PBSI Minta Kevin/Marcus dkk Tak Sesali Kegagalan di Olimpiade

jun, CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 00:43 WIB
Ketua Umum PP PBSI meminta Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan kawan-kawan tak menyesali kegagalan di Olimpiade Tokyo 2020. Kevin Sanjaya/Marcus Gideon terhenti di perempat final Olimpiade Tokyo 2020. (AFP/PEDRO PARDO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Indonesia (PP PBSI) Agung Firman Sampurna meminta para atlet badminton tak menyesali kegagalan di Olimpiade Tokyo 2020.

Agung Firman beserta jajaran PP PBSI menyambut kloter pertama tim bulutangkis Olimpiade Indonesia di Ruang VVIP Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/8) sore.

Tim badminton terdiri dari para atlet seperti Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Melati Daeva Oktavianti, dan Gregoria Mariska Tunjung.


Dua pelatih bulutangkis, Herry Iman Pierngadi dan Nova Widianto juga masuk dalam rombongan. Bergabung juga dalam tim ini, para atlet renang dan panahan.

"Saya ucapkan selamat datang untuk teman-teman semua. Kita tidak perlu bahas yang di belakang, yang sudah lewat biarlah lewat. Tidak usah disesali," kata Agung di situs resmi PBSI.

"Kalau kita berhasil, kita berhasil sama-sama. Tapi kalau kalah, kesalahan terbesar ada di Ketua Umum PBSI, bukan di teman-teman," tambah Agung untuk menguatkan hati para atlet bulutangkis yang belum mampu meraih medali di Olimpiade Tokyo.

Agung meminta para atlet dan pelatih untuk beristirahat dan menenangkan diri untuk memperkuat mental menghadapi turnamen lain di kemudian hari.

PBSI akan menggelar evaluasi sekaligus mempelajari permainan calon lawan untuk bersiap di turnamen selanjutnya. Selain itu PBSI juga membuka pintu saran dan masukan dari atlet serta pelatih demi memperbaiki prestasi Indonesia.

"Setiap teman-teman di sini diberikan bakat dan talenta, tinggal bakat dan talenta itu kita asah bersama-sama. Nah, begitu kita berbicara tentang perjuangan, tidak bisa berjuang sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Agung mengatakan bahwa perjuangan para atlet di Olimpiade Tokyo 2020 bukan sekadar olahraga, melainkan ajang pemersatu bangsa.

Pebulutangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengembalikan kok ke arah ganda putra Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin dalam semifinal Olimpiade Tokyo 2020, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Jumat (30/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.Perjuangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terhenti di semifinal Olimpiade Tokyo 2020. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

"Ketika teman-teman bertanding yang ribut-ribut itu tidak ada. Semua nonton, semua mendukung. Besar sekali pengaruh teman-teman untuk negara ini. Jadi yang dilakukan teman-teman itu melampaui dari sekadar pertandingan olahraga," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang juga hadir dalam acara tersebut mengucapkan terima kasih atas perjuangan para atlet di Olimpiade Tokyo 2020.

Banner Testimoni

"Pertama saya atas nama pemerintah menyampaikan selamat datang kepada para atlet dan pelatih yang sudah berjuang di ajang Olimpiade Tokyo dan juga mengucapkan terima kasih atas perjuangannya, apresiasi pemerintah atas segala upaya yang sudah dilakukan," ucap Menpora Amali.

Tim badminton Indonesia masih menyisakan dua wakil di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia Polii/Apriyani Rahayu bakal tampil di final perebutan medali emas sektor ganda putri, sementara Anthony Ginting akan berjuang meraih medali perunggu pada Senin (2/8).

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK