Olimpiade: Petembak Korea Minta Maaf Usai Sebut Lawan Teroris

CNN Indonesia | Minggu, 01/08/2021 09:43 WIB
Petembak Korea Selatan Jin Jong Oh minta maaf usai sebut peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 asal Iran Javad Foroughi sebagai teroris. Javad Foroughi disebut teroris oleh Olimpian Korea Selatan Jin Jong oh. (REUTERS/ANN WANG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petembak Korea Selatan Jin Jong Oh minta maaf usai sebut peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 asal Iran Javad Foroughi sebagai teroris.

Javad Foroughi meraih emas nomor pistol 10 meter putra Olimpiade Tokyo, mengalahkan Damir Mikec (perak) dari Serbia dan Wei Pang (perunggu) dari China.

Akan tetapi, prestasi Foroughi itu ditanggapi berbeda oleh Jin Jong Oh dengan melontarkan komentar kontroversial. Pernyataan Jin Jong Oh soal Foroughi sebagai teroris mengundang perdebatan.


Kedutaan Besar Iran di Korea Selatan pun memberikan respons atas perilaku Olimpian Negeri Ginseng tersebut.

"Korps Pengawal Revolusi telah menjadi pilar militer resmi Republik Islam Iran, melindungi negeri dan orang-orang dan memainkan peran penting dalam membangun keamanan di Timur Tengah," tulis Kedubes Iran di Korea.

South Korea's Jin Jong-oh (L) argues during the men's 10m air pistol shooting final at the 2018 Asian Games in Palembang on August 21, 2018. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)Jin Jong Oh minta maaf kepada Javad Foroughi melalui media sosial. (AFP/MOHD RASFAN)

Dikutip dari media Korea Selatan SBS News, Jin Jong Oh akhirnya meminta maaf atas pernyataannya itu. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui media sosial.

"Saya meminta maaf karena menyebabkan kontroversi dengan komentar yang tidak pantas selama wawancara dengan media ketika saya kembali ke Bandara Internasional Incheon," ujar Jin Jong Oh.

"Saya sangat merenungkan hal ini, dan saya meminta maaf kepada Foroughi yang terluka oleh pernyataan saya," ucap Jon Jong Oh menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan kontroversial Jin Jong Oh itu disinyalir berasal dari pemberitaan Jerusalem Post yang menyebut Foroughi merupakan anggota Korsp Pengawal Revolusi Iran yang oleh Pemerintah Amerika Serikat ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Langkah Jin Jong Oh sendiri di Olimpiade 2020 terhenti di babak kualifikasi setelah hanya mampu menempati peringkat ke-15.

(sry/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK