ANALISIS

Eko Yuli, Tegakkan Kepalamu dan Tak Perlu Minta Maaf

Abdul Susila, CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 19:42 WIB
Eko Yuli Irawan tak perlu meminta maaf hanya karena meraih medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. Eko Yuli Irawan meminta maaf karena gagal meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. (REUTERS/EDGARD GARRIDO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eko Yuli Irawan harus berdamai dengan janjinya. Niat menjadikan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai epilog ditunda. Lifter asal Lampung tersebut masih berhasrat tampil di Olimpiade Paris 2024.

Lifter 32 tahun itu berhasil meraih medali perak usai melakukan total angkatan 302 kg. Sementara medali emas direbut wakil China Li Fabin dan perunggu menjadi milik lifter Kazakhstan, Igor Son.

Di sepanjang lomba, Eko Yuli bersaing ketat dengan Li Fabin. Fabin yang lebih dulu melakukan angkatan pertama di nomor snatch, gagal mengangkat beban 137kg. Sementara Eko Yuli sukses mengangkat beban yang sama, yakni 137kg.


Pada kesempatan kedua, Li Fabin berhasil menyamai angkatan Eko Yuli 137kg. Namun, Eko Yuli yang berniat melesat lewat 141kg gagal melakukan angkatan tersebut.

Sementara Li Fabin sukses mengangkat 141kg di kesempatan ketiga. Eko Yuli masih punya peluang menyamakan catatan, namun ia kembali gagal melakukan angkatan ketiga.

Persaingan masih berlanjut di clean & jerk. Li Fabin sukses melakukan angkatan 166kg pada kesempatan pertama. Sementara Eko Yuli tak mau tergesa-gesa dan sukses melakukan angkatan 165kg, hanya berjarak 1kg dari beban yang dipilih Fabin Li.

Li Fabin kemudian berhasil menajamkan catatannya setelah berhasil melakukan angkatan 172kg di kesempatan kedua. Sementara Eko Yuli berusaha mengejar dengan menaikkan beban lebih berat 12kg dari sebelumnya, yakni 177kg. Sayang upaya tersebut gagal.

Tokyo 2020 Olympics - Weightlifting - Men's 61kg - Group A - Tokyo International Forum, Tokyo, Japan - July 25, 2021. Eko Yuli Irawan of Indonesia in action. REUTERS/Edgard GarridoFoto: (REUTERS/EDGARD GARRIDO)
Eko Yuli Irawan mempersembahkan medali perak di Olimpiade Tokyo 2020.

Pada kesempatan ketiga, Eko Yuli berusaha sekuat tenaga untuk menuntaskan angkatan 177kg namun upaya kembali gagal. Fabin Li yang berada di atas angin mencoba untuk mengangkat 178kg, namun usahanya kali ini gagal.

Meski demikian, Fabin Li tetap berhak mengantongi medali emas dengan total angkatan 313kg, sementara Eko Yuli harus puas membawa pulang medali perak dengan total angkatan 302kg.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Selepas lomba, Eko dengan segala kerendahan hatinya meminta maaf lantaran belum mampu mencapai target pribadi di Olimpiade Tokyo 2020.

"Halo masyarakat Indonesia, terima kasih atas dukungan dan doanya selama ini. Mohon maaf gagal meraih medali emas, mungkin ini rejeki terbaik buat saya," kata Eko Yuli lewat video singkat di Instagram pribadinya.

Eko belum berniat pensiun dan masih menyimpan ambisi untuk meraih medali tertinggi di edisi berikutnya. Namun, ia tak mau muluk-muluk mengucap target.

"Kita akan lihat ke depan. Kalau masih diberi kesempatan dan bisa bersaing, mengapa tidak?" katanya saat ditemui wartawan Indonesia yang meliput Olimpiade Tokyo 2020 di mixed zone arena angkat besi, Tokyo International Forum, Minggu (25/7).

[Gambas:Video CNN]

Eko Yuli Simpan Asa di Olimpiade Paris 2024

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK