laga melawan Wales. (Ryan Pierse/Pool via AP)
Italia berhasil mengunci status juara grup dan di atas kertas bakal menghadapi lawan yang lebih ringan di babak 16 besar. Kesuksesan itu ditambah bonus lain yang tak kalah penting, pemain-pemain utama Italia bisa beristirahat dan menjaga kondisi demi persiapan menuju babak 16 besar.
Tak sekadar mengistirahatkan para pemain, Mancini juga bisa memantau pemain-pemain yang belum mendapatkan kesempatan berlaga di dua pertandingan awal di Grup A Euro 2020.
Marco Verratti yang pada dua laga sebelumnya tak berlaga, mendapatkan kesempatan bermain dari Mancini. Di duel lawan Wales, Verratti menunjukkan kemampuan menahan bola dan mengatur irama permainan Italia.
Pemain lain yang menonjol di laga lawan Wales adalah Federico Chiesa. Chiesa berperan aktif dan agresif dalam tiap skema penyerangan Italia di laga lawan Wales.
Performa agresif Chiesa itu yang pada akhirnya membuatnya terpilih sebagai 'star of the match' di laga lawan Wales.
Belum lagi penampilan pemain-pemain lainnya macam Matteo Pessina, Federico Bernardeschi, hingga Emerson dan Rafael Toloi yang berusaha menekan dan menunjukkan performa terbaik di hadapan Mancini.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
Italia melangkah ke babak 16 besar dengan nilai sempurna, sembilan poin. Kepercayaan diri Italia makin bertambah besar bila melihat catatan Italia tidak kebobolan dalam tiga laga babak penyisihan melawan Turki, Swiss, dan Wales.
Meski ketiga tim tersebut bukan kategori tim elite favorit juara, ketiga tim tersebut merupakan tim-tim kuda hitam di Euro 2020 (Euro 2021). Dan Italia berhasil membungkam ketiga tim tersebut dengan permainan yang dominan sehingga membuat lawan benar-benar minim peluang.
Di babak 16 besar, Italia bakal punya keunggulan dari calon lawan, entah itu Ukraina atau Austria. Italia unggul satu hari dalam waktu istirahat jelang babak 16 besar. Bahkan keunggulan waktu istirahat bertambah besar bila merujuk catatan pemain-pemain utama Italia tidak berlaga di duel lawan Wales.
Waktu istirahat ini yang bakal membuat Italia bakal terlihat bugar di laga 16 besar.
Di laga 16 besar nanti, Mancini sudah punya banyak data untuk pemain-pemain pilihan yang bakal diturunkan.
Merujuk pada performa duel lawan Wales, Verratti dan Chiesa adalah dua pemain yang paling mungkin menembus Best XI pilihan Mancini jelang laga 16 besar.
Sebagai pelatih, Mancini sudah membuktikan bisa membentuk Italia sebagai tim yang solid secara kesatuan. Tak hanya itu, Mancini juga menuntun Italia tak sekadar menampilkan permainan bertahan.
Italia di tangan Mancini adalah Italia yang kaya peluang dan menguasai permainan. Kiper Gianluigi Donnarumma bahkan belum benar-benar susah payah dan bekerja keras di tiga laga babak penyisihan.
Tambahan lagi, Italia di tangan Mancini tidak punya ketergantungan pada 1-2 pemain bintang. Semua dianggap setara oleh Mancini dan dipercaya bisa menjalani instruksi pelatih dengan sama baiknya.
Masih terlalu dini untuk berbicara peluang juara untuk Italia karena Euro 2020 (Euro 2021) baru akan memasuki fase krusial.
Namun Italia tentu tak lagi bisa dipandang sebelah mata oleh negara-negara lainnya karena Gli Azzuri telah masuk babak 16 besar dengan rekor sempurna, bisa tetap tampil hebat saat banyak epamin utama beristirahat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Roberto Mancini memilih mengistirahatkan pemain utama pada laga lawan Wales di Euro 2020 (Euro 2021). Namun Italia tetap sukses menunjukkan kehebatan sepanjang laga.
Italia memang hanya mengakhiri laga lawan Wales dengan kemenangan tipis 1-0. Namun menilik jalannya laga, Italia benar-benar berhasil meredam permainan Wales.
Peluang paling berbahaya yang dimiliki Wales di laga itu mungkin hanya saat tendangan voli Gareth Bale di muka gawang melenceng dari sasaran dan Francesco Acerbi melakukan kesalahan yang membuat Aaron Ramsey sempat berdiri bebas namun gagal melakukan tendangan ke gawang.
Di luar itu, Italia nyaman menguasai pertandingan dan mendominasi penguasaan bola. Italia hanya menang tipis 1-0 lantaran banyaknya peluang yang gagal menjadi gol.
Italia total melepaskan 16 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran. Namun hanya sontekan Matteo Pessina memanfaatkan umpan tendangan bebas Marco Verratti.
Pada akhirnya Mancini tidak perlu khawatir dengan kemenangan tipis 1-0 atau banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi gol. Semua itu tidak terlalu penting lantaran Mancini sudah berhasil mencapai target awal di babak penyisihan grup.
Italia melakukan rotasi dalam laga melawan Wales. (Ryan Pierse/Pool via AP)
Italia berhasil mengunci status juara grup dan di atas kertas bakal menghadapi lawan yang lebih ringan di babak 16 besar. Kesuksesan itu ditambah bonus lain yang tak kalah penting, pemain-pemain utama Italia bisa beristirahat dan menjaga kondisi demi persiapan menuju babak 16 besar.
Tak sekadar mengistirahatkan para pemain, Mancini juga bisa memantau pemain-pemain yang belum mendapatkan kesempatan berlaga di dua pertandingan awal di Grup A Euro 2020.
Marco Verratti yang pada dua laga sebelumnya tak berlaga, mendapatkan kesempatan bermain dari Mancini. Di duel lawan Wales, Verratti menunjukkan kemampuan menahan bola dan mengatur irama permainan Italia.
Pemain lain yang menonjol di laga lawan Wales adalah Federico Chiesa. Chiesa berperan aktif dan agresif dalam tiap skema penyerangan Italia di laga lawan Wales.
Performa agresif Chiesa itu yang pada akhirnya membuatnya terpilih sebagai 'star of the match' di laga lawan Wales.
Belum lagi penampilan pemain-pemain lainnya macam Matteo Pessina, Federico Bernardeschi, hingga Emerson dan Rafael Toloi yang berusaha menekan dan menunjukkan performa terbaik di hadapan Mancini.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
Roberto Mancini bahkan sempat menarik keluar Gianluigi Donnarumma di pengujung laga lawan Wales.(AP/Alberto Lingria)
Italia melangkah ke babak 16 besar dengan nilai sempurna, sembilan poin. Kepercayaan diri Italia makin bertambah besar bila melihat catatan Italia tidak kebobolan dalam tiga laga babak penyisihan melawan Turki, Swiss, dan Wales.
Meski ketiga tim tersebut bukan kategori tim elite favorit juara, ketiga tim tersebut merupakan tim-tim kuda hitam di Euro 2020 (Euro 2021). Dan Italia berhasil membungkam ketiga tim tersebut dengan permainan yang dominan sehingga membuat lawan benar-benar minim peluang.
Di babak 16 besar, Italia bakal punya keunggulan dari calon lawan, entah itu Ukraina atau Austria. Italia unggul satu hari dalam waktu istirahat jelang babak 16 besar. Bahkan keunggulan waktu istirahat bertambah besar bila merujuk catatan pemain-pemain utama Italia tidak berlaga di duel lawan Wales.
Waktu istirahat ini yang bakal membuat Italia bakal terlihat bugar di laga 16 besar.
Di laga 16 besar nanti, Mancini sudah punya banyak data untuk pemain-pemain pilihan yang bakal diturunkan.
Merujuk pada performa duel lawan Wales, Verratti dan Chiesa adalah dua pemain yang paling mungkin menembus Best XI pilihan Mancini jelang laga 16 besar.
Sebagai pelatih, Mancini sudah membuktikan bisa membentuk Italia sebagai tim yang solid secara kesatuan. Tak hanya itu, Mancini juga menuntun Italia tak sekadar menampilkan permainan bertahan.
Italia di tangan Mancini adalah Italia yang kaya peluang dan menguasai permainan. Kiper Gianluigi Donnarumma bahkan belum benar-benar susah payah dan bekerja keras di tiga laga babak penyisihan.
Tambahan lagi, Italia di tangan Mancini tidak punya ketergantungan pada 1-2 pemain bintang. Semua dianggap setara oleh Mancini dan dipercaya bisa menjalani instruksi pelatih dengan sama baiknya.
Masih terlalu dini untuk berbicara peluang juara untuk Italia karena Euro 2020 (Euro 2021) baru akan memasuki fase krusial.
Namun Italia tentu tak lagi bisa dipandang sebelah mata oleh negara-negara lainnya karena Gli Azzuri telah masuk babak 16 besar dengan rekor sempurna, bisa tetap tampil hebat saat banyak epamin utama beristirahat.